Petugas BPBD Kabupaten Mojokerto dibantu warga dan unsur TNI-Polri mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa mobil Suzuki Ertiga, di Jalan Bypass, Kecamatan Balongbendo, Senin (6/1). (khudori/radarmojokerto.id)

BALONGBENDO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini turut menjadi petaka bagi rombongan asal Jombang kemarin. Mobil Suzuki Ertiga nopol S 1794 ZH yang dikemudikan Endang Setiawan, 56, warga Jalan Adi Sucipto 82, Denanyar, Jombang, mendadak berhenti setelah tertimpa pohon berdiameter sekitar 1,5 meter di Jalan Raya Bypass, Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Senin (6/1) pukul 16.00. Meski tak memakan korban jiwa, pengemudi harus dievakuasi ke RS Citra Medika Krian, Sidoarjo.

IKLAN

’’Pengemudi mengalami luka lecet di kaki kiri,’’ ungkap Kapolsek Balongbendo, Kompol Sugeng Purwanto, saat dihubungi Jawa Pos Radar Mojokerto, Senin (6/1) malam. Sang sopir, Endang Setiawan, terjepit ruang kemudi setelah mobil berpenumpang delapan orang dalam satu keluarga ini tertimpa pohon jenis sono dari sisi kanan atau selatan jalan. Bahkan, bagian batang pohon menanjap ke ruang kemudi melalui kaca depan mobil dan membuat tubuh Endang Setiawan terjepit.

Proses evakuasi korban berlangsung dramatis. Petugas dibantu tim relawan dan BPBD Kabupaten Mojokerto harus melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan menebangi batang pohon yang menimpa mobil korban menggunakan senso. Setelah itu, petugas harus membuka paksa ruang kemudi mobil yang menjepit tubuh korban. ’’Alhamdulillah, tidak sampai ada korban jiwa. Tujuh penumpang lainnya hanya kaget. Hanya sopir saja tadi (kemarin, Red) yang terjepit. Status (semua korban) dalam satu keluarga,’’ terangnya.

Sugeng menjelaskan, rombongan asal Jombang ini sebenarnya hendak menuju ke Bandara Internasional Juanda Surabaya. Tidak tahu persis sedang mengantar atau menjemput siapa. Namun, yang jelas, lanjut dia, saat perjalanan hujan deras disertai angin cukup kencang mengguyur kawasan Balongbendo, Sidoarjo. Nah, di sekitar lokasi kejadian, sebuah pohon sono tak kuat menahan terpaan angin kencang. Seketika pohon berdiameter 150 cm tersebut langsung tumbang dan menimpa mobil Suzuki Ertiga yang melintas dari arah Mojokerto menuju Surabaya.

’’Kebetulan, saat kejadian arus lalu lintas dari dua arah memang tergolong ramai,’’ tuturnya. Tumbangnya pohon tersebut membuat semua penumpang dalam mobil mengalami syok. Batang dan ranting-ranting pohon tidak hanya menimpa bagian atap dan kaca depan mobil. Namun, batang pohon yang patah menembus kaca dan masuk ke ruang kemudi hingga nyaris menghantam tubuh Endang Setiawan. Peristiwa ini juga sempat membuat arus dari dua Mojokerto-Surabaya lumpuh. Sehingga pengalihan arus sempat dilakukan oleh petugas kepolisian.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini menambahkan, proses evakuasi korban memang membutuhkan waktu selama satu jam lebih. Selain pohon sono yang tumbang cukup besar, di bawah pohon juga terdapat mobil para korban. ’’Sekitar pukul 17.35 pohon berhasil dievakuasi. Lalu lintas berangsur-angsur kembali lancar,’’ ungkapnya.

Ia mengimbau, selama musim penghujan dan cuaca esktrem ini, masyarakat dan pengguna jalan dituntut lebih waspada. Menyusul, hingga beberapa bulan ke depan potensi bencana alam memang cukup tinggi. Termasuk pohon tumbang yang diakibatkan hujan deras dan disertai angin kencang. ’’Jadi, baiknya, saat hujan deras disertai angin, jika sedang berkendara labih baik berhenti dulu di tempat yang lebih aman untuk menghindari kejadian seperti ini,’’ tandas Zaini.

(mj/ori/ris/ron/JPR)