alexametrics
20.9C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pedagang Pilih Kademangan Ketimbang Selolembu

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Suasana Pasar Hewan Selasaan yang berada di Kelurahan Kademangan masih sangat ramai. Dari pagi hingga siang hari, ratusan pedagang hewan sibuk bertransaksi dengan pembeli.

Hewan sapi dan kambing pun mendominasi hewan yang diperjual belikan disana. Selain sapi dan kambing, burung juga menjadi favorit pembeli. Hanya saja, pedagang burung berjualan di bahu-bahu jalan yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas. “Kalau di Pasar hewan Selasaan ini memang masih ramai pembeli. Karena memang sudah lama saya berjualan disini,” kata Suroso, salah seorang pedagang Sapi asal Grujugan ini.

Menurutnya, para konsumennya pun memilih menuju Pasar Selasaan yang berada di Kademangan itu. Ketimbang Pasar Hewan Terpadu yang sudah dibangun di Desa Selolembu, Kecamatan Curahdami. “Kalau di Selolembu jaraknya jauh. Kalau di Kademangan ini kan masih wilayah kota. Jadi pembeli dari mana saja bisa menjangkau tidak terlalu jauh,” imbuh Suroso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Disisi lain Didik Muriyanto Kepala UPT Pasar Induk Bondowoso membenarkan bahwa Pasar Hewan Terpadu yang berada di Desa Silolembu, Curahdami serta Pasar Hewan Selasaan Kademangan masih sama-sama beroperasi. “Di Pasar Hewan Selasaan Kademangan tetap buka hari Selasa. Hari Kamis juga buka di Selolembu,” kata Didik melalui pesan singkat.

Didik pun tak memungkiri, bahwa para pedagang masih banyak berjualan di Pasar Selasaan. Belum seratus persen seluruh pedagang bersedia dipindah ke Selolembu. Banyak faktor menurut pedagang yang mereka masih kukuh berjualan di Kademangan. “Pasar yang di Selolembu tetap akan kami optimalkan juga. Sembari kekurangan yang ada kami butuh masukan dari pedagang. Nanti akan kami ajukan untuk pembenahannya,” imbuh Didik.

Senada dengan Didik, Staf Pasar Hewan Kota Bambang Eko mengatakan, masyarakat merespons dengan baik jika pasar hewan buka dua kali dalam seminggu. Kemudian, pemindahan Pasar Selasaan ke Pasar Hewan Terpadu memang menjadi program dari Diskoperindag.

Tapi dengan beberapa pertimbangan dan perkembangan yang terjadi, maka untuk sementara dibiarkan seperti biasanya. “Sementara Selasa tetap di sana, kemudian Kamis tetap di sini,” ungkapnya.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Suasana Pasar Hewan Selasaan yang berada di Kelurahan Kademangan masih sangat ramai. Dari pagi hingga siang hari, ratusan pedagang hewan sibuk bertransaksi dengan pembeli.

Hewan sapi dan kambing pun mendominasi hewan yang diperjual belikan disana. Selain sapi dan kambing, burung juga menjadi favorit pembeli. Hanya saja, pedagang burung berjualan di bahu-bahu jalan yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas. “Kalau di Pasar hewan Selasaan ini memang masih ramai pembeli. Karena memang sudah lama saya berjualan disini,” kata Suroso, salah seorang pedagang Sapi asal Grujugan ini.

Menurutnya, para konsumennya pun memilih menuju Pasar Selasaan yang berada di Kademangan itu. Ketimbang Pasar Hewan Terpadu yang sudah dibangun di Desa Selolembu, Kecamatan Curahdami. “Kalau di Selolembu jaraknya jauh. Kalau di Kademangan ini kan masih wilayah kota. Jadi pembeli dari mana saja bisa menjangkau tidak terlalu jauh,” imbuh Suroso.

Mobile_AP_Half Page

Disisi lain Didik Muriyanto Kepala UPT Pasar Induk Bondowoso membenarkan bahwa Pasar Hewan Terpadu yang berada di Desa Silolembu, Curahdami serta Pasar Hewan Selasaan Kademangan masih sama-sama beroperasi. “Di Pasar Hewan Selasaan Kademangan tetap buka hari Selasa. Hari Kamis juga buka di Selolembu,” kata Didik melalui pesan singkat.

Didik pun tak memungkiri, bahwa para pedagang masih banyak berjualan di Pasar Selasaan. Belum seratus persen seluruh pedagang bersedia dipindah ke Selolembu. Banyak faktor menurut pedagang yang mereka masih kukuh berjualan di Kademangan. “Pasar yang di Selolembu tetap akan kami optimalkan juga. Sembari kekurangan yang ada kami butuh masukan dari pedagang. Nanti akan kami ajukan untuk pembenahannya,” imbuh Didik.

Senada dengan Didik, Staf Pasar Hewan Kota Bambang Eko mengatakan, masyarakat merespons dengan baik jika pasar hewan buka dua kali dalam seminggu. Kemudian, pemindahan Pasar Selasaan ke Pasar Hewan Terpadu memang menjadi program dari Diskoperindag.

Tapi dengan beberapa pertimbangan dan perkembangan yang terjadi, maka untuk sementara dibiarkan seperti biasanya. “Sementara Selasa tetap di sana, kemudian Kamis tetap di sini,” ungkapnya.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

Desktop_AP_Leaderboard 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Suasana Pasar Hewan Selasaan yang berada di Kelurahan Kademangan masih sangat ramai. Dari pagi hingga siang hari, ratusan pedagang hewan sibuk bertransaksi dengan pembeli.

Hewan sapi dan kambing pun mendominasi hewan yang diperjual belikan disana. Selain sapi dan kambing, burung juga menjadi favorit pembeli. Hanya saja, pedagang burung berjualan di bahu-bahu jalan yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas. “Kalau di Pasar hewan Selasaan ini memang masih ramai pembeli. Karena memang sudah lama saya berjualan disini,” kata Suroso, salah seorang pedagang Sapi asal Grujugan ini.

Menurutnya, para konsumennya pun memilih menuju Pasar Selasaan yang berada di Kademangan itu. Ketimbang Pasar Hewan Terpadu yang sudah dibangun di Desa Selolembu, Kecamatan Curahdami. “Kalau di Selolembu jaraknya jauh. Kalau di Kademangan ini kan masih wilayah kota. Jadi pembeli dari mana saja bisa menjangkau tidak terlalu jauh,” imbuh Suroso.

Disisi lain Didik Muriyanto Kepala UPT Pasar Induk Bondowoso membenarkan bahwa Pasar Hewan Terpadu yang berada di Desa Silolembu, Curahdami serta Pasar Hewan Selasaan Kademangan masih sama-sama beroperasi. “Di Pasar Hewan Selasaan Kademangan tetap buka hari Selasa. Hari Kamis juga buka di Selolembu,” kata Didik melalui pesan singkat.

Didik pun tak memungkiri, bahwa para pedagang masih banyak berjualan di Pasar Selasaan. Belum seratus persen seluruh pedagang bersedia dipindah ke Selolembu. Banyak faktor menurut pedagang yang mereka masih kukuh berjualan di Kademangan. “Pasar yang di Selolembu tetap akan kami optimalkan juga. Sembari kekurangan yang ada kami butuh masukan dari pedagang. Nanti akan kami ajukan untuk pembenahannya,” imbuh Didik.

Senada dengan Didik, Staf Pasar Hewan Kota Bambang Eko mengatakan, masyarakat merespons dengan baik jika pasar hewan buka dua kali dalam seminggu. Kemudian, pemindahan Pasar Selasaan ke Pasar Hewan Terpadu memang menjadi program dari Diskoperindag.

Tapi dengan beberapa pertimbangan dan perkembangan yang terjadi, maka untuk sementara dibiarkan seperti biasanya. “Sementara Selasa tetap di sana, kemudian Kamis tetap di sini,” ungkapnya.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran