Bahaya! Kemasan Penyok Harus Diafkir

JEMBER KOTA– Saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pusat perbelanjaan, tim gabungan Pemkab Jember menemukan makanan dan minuman (mamin) dalam kemasan yang kondisinya penyok. Selanjutnya tim yang dipimpin Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief ini meminta manajemen swalayan menarik produk yang rusak tersebut. Sebab dinilai berbahaya jika sampai dikonsumsi masyarakat.

IKLAN

Tim yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UMKM, Satpol PP dan Polres Jember, menyasar dua pertokoan besar, seperti Roxy Jember Square dan Lippo Plaza. Meski mendapati kemasan kaleng yang penyok, namun di dua hyper mart tersebut, tim tak menemukan mamin kadalursa. “Jadi kami hari ini mengecek makanan yang expired, dan terdaftar di dinas kesehatan atau tidak. Terus mamin yang dalam kaleng penyok atau tidak,” kata Muqit Arief, Kamis (7/6) siang.

Menurut Muqit Arief, temuan itu sudah disampaikannya ke manajemen toko agar produk tersebut segera ditarik dari display. Meskipun, kata dia, kemasan yang penyok tersebut akibat terjatuh lantaran kelalaian pegawai atau konsumen. Sebab Muqit ingin memastikan, konsumen yang telah membeli sesuai dengan harga jual tidak dirugikan dan harus mendapat produk yang berkualitas bagus. “Kami juga akan mengecek parcel. Karena biasanya, ada toko nakal menjual yang produk expired dalam kemasan yang sudah rapi,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jember dr. Siti Nurul Qomariyah menjelaskan, produk kalengan yang kemasannya telah rusak berpotensi terpapar bakteri. Sebab, dirinya khawatir kemasan yang rusak itu bukan karena faktor terjatuh melainkan ada zat oksidan di dalam kemasan yang membuat kaleng tersebut rusak. “Jadi bukan penyok karena jatuh, tapi karena ada sesuatu di dalam kaleng itu,” jelasnya.

Untuk itu, senada dengan Muqit Arief, dirinya meminta pengelola swalayan untuk mengafkir produk-produk tersebut, sehingga tak sampai beredar di masyarakat. “Bahayanya, jika terpapar bakteri botulisme bisa menjadikan keracunan makanan. Bahkan akibatnya bisa fatal, sampai menyebabkan kematian,” pungkasnya.

Fotografer : Mahrus Solih
Reporter    : Mahrus Solih
Editor         : Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :