Kemeriahan ITR Menurun, Namun Tetap Semangat

SEMANGAT: Para pelari saat dilepas Minggu dini hari. Mereka adalah peserta lari dalam even Ijen Trail Running (ITR) 2019.

BONDOWOSO RADARJEMBER.ID – Salah satu komentar dari masyarakat yang sama-sama hadir dalam even Ijen Trail Running (ITR) adalah menurunnya kemeriahan. Itulah salah satu yang terluap dilapangan kecil di Desa Sempol, Ijen dalam gelaran ITR 2019, kemarin (4/8). Namun semangat para pelari luar biasa. Mereka yang datang dari berbagai daerah, tetap bersemangat mengikuti track lari dengan medan pegunungan tersebut.

IKLAN

Data dari panitia, tahun ini ada peserta dari 20 negara. Memang jika dibandingkan dengan 2018, jumlah negaranya mengalami penurunan. Sebab tahun lalu panitia menuturkan ada peserta dari 24 negara.

Tentang jarak tempuh, tahun ini ada empat kategori. Pertama jarak 100 k yang masuk jarak ultra. Jarak 100 k atau 100 ribu meter ini, ditempuh di Pegunungan Ijen. Start di lapangan kecil Desa Sempol, para pelari menyusur berbagai titik diwilayah Ijen. Mulai Malabar, Kawah Ruwung, sampai puncak Kawah Ijen. Sesampaikan di puncak, para pelari putar balik, lantas menuju finish di tempat start. Cut Off Time (COT) atau waktu maksimal yang ditetapkan panitia 32 jam. Namun para pelari banyak yang datang sebelum COT berakhir.

Berikutnya disusul kelas tempuh dibawahnya. Yakni 70 k, 42 k, 21 k dan 10 k. Kelas yang menapaki Kawah Ijen hanya kelas 100 k dan 70 k saja. Kelas dibawahnya hanya mengitari area Kecamata Ijen. Seperti Kawah Wurung, Pemandian Air Panas Blawan dan berbagai titik lainnya.

Kepala Disparpora Harry Patriantono dalam Jumpa Pers di Catimor Hotel, Ijen mengatakan even ITR ke 5 kali tersebut diikuti 20 negara. Harapan pemerintah ada peningkatan jumlah kunjungan wisata ke Bondowoso. Selain itu lenght of stay menjadikan dampak positif bagi masyarakat. “Lenght of stay akan berdampak pada spend of money. Banyak yang menyewa rumah-rumah penduduk dan banyak yang membeli makanan yang disediakan penduduk,” jelasnya.

Dijelaskan, ITR merupakan even lari yang sudah masuk International Trail Running Association (ITRA). Ada lima even sejenis di dunia, salah satunya di Indonesia. Karenanya menurut Harry hal itu patut menjadi kebanggaan. Mengingat even tersebut kelas international. Sehingga bisa menjadi salah satu even yang mendukung bangunan kepariwisataan.

Sementara Panitia salah seorang Pengurus Asian Trail Master Kris Van De Velde mengatakan, dalam kalender Asian Trail Master, ada tiga tempat di Indonesia yang masuk dalam kelener even Asian Trail Master. Yakni Tahura Trail Running di Bandung, Mantra Summit Challenge di Pandaan Pasuruan dan Ijen Trail Running (ITR) di Bondowoso. “Untuk even di Ijen, pemandangannyanya sangat bagus, medannya sangat menantang,” jelasnya. Satu kata yang ia ucapkan, so faar so good.

Perlu diketahui, tema ITR 2019 adalah Race To The Bule Fire. Hal itu dimaksudkan untuk memanjakan para pelari dengan keindahan Kawah Ijen. Selain itu mengenalkan berbagai tempat lain disekitarnya.

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Hafid Asnan