Kepala Disperindag: Kalau Retribusi Tak Naik Salahi Aturan BPK

RADARJEMBER.ID: Kepala Disperindag Jember Anas Makruf mengatakan, memang ada kenaikan pungutan di pasar-pasar. Tetapi, dia menyebut itu bukan kenaikan retribusi pasar. Melainkan sesuai dengan Perda Nomor 4 Tahun 2011, tentang Retribusi Umum.

IKLAN

Dia menjelaskan, seharusnya perda itu sudah dilaksanakan setahun setelah ditetapkan, yakni 2012 lalu. Namun, di lapangan tidak bisa terealisasi dan pedagang masih meminta dispensasi kenaikan retribusi itu.

Bahkan, kata Anas, dispensasi itu berjalan hingga 2016 kemarin. Tetapi, karena dispensasi inilah pihaknya mendapatkan peringatan dari Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). “Yang kami lakukan ini sesuai dengan petunjuk BPK RI. Jadi, yang seharusnya sudah dilaksanakan tahun 2012 lalu, tapi baru dilaksanakan saat ini,” tegasnya.

Oleh karena itu, disperindag tidak bisa menunda lagi pelaksanaannya dan disesuaikan dengan peraturan yang ada. Sebab, jika tidak dilaksanakan, lanjutnya, maka akan menyalahi aturan BPK RI.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi yang menemui pendemo menuturkan, sempat mendapatkan laporan mengenai masalah tersebut. “Kami akan minta Komisi B yang merupakan mitra disperindag untuk mengklarifikasi ini,” jelas Ayub. Apalagi, sejauh ini pihaknya juga belum mengetahui adanya perubahan perda retribusi ini.

Oleh karena itu, pihaknya mempertanyakan dasar hukum disperindag menaikkan retribusi pasar itu. Selain itu, lanjut dia, jika ada kenaikan retribusi, biasanya ada kajian oleh tim disperindag serta dilakukan survei dan sosialisasi. “Tidak kemudian langsung menaikkan retribusi sesuai keinginan sendiri,” kritiknya.

Pihaknya berharap jika memang ada kenaikan retribusi, sebenarnya tidak masalah asalkan dibarengi dengan timbal balik kepada pedagang. “Misalnya perbaikan fasilitas lokasi, kebersihan hingga sarana prasarana lainnya. Tetapi kan di Pasar Tanjung terlihat kumuh seperti itu,” terangnya. Jika hal itu dipenuhi, maka tidak akan ada protes dari pedagang. (*)

Reporter: Bagus Supriadi
Editor: MS Rasyid

Reporter :

Fotografer :

Editor :