Khawatir Trauma Psikis Anaknya

BANYAK DUKUNGAN: Sejumlah rekan-rekan jurnalis di Jember saat mendampingi Oryza, korban kekerasan dalam pertandingan Liga 3 melapor ke SPK Polres Jember.

RADARJEMBER .ID – Kekerasan jurnalis yang dilakukan oleh pihak oknum pengurus, pemain Sindo Dharaka kepada jurnalis bukan hanya membuat trauma kepada oryza. Namun, juga kepada anak Oryza yang memang ikut melihat pertandingan

IKLAN

“Saya lelah. Tapi yang paling mengkhawatirkan trauma psikis,” jelas Oryza. Dirinya mengatakan selama 15 tahun menjadi jurnalis belum pernah mengalami penganiayaan seperti ini, terutama dari oknum pemain dan pengurus klub. Bahkan dirinya yang sering melihat pertandingan Persebaya Surabaya yang kadang ada kerusuhan tidak sampai menyerang pihak-pihak yang tidak bersalah. Makanya dirinya menyesalkan kejadian kemarin.

“Namun yang menjadi kepikiran anak saya yang melihat langsung kejadian tadi,” ucap Oryza. Bahkan, yang membuat dirinya marah dengan sikap itu adalah dirinya selama ini menerangkan kepada anaknya tentang indah dan amannya melihat bola.

“Kenapa Yanda dipukuli,” ucap Oryza getir menirukan ucapan anaknya ketika usai menjadi korban kekerasan. (*)

Fotografer : Rangga Mahardika

Reporter : Rangga Mahardika

Editor : Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :