TUNGGU REHAB : Kepala Dusun Sawur Nur meninjau tanggul di salah satu sisi jembatan yang longsor karena tergerus arus sungai di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, kemarin (2/1). (MUALIFU ROSYIDIN AL FARISI-JP Radar Kediri)

TAROKAN, JP Radar Kediri– Tanggul di bawah jembatan Dusun Sawur, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan ambrol. Diduga kerusakan itu karena hujan deras yang membuat debit air sungai Sawur melebihi batas maksimal pada Jumat silam (27/12). Plengsengan tanggul tergerus. Akibatnya, infrastruktur itu pun ditutup sementara.

IKLAN

Hingga pukul 15.00 kemarin (2/1), jembatan belum diperbaiki. Sebab, material batu yang diajukan ke pemerintah desa belum turun. “Masih menunggu persetujuan pihak desa,” ujar Nur, 42, kepala Dusun Sawur.

Padahal fungsi jembatan itu sangat vital. Jalur tercepat ke pasar, ke ladang, dan kegiatan keagamaan. Jarak dengan pemukiman sekitar 100 meter. Karena sementara ditutup, warga harus memutar sekitar 1 kilometer (km). Setidaknya ada 30 rumah warga yang terdampak penutupan jembatan tersebut.

Kepala Unit Reaksi Cepat (URC) Kabupaten Kediri Windoko mengatakan, sudah mengirimkan bantuan 18 bronjong yang akan diisi batu dan dijadikan tanggul jembatan. Namun, material batu masih menanti persetujuan dan biaya pemerintah desa setempat.

Kebetulan, persediaan sesek, patok galvanis untuk bronjong dan patok bambu yang biasanya disediakan BPBD habis. Nanti, jika saat pengerjaan perbaikan tanggul dirasa kurang, bisa mengajukan lagi ke BPBD. “Nanti pengajuan akan diproses kembali,” pungkas Windoko.

Kemungkinan membutuhkan lebih 100 kubik atau 4 bak dump truck batu. Satu bak truk sebenarnya cukup untuk pengisi 5 sampai 6 bronjong. Namun kekuatan tanggul kurang maksimal. “Yang bagus, satu truk hanya cukup untuk tiga sampai empat bronjong,” terang Nur. (c1)

(rk/baz/die/JPR)