Persebo Muda Didenda Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Jatim Rp 45 Juta?

Persebo Muda for Radar Ijen SAAT KEJADIAN: Inilah bukti adanya pengrusakan saat 1 Juli 2018 di Jember. Karena inilah, manajemen Persebo Muda tidak mau main saat itu.

BONDOWOSO – Setelah adanya insiden pengerusakan mobil elf sebelum masuk ke Stadion Jember Sport Garder (JSG) 1 Juli 2018, harapannya manajemen Persebo Muda ada reschedule. Bukannya jadwal pertandingan ulang yang didapat, namun Persebo mendapati dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur Kompetisi Liga 3. Isinya membuat seluruh manajemen kaget.

IKLAN

Surat bernomor 023/Komis/PSSI-Jatim/VII/2018 tertanggal 7 Juli 2018 itu, justru menyatakan klub Persebo Muda Bondowoso melanggar disiplin. Komdis PSSI Jatim menganggap Persebo telah bertingkah laku buruk dalam pertandingan karena tidak hadir di tempat pertandingan dan menolak untuk bertanding.

Parahnya lagi, Komdis memberi sanksi dengan dinyatakan kalah 0-3 melawan Persid Jember. Selain itu Persebo masih dikenai denda sebesar Rp 45 juta. “Bukannya saya yang terkejut, seluruh manajemen terkejut melihat isi surat tersebut,” ungkap Marsuki, Manajer Persebo Muda Bondowoso.

Dijelaskan, keputusan Komdis itu mengagetkan karena secara faktanya Persebo Muda Bondowoso hadir ke Jember. Hanya saja, saat hendak masuk ke Stadion JSG, ada tindakan anarkisme dari suporter. “Sampai-sampai kaca mobil dipecah dan ada pemain yang terluka,” tegasnya. Karenanya pihaknya tidak terima ketika Komdis memberi sanksi dengan Persebo Muda kalan 0-3 melawan Persid Jember. “Apalagi sampai harus membayar denda sebanyak Rp 45 juta,” tegasnya.

Sebenarnya usai pihaknya diserang dan menyatakan tidak mau bertanding karena alasan keamanan pada 1 Juli 2018 di Jember, manajemen Persebo langsung membuat surat. Bahkan membuat kronologi kejadian. Kronologi itu dibuat dalam surat pernyataan yang menerangkan Persebo Muda tidak main karena ada pengrusakan dan anak-anak trauma. “Belum apa-apa kok sudah ada kejadian (pengrusakan, Red), bahkan kapolres saat itu turun langsung,” ujarnya.

Ternyata, Komdis PSSI Jawa Timur Kompetisi Liga 3, sebelum mengeluarkan surat keputusan itu juga telah mengundang manajemen Persebo Muda. Tepatnya pada Minggu 7 Juli 2018, manajemen Persebo Muda dipanggil sidang Komdis. “Karena kita buat surat pernyataan itu, saya dipanggil. Saat itu saya sampaikan kronologinya sesuai dengan kejadian yang ada di Jember,” tegasnya.

Marsuki menjelaskan saat sidang Komdis, tim Persebo Muda sebenarnya mau main. Sebab sudah datang ke Stadion JSG yang merupakan tempat yang ditentukan untuk pertandingan melawan Persid Jember. “Bukannya tidak mau main, (kami, Red) mau main. Jika tidak mau main anak-anak kan tidak mungkin datang,” tegasnya.

Namun pihaknya sangat menyayangkan keputusan Komdis yang sangat tidak mendasar. “Dikatakan tidak mendasar karena kami sudah membuat surat pernyataan dengan kronologi kejadian, yang menerangkan jika Persebo Muda tidak main karena adanya hal yang terjadi sebelum pertandingan,” paparnya.

Karenanya pihaknya membuat surat keberatan, agar Komdis meninjau ulang kembali. Surat itu ditujukan kepada Ketua PSSI Jatim dan Exco PSSI Jatim. “Yang paling kami sesalkan di keputusan itu, sama sekali tidak ada tindakan kepada Persid Jember,” pungkasnya. (hud/sh)

Reporter :

Fotografer :

Editor :