Kejaksaan Musnahkan Ratusan Barang Bukti

DIMUSNAHKAN: Kejaksaan saat melakukan pemusnakan sejumlah barang bukti, kemarin.

BONDOWOSO RADARJEMBER.ID – Kejaksaan memusnahkan 124 gram sabu-sabu dan ribuan pil setan, kemarin. Seluruh barang itu adalah Barang Bukti (BB) dari 16 kasus yang saat ini sudah inkrah. Paling banyak adalah bukti perkara Bilkis Malik, Mantan Kades Tangsil Wetan.

IKLAN

Dari seluruh barang bukti, terbanyak adalah milik Bilkis Malik. Jumlahnya sampai 60,740 gram. Selebihnya didapat dari berbagai kasus lain.

Kasus Bilkis diputus hakim PN Bondowoso pada 28 Mei 2019. Dia divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Jika tidak dapat membayar denda, maka diganti kurungan selama 4 bulan penjara.

Perkara ini merupakan betul-betul jadi atensi. Sebab, Bilkis sudah berkali-kali terjerat perkara sabu-sabu. Catatan Jawa Pos Radar Ijen, Bilkis alias Belly ini, sempat mengajukan pra peradilan saat diringkus Satreskoba pada 2017. Namun, dia berhasil lolos.

Pada 2018, Belkis kembali diringkus karena kasus Narkoba. Saat itu Majlis Hakim PN Bondowoso menjatuhkan vonis 8 tahun penjara. Namun pada 20 Maret 2018, Belkis divonis bebas murni oleh Pengadilan Tinggi Jawa Timur.

Pada Operasi Tumpas Semeru 2019, Belly kembali diringkus. Bahkan BB sabu-sabu yang diamankan dari tangannya lumayan banyak. Yakni 60,74 gram.  Belly diringkus Sabtu 26 Januari 2019 di rumahnya.

Kepolisian menggeledah rumah Belly di Desa Tangsil Kulon, Tenggarang. Saat itu, ada barang bukti yang disembunyikan di pampes bayi. Disimpan di gudang belakang rumahnya. Kepolisian bisa menemukannya sebagai barang bukti.

Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso Unaisi Hetty Nining mengatakan, seluruh barang bukti itu dimusnahkan karena kasusnya sudah inkrah. Dari 16 kasus, semuanya adalah kasus Narkotika. “Berdasarkan peraturan, ketika sudah inkrah, harus dimusnahkan. Tidak boleh lama-lama disimpan,” ujarnya. Periode ungkapan sekitar 4 sampai 5 bulan.

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Hafid Asnan