Berharap Tak Hanya Jadi Pelengkap Caleg Perempuan dalam Pileg 2019 di Bondowoso

Sholikhul Huda/Radar Ijen AKTIVIS: Murti Jasmani merupakan salah satu aktivis perempuan di Bondowoso. Dia sangat berharap caleg perempuan tidak hanya menjadi pelengkap dalam pileg 2019.

RADARJEMBER.ID- Pada pileg 2019, PKPU mensyaratkan adanya minimal 30 persen porsi calon legislatif (caleg) adalah perempuan. Hal itu merupakan peraturan yang harus dijalankan sebagai wujud keadilan gender. Namun, banyak kalangan menganggap, caleg perempuan selama ini hanya menjadi syarat partai saja untuk bisa lolos menjadi anggota legislatif. Untuk menang, caleg perempuan dirasa sangat sulit.

IKLAN

Ketua LSM Edelweis Bondowoso Murti Jasmani mengatakan, perempuan selama ini terasa masih dianaktirikan dalam pencalegan. Hal itu terbukti dari sedikitnya wakil partai perempuan yang duduk di DPRD Bondowoso. “Seharusnya tiga puluh persen itu adalah porsi kursi, misalnya saja dari 45 kursi, maka minimal 30 persen anggota DPRD adalah perempuan, sehingga suara perempuan benar-benar ada,” tegasnya.

Namun, kenyataannya saat ini perempuan yang menjadi DPRD masih tiga orang saja. Sehingga, pihaknya mengkritisi minimnya perempuan yang bisa bersuara di parlemen. Padahal, aspirasi perempuan merupakan sesuatu yang sangat penting. “Mengingat banyak aspirasi perempuan yang harus diperjuangkan,” ungkap mantan aktivis HMI tersebut.

Dijelaskannya, selama ini DPT perempuan lebih banyak dari laki-laki. Pada pilkada 27 Juni 2018, jumlah DPT 578.741. Sebanyak 300.561 di antaranya adalah perempuan. Sedangkan laki-laki berada di bawah jumlah perempuan yang hanya 278.180. Tentunya peran perempuan tidak hanya untuk menyalurkan suara saja, namun harus lebih jauh lagi. “Kami membayangkan, ketika perempuan bisa menjadi bagian dari orang yang berperan aktif bagi pembangunan, maka akan lebih sempurna,” ujar perempuan yang juga anggota KAHMI Bondowoso tersebut.

Menurut dia, partisipasi bukan hanya memilih, namun harus terlibat dalam mengatur pemerintahan. Dalam berbagai event misalnya, pemerintah desa harus mendorong perempuan ikut musdes (musyawarah desa). Di tingkatan atas harus ada sumbangsih muscam (musyawarah kecamatan) bahkan sampai muskab (musyawarah kabupaten). “Jadi, selain mengikutsertakan dalam rangka pembangunan pemerintahan, juga ada kontribusi nyata,” jelasnya.

Pada 2019, pihaknya berniat untuk ikut berpartisipasi. Yakni akan maju menjadi caleg pada dapil 4 Bondowoso. Yakni melalui PKS. Harapannya akan ada kepercayaan masyarakat kepada caleg perempuan untuk bisa memperjuangkan aspirasi perempuan.

Reporter & Fotografer: Sholikhul Huda
Editor : Narto
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :