PT Bogem akan Dirombak

SAAT PARIPURNA: Bupati Salwa Arifin saat di agenda Paripurna DPRD 1 Agustus 2019.

BONDOWOSO RADARJEMBER.ID – Setelah sekian lama dibahas di DPRD, mengenai BUMD PT Bondowoso Gemilang (Bogem), Pemkab akan melakukan restrukturisasi. Hal itu diungkapkan Bupati Salwa Arifin dalam rapat paripurna DPRD 1 Agustus 2019. Awalnya hal ini menjadi pertanyaan Fraksi Golkar. Selanjutnya dijawab bupati.

IKLAN

Bupati mengatakan, terkati kelembagaan PT Bondowoso Gemilang, pemerintah akan melakukan restrukturisasi kelembagaan. Baik dari jajaran komisaris maupun direksi. Sedangkan orientasi bisnis, selain komoditas kopi, pemerintah akan melakukan pengembangan usaha dengan memanfaatkan aset eks UPT Kayu dan UPT Logam. “Termasuk untuk mengkaji rencana pengelolaan pasar daerah dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan kepada PT Bondowoso Gemilang,” jelasnya.

Ketua Komisi II Ady Kriesna mengatakan, apa yang menjadi jawaban bupati sinkron dengan Pemandangan Umum Fraksi Golkar. Menurutnya restrukturisasi sangat diperlukan. Mengingat kinerja BUMD PT Bogem sejak dibentuk belum ada hasilnya. “Bahkan saat presentasi di hadapan komisi dua, direksi tidak dapat meyakinkan kami mengenai program usaha yang dilakukan,” jelasnya.

Dijelaskan, BUMD PT Bogem keberadaannya telah dilegalkan melalui Perda No 1/2017. Pada pasa 5 di Perda, disebutkan PT Bogem mengelola potensi daerah guna meningkatkan PAD, memanfaatkan dan mengembangkan potensi sumberdaya daerah yang tersedia, meningkatkan dan mengembangkan perekonomian daerah, memperluas kesempatan berusaha dan lapangan kerja, penyediaan barang/jasa yang bermutu, dan guna memeperoleh laba dari setiap aktifitas ekonomi yang dilakukannya.

Akan tetapi, dari progres dan pantauan Fraksi Partai Golkar, personalia yang ada saat ini kurang mampu memerankan diri dan memberikan kreasi kerja terbaik guna mewujudkan tujuan pendirian perusahaan tersebut. Karenanya saat PU Fraksi, Golkar meminta agar ada restrukturisasi atau penata-ulangan kembali struktur organisasi termasuk personalianya.

Selain itu juga harus ada revitalisasi, penguatan kembali jati diri sebagai perseroan (perusahaan) yang bertujuan untuk meningkatkan PAD. Serta reorientasi bisnis BUMD. “Juga melakukan pemfokusan terhadap core bussines perseroan, sehingga memiliki bidang garap yang jelas dan tidak tumpang tindih dengan unit lainnya,” ujar Adi Kriesna.

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Hafid Asnan