Ortu Sebut Dugaan Motif Iri Hati

KE PPA: Keluarga Korban Penculikan Anak membawa korban ke Unit PPA satreskrim Polres Bondowoso. Selanjutnya dibawa ke RSD Soebandi Jember bagian psikiater.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) satreskrim Polres Bondowoso mengundang keluarga korban penculikan anak, kemarin. Balita tiga tahun berinisial KD dibawa kedua orang tuanya ke Polres Bondowoso. Selanjutnya mereka dibawa ke RSD dr Soebandi Jember untuk mendapatkan pelayanan psikiater.

IKLAN

Kepada Radarjember.id, Ahmad Ismanto ayah korban mengatakan, saat ini kondisi korban sudah semakin membaik. Hanya maih dalam proses pemulihan saja. Yang sebelumnya hidungnya sempat beradarah, saat ini sudah kering. “Hanya lebamnya masih. Sempat rewel. Sudah kami bawa ke tukang pijat juga,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan KD, ia dimobil bersama tiga orang om-om. Kepada orang tua, KD menuturkan selain dirinya tidak ada anak kecil lagi. Ironisnya, tiga orang yang ada dimobil putih itu sempat memukul KD. Selanjutnya dilempar di Desa Baratan, Patrang. “Ketika saya tanya apakah kenal dengan orang-orang itu, adek belum mau menjawab,” ujarnya.

Korban yang merupakan putri kedua pasangan Ahmad Ismanto dan Dia Emiyanto ini, mengaku ia diajak jalan-jalan terlebih dahulu. Namun tempatnya sepi. Karena kejadian itu, ia masih trauma. Hal itu terlihat saat ia dijenguk tetangga di Perum Villa Kembang yang membawa sepeda motor dan memakai penutup mulut. KD sempat takut, namun setelah dibuka baru tidak takut.

Mengenai motif kejadian ini, ini masih ditangani polisi dengan memburu pelaku. Hanya saja orang tua menduka jika motif nya bukan perampokan. Sebab barang-barang yang hilang seperti anting, gelang dan kalung, nilainya tidak seberapa. “Sepintas yang saya pikir, motifnya iri hati. Kalau barang-barnag itu hanya sebatas alibi saja. Untuk menghilangkan jejak (agar dianggap, Red) benar-benar penculikan. Namun saya kira itu bukan penculikan,” tegasnya.

Namun Ahmad Ismanto tidak menerangkan detail tentang dugaannya tersebut. Hanya saja, selama ini ia sebagai kepala keluarga merasa tidak pernah berselisih dengan siapapun. Di Perum Villa Kembang, ia termsuk warga baru. Sekitar empat tahunan menempati. Seluruh wilayah sangat baik. (*)

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor :