Jurusan Apa Paling Diminati Calon Mahasiswa?

Jurusan Saintek masih jadi favorit calon mahasiswa peseta SBMPTN. Ada 6.432 calon mahasiswa yang memilih program Saintek tersebut. Kemudian, 5.690 calon mahasiswa yang meminati jurusan Soshum. Sementara, untuk ujian campuran (Saintek dan Soshum) mencapai 1.792 peserta ujian campuran.

IKLAN

”Jumlah itu lebih banyak dibanding dengan jumlah tahun lalu yang mencapai 12.369 peserta,” kata Agung Purwanto, kepala Humas dan Protokol Universitas Jember.
.
Agung mengatakan, belum mengetahui jumlah pilihan peserta SBMPTN yang memilih Unej. Sebab, datanya masih ada di pusat. “Setelah selesai ujian, baru bisa diketahui berapa peserta yang memilih kampus Unej,” terangnya.

Dia menambahkan, tak semua peserta yang mengikuti ujian itu memilih kampus Unej. Namun, bisa perguruan tinggi lain yang ada di luar Jember. “Mereka tes dulu, nilai ditentukan oleh panitia pusat, lalu dikirim ke PTN sesuai prodi yang mereka pilih,” jelasnya.

Selain ujian tulis berbasis cetak, Unej juga melaksanakan ujian tulis berbasis komputer dengan jumlah 695 orang. Mereka terdiri dari 272 peserta UTBK Saintek, 308 peserta UTBK Soshum, dan sisanya sebanyak 115 peserta UTBK Campuran.
“Tahun 2017 lalu, ada 40 ribu peserta SBMPTN yang memilih Unej,” ujarnya.

Lokasi ujian berbasis komputer itu ditempatkan di Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Hukum, FKIP, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unit Pelayanan Teknis Pusat Bahasa, di lokasi di luar kampus Tegalboto, yakni di SMAN 1 Jember dan SMKN 2 Jember.

Para peserta, lanjut dosen Fisip Unej tersebut, harus membawa surat keterangan lulus dari sekolah. Surat tersebut wajib sebagai tanda keterangan dari sekolah. “Bila tidak membawa, maka diberi waktu satu hari untuk menunjukkan,” paparnya.
Bila tidak bisa, maka menjadi catatan tersendiri untuk kelulusan mereka. “Kami sudah mengedarkan agar sekolah mengeluarkan surat keterangan sebagai pengganti SKL, namun harus berisi foto peserta,” ucapnya.

Selain itu, bila terlambat selama 30 menit setelah ujian dimulai, maka peserta tidak bisa mengikuti ujian. “Di antara peserta itu, ada peserta tunadaksa di lokasi ujian Fakultas Hukum, dan satu peserta ABK yang akan ujian di SMPN 2 Jember,” pungkasnya.

Reporter: Bagus Supriadi
Editor: MS Rasyid

Reporter :

Fotografer :

Editor :