Sembilan Pantun Bupati Amin di Paripurna

Sholikhul Huda/Radar Ijen PARIPURNA: Bupati Amin Said Husni saat menghadiri rapat paripurna DPRD, kemarin. Di akhir pidatonya, dia melontarkan sembilan pantun yang menyentuh hati.

BONDOWOSO – Ada yang beda dalam Sidang Paripurna Istimewa Penyerahan Rekomendasi DPRD Kabupaten Bondowoso terhadap LKPJ Akhir Masa Jabatan Bupati Bondowoso tahun 2013-2018. Setelah tujuh fraksi menyerahkan rekomendasi, giliran Bupati Amin Said Husni menyampaikan sambutannya. Bupati Amin menutup sambutan dengan sembilan pantun yang menyentuh hati.

IKLAN

Sembilan pantun itu dibacakan Bupati Amin Said Husni pada saat menutup sambutannya. Seluruh pantun ini mendapat apresiasi dari peserta sidang paripurna DPRD Bondowoso. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Amin menyampaikan terima kasih kepada forpimda dan legislatif yang selama ini menjalin koordinasi yang bagus untuk pembangunan Bondowoso. Semuanya saling menunjang pembangunan di Bondowoso. Membuat pembangunan berjalan lancar dan bagus. Mulai perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan. “Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasinya selama pemerintahan yang saya pimpin,” tegasnya.

Terhadap rekomendasi yang diberikan DPRD akan jadi acuan. Baik kebijakan maupun teknis peraturan dan perencanaan dalam menentukan prioritas. Selain itu, segenap saran, masukan, maupun kritik, akan menjadi respons secara positif. “Agar arah pembangunan ke depan semakin baik dan terarah,” tegasnya.

Dijelaskannya, masa aktif Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso akan berakhir pada 16 September 2018. Pihaknya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya terhadap pemangku kepentingan. Yakni rekan-rekan DPRD, rekan-rekan forpimda, tokoh agama, para alim ulama, rekan media, dan seluruh masyarakat Bondowoso yang telah mengiringi dan mendampingi pemerintahan selama ini, sehingga mampu mewujudkan Bondowoso yang aman, tenteram, dan damai.

“Saya teringat ungkapan seorang pendaki gunung, bahwa tidak ada jalan pintas menuju puncak. Dan mendaki puncak itu adalah pilihan. Tetapi turun dan pulang ke rumah adalah sebuah kewajiban,” tegasnya. Dijelaskan, bupati ada masanya dan setiap masa ada bupatinya. Pihaknya meminta maaf kepada masyarakat Bondowoso apabila dalam memberikan pelayanan selama ini masih kurang. “Saya berharap, penerus saya bisa meneruskan kinerja pemerintah daerah, mengoptimalkan pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bondowoso,” tegasnya. (hud/mgc/aro)

Reporter :

Fotografer :

Editor :