Republik Kopi Terpinggirkan

TAK TERAWAT: Salah satu reklame Bondowoso Republik Kopi (BRK) di depan kantor Balai Penyuluh ini terlihat tak terawat. Sebagiannya ada yang rusak sehingga rusak cukup parah tanpa ada perawatan yang memadai.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Slogan Bondowoso Republik Kopi (BRK) yang dimunculkan era Bupati Bondowoso Amin Said Husni sekarang terpinggirkan. BRK kini seperti tak lagi menjadi ikon. Akibatnya, banyak reklame atau papan lampu dengan logo mangkrak.

IKLAN

Padahal,  Bupati Amin Said Husni saat masih menjabat berhasil mem-branding BRK ke tingkat nasional. Bahkan, internasional. “BRK sudah go internasional harusnya pemerintah daerah konsisten menjaga propmosi dan pengembangan kopi di Bondowoso,” kata Miftahul Huda, Ketua Lakpesdam PCNU Bondowoso.

Menurut dia, branding BRK sudah sangat bagus dan dikenal luas di level nasional. “Banyak orang sudah tahu Bondowoso Republik Kopi atau BRK. Pemda tinggal melanjutkan branding yang sudah go nasional bahkan internasional ini. Malah bukan mengebiri-nya,” ungkap mantan ketua GP Ansor Bondowoso tersebut.

BRK secara ekonomi dinilai terbukti memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Seharusnya pemerintah daerah mempertahankan BRK itu, kalau pemicu mau ditinggal atau dikebiri, akan menghambat pertumbuhan ekonomi di Bondowoso, bisa-bisa ekonmi merosot,” trangnya.

Apalagi, dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) Kamis (12/3) lalu defisit disebut mencapai ratusan miliar. “Kalau defisit berarti ada sesuatu yang salam dalam manajemen keuangan pemerintah,” ungkap mantan ketua PMI Kabupaten Bondowoso tersebut.

Seperti diketahui, brand BRK sudah punya nilai jual yang sangat bagus. Bukan hanya Bran BRK sudah sukses, tapi sudah luar biasa. Maka keberlanjutan BRK ini, tak perlu diragukan lagi. BRK sudah punya Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI). Sayang kalau tidak dilanjutkan lagi.

Reporter : Narto

Fotografer : Narto

Editor : Hafid Asnan