Tekan Angka Pernikahan Dini, Hindari Seks Bebas, dan Jauhi Narkoba

BKKBN Adakan GenRE Ceria

JETIS.RADARJEMBER.ID – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Bondowoso, mengadakan kegiatan GenRE Ceria atau Generasi Berencana Ceria. Acara tersebut berlangsung Minggu (9/8) di MTs Syarif Hidayatullah, Desa Jetis, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso.
Hadir dalam agenda tersebut yakni Anggota Komisi 9 DPR RI Anas Thahir, Sekretaris BKKBN Provinsi Jawa Timur Shodikin, Plt Dinas KBPP Bondowoso Awan Boedyono, beserta para remaja puteri yang merupakan peserta GenRE Ceria.
Dalam kesempatan itu, Anas mengatakan, sebagai anggota Komisi 9 dirinya bertugas mengawasi kegiatan BKKBN selaku mitra kerjanya. ”BKKBN tidak hanya bertugas membagikan alat kontrasepsi sebagai pencegah kehamilan atau melakukan sosialisasi dua anak cukup. Namun, tugas BKKBN adalah bagaimana membuat ratusan juta warga negara Indonesia sejahtera,” ujar politisi PPP tersebut.
Sebagai informasi, BKKBN saat ini gencar melakukan sosialisasi program pembangunan keluarga bersama mitra kerja. Salah satunya di Desa Jetis, Kecamatan Curahdami. Melalui program GenRE Ceria, masyarakat diharapkan memahami usia minimal dalam menikahkan anak-anaknya.
“Hindari pernikahan usia dini. Sebaliknya saat menikahkan anak-anaknya, orang tua mematuhi anjuran pemerintah yakni bagi perempuan minimal usia 21 tahun dan bagi laki-laki minimal 25 tahun,” katanya.
Sebab, lanjut dia, di usia dini organ reproduksi belum matang. Pernikahan dini juga memicu timbulnya perceraian. Karena itu, dirinya menegaskan bahwa untuk menikah harus matang secara usia, kesehatan organ reproduksi, dan ilmu. ”Juga siap secara ekonomi,” katanya.
Anas juga akan terus memantau kegiatan BKKBN di lapangan, untuk menyukseskan program pemerintah. Selain di Bondowoso, dirinya memantau kegiatan GenRE Ceria ini di Besuki, Situbondo. Bahkan, sebagai anggota Komisi 9, ia bersama anggota lainnya sudah mengunjungi 300 titik, baik itu di kota atau kabupaten, kecamatan hingga desa.
Sementara itu Sekretaris BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodikin mengatakan, program GenRE Ceria ini diikuti para remaja yang nantinya bertugas melakukan sosialisasi ke teman sekolah, tetangga dan komunitas remaja. Mereka yang sudah dibekali pengetahuan, wajib untuk menyosialisasikan tiga hal yakni hindari seks sebelum nikah, hindari pernikahan dini, serta jauhi narkoba.”Tiga hal ini merugikan generasi muda jika dilanggar,” katanya.
Selain itu, BKKBN juga memiliki program PIKR atau Pusat Informasi Konseling Remaja.”Biasanya remaja itu malu jika mau konsultasi. Oleh sebab itu, PIKR ini bisa menjadi tempat bagi remaja untuk konseling,” katanya. Selain itu, BKKBN juga punya program Tri Bina Balita, Remaja dan Lansia.
Plt Dinas KBPP Bondowoso, Awan Boedyono menegaskan, anak-anak remaja wajib meraih pendidikan yang tinggi. Saat ini, kata Awan, angka pernikahan dini di Bondowoso menjadi masalah karena masih tinggi. ”Oleh sebab itu, teruslah sekolah, minimal SMA. Jangan melakukan pernikahan dini,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut Anas dan BKKBN Jawa Timur juga membagikan beras sebanyak 1.000 paket di Bondowoso, 1.000 paket di Situbondo dan 1.000 paket di Banyuwangi. (kl)

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Gugah Eko Saputro
Fotografer: Istimewa