Pendaftaran Calon DPRD 2019 Masih Sepi

Sholikhul Huda/Radar Ijen SOSIALISASI: Para utusan dari 16 partai politik saat menghadiri sosialisasi di kantor KPU Bondowoso, kemarin.

BONDOWOSO – Pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) 2019 sudah dibuka 4 Juli 2018 lalu. Namun, sampai saat ini masih sepi pendaftar. Padahal, pendaftaran bakal ditutup KPU Bondowoso 17 Juli 2018 pekan depan. Diperkirakan para caleg mendaftar ke KPU Bondowoso pada injury time. Sebab, banyak bacaleg yang sedang mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan surat kesehatan.

IKLAN

Divisi Teknis KPUD Bondowoso Saifullah mengatakan, sebenarnya satu bulan sebelum dibuka pendaftaran, KPUD telah meminta Liaison Officer (LO) dari masing-masing partai politik untuk mengunggah berkas calon pada Sistem Informasi Pencalonan (Silon). Oleh karenanya, saat itu ditekankan LO harus orang yang mengerti IT. Namun, nyatanya masih belum ada yang mengunggahnya. “Sebenarnya harus cepat mendaftar, sebab banyak persyaratan yang harus dipenuhi,” tegasnya.

Saifullah mengimbau agar partai politik (parpol) harus bisa mengusahakan pendaftaran bacaleg jangan sampai H-3 atau H-2. Sebab, berkaitan dengan kelengkapan berkas. Jika waktunya longgar, ketika ada berkas yang belum lengkap, bisa melengkapi dengan leluasa. “Seandainya mereka (bacaleg) mendaftar lebih awal, bacaleg lebih mudah, KPU juga lebih mudah,” tegasnya.

Dijelaskannya, jika pada akhir pengajuan bacaleg, yakni pada 17 Juli 2018 sampai jam terakhir, masih ada bacaleg yang belum memenuhi syarat, maka KPU minta kepada parpol untuk dicoret. Sebab, pada 18 Juli 2018, KPU hanya akan melakukan verifikasi, bukan lagi menerima pendaftaran.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, beberapa hari ini pembuatan SKCK dan permintaan tes kesehatan di RSD Koesnadi Bondowoso sudah sering didatangi anggota DPRD atau masyarakat yang ingin mencalonkan diri sebagai DPRD. Misalnya saja SKCK, ada yang mengurus SKCK secara rombongan. “Sudah banyak yang mengurus SKCK,” ujar AKP Deky, Kasat Intel Polres Bondowoso. Mungkin saja, mereka belum langsung mendaftar. Sebab, masih mengurus kelengkapan lain. Sebab, selain SKCK, juga dibutuhkan surat keterangan tidak pernah terlibat pidana di Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso.

Sementara, beberapa orang yang akan mencalonkan diri mengaku sudah mengurus SKCK, surat kesehatan, dan tes narkoba. Hanya saja, mereka menunggu anggota lain dari parpol yang akan memberangkatkan. Seperti diungkapkan Eko Setia Budi, Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Bondowoso. Dia rencananya akan maju melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). “Saya sudah buat SKCK, sudah mengurus surat kesehatan, tetapi masih belum ke KPU, tunggu saja,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Syaiful Bahri Husnan, Sekretaris DPC PPP Bondowoso. Dia sudah mengurus SKCK dan tes kesehatan. Namun, memang belum mendaftarkan diri. Sebab, jangkanya masih panjang. Yakni sampai 17 Juli 2018. Sementara, berdasarkan kuota, setiap parpol bisa mencalonkan 100 % jumlah kursi.

Sementara ada lima dapil yang ada di Bondowoso. Setiap dapil ada 9 kursi. Jika 16 partai mendaftarkan maksimal calon, yakni 9 calon, maka akan ada 144 calon per dapil. Jika di kali lima dapil, maka akan ada 720 calon seluruh Bondowoso. (hud/c2/aro)

Reporter :

Fotografer :

Editor :