Demi Paket Murah, Ditalangi Manajemen Pasar Murah Kemendagri Kembali Sisir Perkebunan

SERAHKAN SEMBAKO MURAH: Haji Charles Meikyansah (kopyah hitam) didampingi Lina Ranty (kerudung putih) penanggung jawab pasar murah dari kementrian Perdagangan RI saat menyerahkan sembako murah di pasar murah di halaman masjid Rodhaul Rahmah, PTPN 12 Kebun Mumbul Senin (3/6).

JEMBER – Perkebunan kembali menjadi sasaran Pasar Murah Kementrian Perdagangan RI di Jember. Kali ini ada sekitar tiga kebun yang disambangi untuk program pasar murah ini. Yang menarik, karena kebanyakan penerima manfaat adalah pekerja kebun, akhirnya untuk paket murah ditalangi dahulu oleh pihak manajemen.
Kegiatan pasar murah kemarin dilaksanakan di tiga kebun yakni di halaman Masjid Rodhaul Rahmah, PTPN 12 Kebun Mumbul, Masjid Al Hanif Kebun Renteng Kecamatan Ajung dan Masjid Kebun Gunung Gambir Sumberbaru. Kegiatan ini dihadiri Rina Ranti, Penanggung Jawab Pasar Murah Kemendagri dan juga tokoh Jember H Charles Meikyansah.
Untuk pasar murah kali ini ada 1.000 paket sembako murah yang dibagikan yakni sebanyak 500 buah di Kebun Gunung Gambir, Sumberbaru sedangkan di Kebun Mumbul dan Renteng masing-masing sebanyak 250 paket.
Manajer PTPN 12 Kebun Mumbul Kishartono menyambut baik kegiatan pasar murah ini. Dirinya menuturkan untuk kegiatan ini memang kebanyakan yang mendapatkan paket adalah keluarga karyawan yang memang benar-benar membutuhkan. Bahkan banyak karyawan yang tidak mampu membayar paket murah seharga Rp 50 ribu itu. “Jadi tadi solusinya ditalangi dulu oleh pihak kebun,” jelasnya.
Oleh karena itu, warga yang tidak memiliki uang inipun kemarin tetap bisa mengantri untuk mendapatkan paket sembako murah ini. Dan tidak ada istilahnya sampai tidak bisa menebus paket murah ini, karena sayang jika dilewatkan. Mereka baru mengembalikan uang menebus paket murah itu jika memang sudah waktunya gajian.
Menurut Krishartono, penerima paket murah ini memang kebanyakan rata-rata pekerja perkebunan yang membersihkan daun tebu dan sebagainya. Bahkan pihaknya menyeleksi penerima paket murah yakni karyawan yang benar-benar membutuhkan seperti tidak memiliki sepeda motor dan sebaganya.
Selain karyawan juga ada sejumlah warga biasa yang mendapat kupon. Mereka yang mendapatkan kupon selain karyawan ini adalah warga sekitar kebun yang kadang menjadi tukang serabutan di kebun. Sehingga layak mendapatkan kupon paket murah tersebut. “Yang penting mereka bisa mendapatkan paket murah dulu. Sehingga bisa menikmati untuk persiapan lebaran,” jelasnya menambahkan.
Sementara itu, tokoh masyarakat Jember H Charles Meikyansah menuturkan kegiatan ini memang terus dilakukan pihaknya bersama dengan Kementrian Perdagangan RI. Untuk sasaran kembali dilakukan di perkebunan dengan pertimbangan kemanusiaan. “Selama ini ternyata di perkebunan banyak warga yang membutuhkan. Selama ini mereka sudah dibantu oleh pihak perkebunan,” jelas Charles.
Oleh karena itu, sangat tepat sasaran jika acara pasar murah untuk membagikan paket sembako murah ini dilaksanakan di area perkebunan. Pihaknya pun berharap dengan bantuan ini bisa membantu dan bermanfaat untuk masyarakat di perkebunan sehingga bisa merayakan lebaran dengan lebih baik.
Sekedar tambahan, paket sembako yang biasanya dihargai sekitar Rp 110-120 ribu, dalam pasar murah kemarin dihargai hanya Rp 50 ribu. sebenarnya untuk memfasilitasi Coorporate Social Responcibility (CSR) para pelaku usaha, perusahaan, BUMN dan usaha swasta di Indonesia.
Hasil penjualan juga akan diberikan kepada pondok pesantren atau masjid yang digunakan untuk menggelar pasar murah ini. Untuk seluruh Indonesia ada sekitar 400 titik, sedangkan di Jember sendiri sekitar 17 pondok pesantren dan masjid. (kl/jum/ram/ras)

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :