Festival Pegon 2018 Usung Isu Kebhinekaan

AMBULU– Tak seperti tahun sebelumnya, Festival Pegon Hias Tahun 2018 kali ini tak hanya menjadi ajang melestarikan tradisi yang bernilai wisata saja. Tapi, juga menjadi agenda kampanye kebhinekaan Indonesia yang ditampilkan dalam pesan-pesan estetis, di setiap dekosari alat angkut tradisional tersebut.

IKLAN

Bupati Jember Faida menyebut, festival kali ini bukanlah sembarang festival. Menurutnya, parade pegon yang bertepatan dengan bulan Juni menjadi momentum tersendiri bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan pesan kebhinekaan untuk mempererat kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.

“Karena festival pegonnya di bulan Juni, di bulan lahirnya Pancasila, maka festival pegon kali ini semuanya memasang semangat Pancasila,” katanya, sesaat sebelum menutup rangkaian Festival Pegon Tahun 2018 yang dipusatkan di Pantai Watul Ulo Kecamatan Ambulu, Sabtu (23/6). Faida mengatakan, semangat Pancasila itu dinarasikan dalam bentuk jargon yang menjadi tema acara, yakni “Kita Pancasila: Bersatu, Berbagi, Berprestasi”.

Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Jember, Arief Tjahjono menjelaskan, tradisi tahunan yang biasanya digelar pada puncak libur Lebaran atau Hari Raya Ketupat ini, diikuti oleh 65 peserta dari dua kecamatan di wilayah Jember selatan, Ambulu dan Wuluhan.

Menurutnya, tradisi ini sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu, dan baru menjadi agenda wisata pada 20 tahun belakangan, tepatnya sekira tahun 1989. “Namun tahun ini berbeda. Ada semangat Pancasila yang kami usung,” jelasnya.

Oleh karena itu, Arief menambahkan, setiap peserta harus mendekorasi pegonnya sesuai dengan tema, yang mengusung semangat kebhinekaan. Sehingga para peserta mendandani alat angkut tradisional mereka dengan berbagai corak yang menggambarkan keberagaman suku, dan adat istiadat di Indonesia, seperti Bali, Jawa dan Madura.

Bahkan, Arief menegaskan, setiap armada pegon juga diwajibkan mencantumkan tulisan “Kita Pancasila: Bersatu, Berbagi, Berprestasi” sesuai dengan tema acara. Jadi, kata dia, ada nilai lebih yang dihasilkan, sehingga festival pegon tersebut tak hanya menjadi sarana promosi wisata dan melestarikan tradisi semata. “Tapi juga mengenalkan kepada masyarakat bahwa Juni merupakan bulan lahir Pancasila,” ucapnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, konvoi pegon ini dimulai dari depan kantor Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu, dan berakhir di Pantai Watu Ulo yang berjarak sekira 3 kilometer. Tahun ini, sebanyak 65 pegon dari dua kecamatan, Ambulu dan Wuluhan, yang tercatat mengikuti festival yang telah menjadi tradisi masyarakat lokal tersebut.

Selain pawai pegon, festival kali ini juga dimeriahkan oleh musik patrol, seni tradisional khas Jember. Selain itu juga ada seni tari jatilan, tari ganongan, serta Reog Ponorogo, yang ditampilkan oleh siswa-siswi SMP Negeri 2 Ambulu.

Fotografer : Mahrus Solih

Reporter   : Mahrus Solih

Editor      : Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :