alexametrics
24.4C
Jember
Tuesday, 19 January 2021
Mobile_AP_Top Banner

Merasa Dirugikan, Pedagang Wadul DPRD

Desktop_AP_Leaderboard
Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penataan pasar kembali dilakukan. Pedagang kembali berontak. Alasannya sama, yakni di lantai atas sepi. Karena tidak terima atas desakan pemindahan dari pinggir jalan ke lantai atas Pasar Induk Bondowoso, sejumlah pedagang wadul ke dewan, kemarin.

Puluhan pedagang mulai dari pedagang sayur, daging, rempah, sampai pedagang tahu tempe, ikut semua. Mereka ramai-ramai menyampaikan aspirasi. Mereka menyampaikan keluhan pengelolaan pasar yang dianggap tidak baik dan merugikan pedagang.

Para pedagang menolak pemindahan tempat jualan mereka ke lantai dua. Alasannya, tempat tersebut kurang strategis untuk berjualan. Kondisi tempatnya sangat sepi sehingga merugikan para pedagang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Endang, 40, salah seorang pedagang, mengatakan, banyak pembeli yang enggan ke lantai dua. Alasannya takut jatuh karena lantainya licin. Selain itu, lelah jika harus naik tangga. Apalagi barang yang mau dibeli tidak seberapa. “Ke pasar hanya butuh ayam seperempat kilo, masih harus naik. Butuh sayur, eh masih suruh naik lagi” jelasnya. Akibatnya, banyak pembeli yang mengurungkan niatnya untuk berbelanja.

Ironisnya lagi, sempat terjadi keributan di lantai atas karena tempat jualannya berdekatan. Seperti pernah terjadi pertengkaran antarpedagang daging ayam di lantai dua. Beruntung, saat itu banyak yang melerai. “Siapa yang akan bertanggung jawab kalau seandainya tidak ada yang melerai,” terangnya.

Iis, pedagang lain, mengungkapkan, tindakan represif yang dilakukan Satpol PP dalam melakukan razia dan operasi penertiban sepekan terakhir, dirasa berlebihan oleh pedagang. Bahkan sampai mengambil meja-meja para pedagang yang digunakan untuk jualan.

“Meja itu kan alat utama kami berdagang. Kalau dirampas, terus kami mau berdagang apa. Jadi, kami ya tak bisa jualan beberapa hari. Padahal, jualan hari ini ya kami makan hari ini,” terang Iis.

Sebelumnya, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso telah memberikan surat imbaun kepada para pedagang untuk segera memindahkan lapak dan barang dagangannya di tempat yang sudah disediakan. Yakni di lantai dua pasar induk. Melalui surat tersebut Diskoperindag bertujuan untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan pengguna pasar tersebut. Bagi para pedagang yang tidak mengikuti surat imbauan tersebut, maka akan dilakukan penertiban.

 

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penataan pasar kembali dilakukan. Pedagang kembali berontak. Alasannya sama, yakni di lantai atas sepi. Karena tidak terima atas desakan pemindahan dari pinggir jalan ke lantai atas Pasar Induk Bondowoso, sejumlah pedagang wadul ke dewan, kemarin.

Puluhan pedagang mulai dari pedagang sayur, daging, rempah, sampai pedagang tahu tempe, ikut semua. Mereka ramai-ramai menyampaikan aspirasi. Mereka menyampaikan keluhan pengelolaan pasar yang dianggap tidak baik dan merugikan pedagang.

Para pedagang menolak pemindahan tempat jualan mereka ke lantai dua. Alasannya, tempat tersebut kurang strategis untuk berjualan. Kondisi tempatnya sangat sepi sehingga merugikan para pedagang.

Endang, 40, salah seorang pedagang, mengatakan, banyak pembeli yang enggan ke lantai dua. Alasannya takut jatuh karena lantainya licin. Selain itu, lelah jika harus naik tangga. Apalagi barang yang mau dibeli tidak seberapa. “Ke pasar hanya butuh ayam seperempat kilo, masih harus naik. Butuh sayur, eh masih suruh naik lagi” jelasnya. Akibatnya, banyak pembeli yang mengurungkan niatnya untuk berbelanja.

Ironisnya lagi, sempat terjadi keributan di lantai atas karena tempat jualannya berdekatan. Seperti pernah terjadi pertengkaran antarpedagang daging ayam di lantai dua. Beruntung, saat itu banyak yang melerai. “Siapa yang akan bertanggung jawab kalau seandainya tidak ada yang melerai,” terangnya.

Iis, pedagang lain, mengungkapkan, tindakan represif yang dilakukan Satpol PP dalam melakukan razia dan operasi penertiban sepekan terakhir, dirasa berlebihan oleh pedagang. Bahkan sampai mengambil meja-meja para pedagang yang digunakan untuk jualan.

“Meja itu kan alat utama kami berdagang. Kalau dirampas, terus kami mau berdagang apa. Jadi, kami ya tak bisa jualan beberapa hari. Padahal, jualan hari ini ya kami makan hari ini,” terang Iis.

Sebelumnya, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso telah memberikan surat imbaun kepada para pedagang untuk segera memindahkan lapak dan barang dagangannya di tempat yang sudah disediakan. Yakni di lantai dua pasar induk. Melalui surat tersebut Diskoperindag bertujuan untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan pengguna pasar tersebut. Bagi para pedagang yang tidak mengikuti surat imbauan tersebut, maka akan dilakukan penertiban.

 

Mobile_AP_Half Page
Desktop_AP_Half Page

Berita Terbaru

Desktop_AP_Rectangle 1

Wajib Dibaca