Satu Orang Dijaga 150 Polisi

Gelar Aksi Sendirian Kritisi BUMD

SENDIRIAN: Ketua LSM Jas Merah Ilham Mulyadi menyampaikan aspirasinya seorang diri di depan Pemkab Bondowoso, kemarin.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Suasana di depan Pemkab Bondowoso kemarin penuh dengan personil polisi. Sekitar 150 polisi bersiaga di sana. Mobil water canon juga disiapkan. Berjajar polwan dengan rompi oranye. Penjagaan itu karena ada ada surat masuk ke Polres mau ada unjuk rasa (unras). Ternyata unjuk rasa itu hanya dilakukan seorang saja.

IKLAN

Aksi seorang diri itu dilakukan Ilham Mulyadi. Dia adalah Ketua LSM Jas Merah Bondowoso. Dalam unjuk rasa itu, dia mengatasnamakan Forum Komunitas Petani Kopi Bondowoso. Unjuk rasa itu untuk menyampaikan aspirasi tentang kebijakan bupati khususnya kopi. Selain itu unjuk rasa dilakukan karena ada dugaan kerugian negara yang dilakukan oleh oknum pengurus PT Bogem.

Kabag Ops Kompol Agustinus Robby Hartanto mengatakan, adanya pengamanan adalah prosedur yang harus dilaksanakan. Berapapun jumlah peserta unjuk rasa namun petugas harus melaksanakan pengamanan sesuai Standar Operating Procedure (SOP). “Kami menerjunkan anggota karena SOP nya seperti ini,” jelasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, Ilham mengatakan, pemerintah jangan menjadikan Bondowoso Republik Kopi (BRK) sebagai simbol politik. Pihaknya menantang pemkab untuk membuktikan PT Bondowoso Gemilang (Bogem) yang diciptakan untuk menjadi garda terdepan pengembangan kopi, agar tidak diisi oleh kumpulang orang-orang yang kurang maksimal. “Ada indikasi kerugian dalam pelaksanaannya. Ingat itu adalah uang rakyat,” jelasnya.

Selain itu, atas nama Forum Komunikasi Petani Kopi Bondowoso, pihaknya meminta agar jangan menjadikan petani kopi sebagai boneka politik. Juga menuntut untuk mengadili oknum pengurus PT Bogem yang merugikan BUMD. “Evaluasi perda dan perbub tentang pengelolaan kopi,” ujarnya.

Walaupun sendiri, Ilham membawa properti berupa patung dan banner. Setelah orasi, dia diterima oleh Sekda Syaifullah di ruangan. Ilham meminta kepada wartawan untuk tidak ikut menyaksikan adanya pertemuan tersebut.

Usai menemui, Sekda Syaifullah menegaskan, pihaknya saat ini tengah melakukan pembenahan besar-besaran. Khusus PT Bogem, pihaknya sudah melibatkan inspektorat untuk mengaudit. Hari Minggu besok Direktur bersama komisaris dipanggil untuk dipertemukan dengan auditor. “Jadi kami selesaikan. Tidak bisa jika hanya teori,” tegasnya.

 

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Hafid Asnan