Kejaksaan Hampir Menyerah Memburu Nawari

Digerebek Hanya Temukan Sandal

SEMPAT JADI CALEG: Inilah foto Nawari di buku daftar calon anggota DPRD 2014-2019 yang berada di KPU Bondowoso.

BONDOWOSO RADARJEMBER.ID – Nawari Harry Susanto yang kini jadi buronan Kejaksaan Negeri Bondowoso harus diakui begitu licin untuk dilumpuhkan. Sejak 2017 sampai sekarang, tak pernah berhasil. Sayembara hadiah yang dibuat juga gagal. Hanya sandal yang didapat.

IKLAN

Anggota DPRD periode 2014-2019 itu tersandung kasus kecil yang berdampak besar. Sampai dilengser dari anggota dewan pada 2017 digantikan Luluk Komariah dari Partai Nasdem. Dia divonis 5 bulan penjara oleh majelis hakim PN Bondowoso. Upaya banding sampai MA ditolak hingga inkrah.

Namun Nawari tidak mau menyerahkan. Jika pun mau, bisa-bisa dia tetap menjadi anggota DPRD. Karena hanya 5 bulan penjara. Belum ketika ada keringanan-keringanan. Sampai akhirnya kejaksaan Negeri Bondowoso menentukan Nawari masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Karena DPO, di DPRD, Nawari tidak pernah ikut rapat. Akhirnya DPRD memberi sanksi anggota yang tidak pernah ikut rapat. Sampai akhirnya sanksi. Partai Nasdem akhirnya bertindak dan mengusulkan PAW.

Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso Unaisi Hetty Nining mengatakan Nawari adalah kasus lama. Keterangan dari Kasi Pidum, selama ini Kejaksaan Negeri Bondowoso sudah berusaha. Namun memang sangat licin. “Karenanya, jika masyarakat ada yang mengetahui, informasikan pada kami, kami akan turun menangkapnya,” jelasnya.

Pernah beberapa waktu lalu, Kejaksaan Negeri Bondowoso melakukan penggrebekan di rumahnya. Namun saat itu, hanya ada sandalnya saja. Karenanya kejaksaan menganggap Nawari sangat licin. Kejaksaan selama ini mengaku jika ada informasi Nawari ada di Bondowoso. Namun setiap kali informasi datang, Nawari sudah lari duluan.

Sebagai bentuk atensi, Kejari Bondowoso memberikan hadiah kepada masyarakat yang menginformasikan keberadaan Nawari. Kejaksaan selama ini juga bekerjasama dengan kepolisian. Namun memang belum membuahkan hasil. “Yang pasti, walau sudah lama, tidak ada kasus itu kadaluarsa. Tetap kami buru,” tegasnya.

Catatan Jawa Pos Radar Ijen, nama Nawari sempat mencuat ketika statusnya masih buron. Pada 2018 lalu, Nawari sempat masuk dalam Bakal Calon Anggota Legislatif Dapil 3 PDI-P. Namanya keluar dalam Sistem Informasi Pencalonan (Silon). Namun saat penetapan Daftar Calon Sementara (DCS), namanya tidak memenuhi syarat.

Penelusuran Jawa Pos Radar Ijen, ada beberapa masyarakat yang menemui yang bersangkutan. Hery, salah seorang warga Pujer mengungkapkan beberapa kali bertemu atau melihat. Selama ini Nawari terkenal dengan orang yang supel dan memasyarakat. “Saya sempat melihat dan bertemu kok,” ungkapnya.

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Hafid Asnan