Bulan Puasa, Kasek malah Nyabu

PASRAH NASIB: Tersangka Imam Ghozali, 34, warga Dusun Ledok RT 003/ RW 001, Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang dibawa ke Polsek Sumbersari, Sabtu (18/5).

RADARJEMBER.ID – Imam Ghozali, 34, warga Dusun Ledok RT 003/ RW 001, Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, dia ditangkap Tim Serigala Reskrim Polsek Sumbersari, setelah selesai melakukan transaksi narkotika jenis sabu-sabu, di wilayah hukum Polsek Sumbersari, Sabtu (18/5) pukul 01.00 WIB, kemarin.

IKLAN

Dari tangan Imam, polisi mengamankan Narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,89 gram, sebuah HP dan jaket yang digunakan untuk menyembunyikan sabu.

Imam baru saya transaksi dengan orang lain yang belum tahu dimana rumahnya. ”Karena tiap melakukan transaksi, tempatnya selalu berpindah-pindah,” ujar Kompol Faruk Mustafa Kamil, Kapolsek Sumbersari, kemarin.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan ada ditemukan barang bukti, akhirnya polisi menetapkan Imam sebagai tersangka. Selain itu pihaknya juga melakukan uji lab, apakah tersangka ini pemakai atau hanya pengedar. ”Setelah dilakukan tes, ternyata sabu yang dia beli untuk dikonsumsi sendiri,” ujar Kapolsek.

Tersangka ini sehari-harinya sebagai guru kelas yang juga merangkap sebagai Kepala Sekolah di sebuah MTs yang ada di wilayah Kecamatan Mayang. “Tersangka mengaku, mengkonsumsi narkotika jenis sabu sejak delapan bulan lalu,” lanjut Faruk.

Polisi masih memburu, siapa kurir atau pengedar yang sering mengirim barang haram itu pada tersangka. Karena tersangka ini mengaku hanya kenal lewat HP, dan tidak tahu rumahnya dimana. “Sebenarnya polisi sudah memantau lama. Karena setiap transaksi di Sumbersari, lokasinya selalu berpindah-pindah,” ujar Faruk.

Tersangka mengaku terpaksa harus mengkonsumsi sabu biar rasa capek hilang. Karena siang dia harus menjadi tenaga pengajar dan juga merangkap sebagai kepala sekolah di Desa Sidomukti, Mayang. Sedangkan pada malam harinya, ia harus nglembur di studio musiknya, untuk membuat video.

“Jadi dia ngaku kalau dengan nyabu, rasa capek hilang dan tidak bisa ngantuk,” ujarnya.

Pihaknya akan terus menunjukkan keseriusannya dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Sumbersari. Untuk memberantas itu semua, polisi minta dukungan masyarakat. ”Pengakuan tersangka, sudah delapan bulan menggunakan sabu untuk doping agar selalu kuat saat bekerja siang dan malam,” katanya.

Saat ditangkap, Imam tidak melakukan perlawanan. Sehingga polisi langsung membawanya ke polsek. ”Penangkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat,” lanjut Faruk.

Sementara tersangka mengaku, barang haram jenis sabu itu dia beli dengan harga paket hemat (pahe). Dalam satu klip plastik dibeli seharga Rp 1,4 juta. Saat ditangkap petugas, tersangka mengaku kalau sabu yang seberat 0,89 gram belum dibayar

Biar Kuat Kerja Nglembur

Kabar tertangkapnya kepala sekolah yang nyabu ini cukup mengejutkan. Tersangka Imam Ghozali, 34, yang sehari-hari sebagai guru yang merangkap Kepala Sekolah, mengaku, awalnya tidak kenal dengan yang namanya narkoba.  Hanya karena membutuhkan tenaga ekstra untuk kerja nglembur, ia akhirnya kenal dengan narkoba jenis sabu.

”Apalagi saya bukan perokok. Saya awalnya tidak mau (mamakai sabu) ketika ada yang menawari,” jelasnya. Setelah tahu kalau mengkonsumsi narkoba jenis sabu bisa menambah stamina, akhirnya dia mau.

Imam mengaku, sudah delapan bulanan menggunakan sabu sebagai doping. Itupun harga paket hemat (pahe), setiap satu poket sabu dibeli dengan harga Rp 1,4 juta.

Imam mengaku, pada Kamis (16/5) malam juga nyabu bersama dua temannya yang ikut kerja di studio musiknya. Karena kalau sudah menggunakan sabu kerja, tidak merasa capek dan terus kuat.

Imam tidak kenal dengan kurir atau pengedar, karena kalau pesan sabu hanya lewat HP. Imam juga menyebut, tidak pernah mengajak teman gurunya  ikut menggunakan sabu. “Saya menggunakan sabu ini hanya ketika kerja lembur di studio musik,” ujar sang kepala sekolah.

Jika pakai sabu  dia bisa kuat kerja di depan komputer untuk edit musik atau lagu selama dua hari. “Sabu ini saya beli dengan utang. Nanti baru saya bayar malam Idul Fitri. Untuk bongnya saya buat sendiri, dan ada di studio,” pungkas tersangka.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Hadi Sumarsono