Masuk TPS Dilarang Membawa Kamera dan HP

LUMAJANG- Masuk ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat coblosan digelar besok, pemilih dilarang membawa kamera dan HP. Sampai ketahuan ada yang memaksa masuk dengan dua alat tersebut, petugas dipastikan meminta yang bersangkutan menaruhnya lebih dulu.

IKLAN

Divisi Partisipasi masyarakat dan SDM KPU Lumajang, Muhammad Ridhol Mujib, mengaku sebelumnya banyak mendapat keluhan terkait pendokumentasian hasil pilihan atau coblosan pemilih. “Banyak keluhan memang terkait penggunaan HP dan kamera di bilik suara. Dipastikan itu dilarang,” akunya.

Larangan KPU ini bukannya tidak mendasar. Tapi berpijak pada peraturan KPU nomor 8 tahun 2018. Tentang pemungutan dan penghitungan suara. Katanya, di pasal 35 ayat 1 huruf d berbunyi “Mengingatkan dan melarang pemilih membawa telepon genggam dan atau alat perekam gambar lainnya ke bilik suara,” jelasnya mengutip pasal di aturan KPU.

Selain itu juga diatur pada pasal 39 peraturan yang sama. Pemilih dilarang mendokumentasikan hak pilihnya di bilik suara sebagaimana dimaksud pasal 38 yang mengatur tentang pemilih yang menerima surat suara dari ketua kpps. “Jadi kesimpulannya, sebelum masuk bilik, petugas ketertiban akan memeriksa pemilih apakah membawa telepon genggan atau alat perekam gambar lainnya. Jika ditemukan akan diamankan sementara oleh petugas. Setelah selesai coblosan akan diberikan kembali,” paparnya.

Jika petugas kecolongan, apabila ditemukan saat mencoblos dan mendokumentasikan, maka akan ada tindakan lain. “Pemilih akan dikeluarkan dulu dan diminta meletakkan telepon genggan dan menghapus gambar yang telah didokumentasikannya.
Dan jika ditemukan di medsos, maka harus segera dihapus postingan itu. Dan hal itu menjadi ranah Panwaslu untuk menindaklanjutinya,” terangnya.

Menyikapi kondisi ini juga, KPU Lumajang sudah menginstruksikan pada PPK dan PPS untuk diteruskan ke KPPS di masing-masing TPS. Dia pun berharap, aturan ini bisa difahami semua pihak, untuk mewujudkan pemilihan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (Luber Jurdil).

Fotografer : Hafid Asnan

Reporter   : Hafid Asnan

Editor       : Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :