Retribusi Naik Sampai 33 Persen, Pedagang Pasar Protes

Bagus Supriadi/Radar Jember
PROTES: Sejumlah aktivis Gerpast menggugat kenaikan retribusi tidak wajar.

IKLAN

RADARJEMBER.ID: Sejumlah pedagang Pasar Tanjung menggelar aksi long march turun ke jalan untuk memprotes kenaikan retibusi oleh Pemkab Jember, Senin (7/5). Aksi ini dilakukan di Kejaksaan Negeri Jember, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan terakhir di DPRD Jember.

Pedagang yang mengatasnamakan Gabungan Pedagang Tradisional Pasar Tanjung dan Sekitarnya (Gerpast) Jember ini turun jalan dengan membentangkan spanduk dan membawa pengeras suara. Mereka menyatakan bahwa aksi ini dilakukan karena selama akhir 2017 dan hingga 2018 ada kenaikan retribusi yang tidak wajar.

Menurut Sudarsono, perwakilan pedagang, kenaikan retribusi yang dilakukan Pemkab Jember melalui disperindag dianggap tidak wajar. “Kenaikannya tidak rasional. Padahal, dalam Perda Nomor 4 Tahun 2011, tentang Retribusi Umum, kenaikannya per tahun hanya 6,32 persen,” jelasnya.

Namun, temuan di lapangan menunjukkan bahwa kenaikannya bukan lagi setiap tahun, melainkan hampir sepanjang bulan naiknya tidak wajar. Bahkan, ada kenaikan hingga 33 persen. “Seperti sebuah toko yang menghadap ke jalan raya, nilainya di tahun 2016 retribusinya hanya Rp 275 per meter persegi per bulan. Kemarin, naik sampai Rp 400/meter persegi setiap bulannya,” jelasnya. Itu sama dengan tingkat kenaikannya mencapai 33 persen.

Tentu saja, kata dia, hal ini sangat memberatkan bagi pedagang. Apalagi, ternyata kenaikan ini bukan hanya di Pasar Tanjung, melainkan juga di sejumlah pasar lainnya di Jember. “Katanya di Pasar Mangli dan Rambipuji juga sama,” terangnya. Tentu saja, hal ini membuat pedagang protes dengan kebijakan tersebut. (*)

Reporter: Bagus Supriadi
Editor: MS Rasyid

Reporter :

Fotografer :

Editor :