Ada Produk Mengandung Babi, Tolong Diberi Kode

JEMBER KOTA – Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief, meminta manajemen  swalayan memberi tanda khusus pada display produk yang mengandung babi. Sebab dia tak ingin konsumen kecelek. Sehingga ada yang merasa dirugikan.

IKLAN

Permintaan itu disampaikannya saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman bersama tim gabungan. Tim ini menyasar dua pertokoan besar di kabupaten setempat, yakni pertokoan Jember Roxy Square dan Lippo Plaza.

“Saya tadi sudah meminta untuk produk non halal diberi pemberitahuan, mungkin dengan gambar atau yang lain,” katanya, Kamis (7/6) siang. Tim gabungan tersebut terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UMKM, Polres Jember, serta Satpol PP.

Selain bertujuan memberi tahu melalui tanda khusus, Muqit juga mengimbau para pegawai yang bertugas diberi pemahaman tentang produk-produk yang mengandung babi tersebut. Ini bertujuan, ketika ada konsumen yang membeli produk itu kembali diingatkan oleh pegawai saat akan membayar di kasir. “Saya pernah belanja di department strore, karena terburu-buru saya tak mengetahui kalau produk yang saya beli mengandung babi. Tapi oleh kasir saya diingatkan,” ceritanya.

Sebetulnya, Muqit menengaskan, agenda sidak seperti kali ini tak hanya untuk memastikan jaminan produk bagi masyarakat, tapi juga untuk kepentingan para pengusaha maupun penjual produk makanan dan minuman tersebut. Sebab menurut dia, jika ada kepastian produk yang berkualitas maka iklim usaha juga akan meningkat.

Sementara itu, HRD Pertokoan Jember Roxy Square, Tri Endang menuturkan, pihaknya sudah memberi tanda untuk produk olahan yang mengandung babi. Apalagi, kata dia, produk yang dijual hanya satu merek.

Meski begitu, Tri Endang memastikan pihak manajemen akan memperhatikan imbauan tersebut, dan akan memasang tanda khusus yang menunjukan bahwa produk tersebut mengandung babi. “Ya, itu pasti. Karena masukan buat kami juga. Pasti akan kami perjelas lagi bahwa itu bukan produk yang halal,” tandasnya.

Fotografer : Mahrus Solih

Reporter    : Mahrus Solih

Editor        : Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :