TEMBAK MATI: Mayat tersangka Rizal Wahyu Putra (insert KTP) dikirim ke kamar mayat RSU dr. Soetomo. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Surabaya – Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya kembali menindak tegas seorang kurir sekaligus pengedar narkoba jenis sabu dan ekstasi. Tersangka atas nama Rizal Wahyu Putra, 29, terpaksa ditembak mati karena nekat membacok petugas yang mengamankannya dengan senjata tajam (sajam) hingga terluka.

TEGAS: Kapolrestabes Kombes Pol Sandi Nugroho (tengah) didampingi Kasat Narkoba AKBP Memo Ardian (kanan) menunjukkan barang bukti yang diamankan dari tersangka saat gelar kasus di depan kamar jenazah
TEGAS: Kapolrestabes Kombes Pol Sandi Nugroho (tengah) didampingi Kasat Narkoba AKBP Memo Ardian (kanan) menunjukkan barang bukti yang diamankan dari tersangka saat gelar kasus di depan kamar jenazah (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan, anggotanya terpaksa menembak mati tersangka karena dinilai membahayakan petugas. “Kami terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap kurir sindikat narkoba ini karena melawan dan melukai dua anggota kami dengan pisau,” terang Kombes Pol Sandi Nugroho saat gelar kasus di depan kamar jenazah RSU dr Soetomo Surabaya, Kamis (2/1).
IKLAN

Menurut dia, tersangka yang merupakan warga Jalan Petemon Kuburan No 68 Surabaya disergap dengan barang bukti 1,5 kilogram sabu dan 950 butir pil ekstasi. Ia disergap oleh tim Unit II Satresnarkoba Polrestabes Surabaya yang dipimpin langsung oleh Kasatresnarkoba AKBP Memo Ardian bersama Kanit II Iptu Danang Eko Abrianto dan Kasubnit Ipda Yoyok Hardianto.

Pengungkapan kasus ini bermula dari pengembangan kasus penangkapan kurir berinisial FM, 24, warga Blimbing, Malang, dengan barang bukti 1.500 pil happy five. Dari FM, polisi memperoleh keterangan bila terdapat kurir yang masih beroperasi di Surabaya dan sekitarnya.

Bahkan, kurir dimaksud akan melakukan transaksi narkoba di tempat kos FM di kawasan Petemon Sidomulyo Utara. Dari penjebakan itu, polisi akhirnya mengamankan tersangka RWP dengan barang bukti 0,5 ons sabu dan 50 butir pil ekstasi di dalam kos-kosan.

Setelah itu, tim melajutkan penggeledahan ke rumah tersangka dan menemukan kembali barang bukti lebih besar hingga jumlah totalnya mencapai 1,5 kilogram sabu dan 950 butir pil ineks.

Di rumah itu pula, polisi menemukan bukti lain yang mengindikasikan telah ada pengiriman narkoba lain. “Kami menemukan tiga bungkus kertas warna coklat bekas pengiriman barang dan beberapa plastik berukuran kecil,” kata AKBP Memo Ardian.

RW pun mengakui memang ada pengiriman lain ke sebuah gudang di kawasan Jabon, Sidoarjo. RW kemudian dikeler ke gudang tersebut. Namun saat dikeler, RW mengelabuhi petugas dan mengambil sebuah parang di gudang. Dia pun menyabetkan sajam itu ke arah petugas dan melukai tangan dua orang petugas yang mengelernya.

“Saat kita keler sekitar pukul 03.00, pelaku berusaha melawan petugas dengan parang. Terpaksa kami lakukan tindakan tegas terukur (tembak mati, Red),” lanjut Memo. Polisi mencoba menolong RW dengan membawanya ke RS Bhayangkara, Porong. Namun, nyawanya tak tertolong.

Menurut Memo yang baru saja mendapatkan penghargaan dari kapolres bersama jajarannya, tersangka masuk dalam jaringan bandar narkoba yang saat ini mendekam di Lapas Porong, Sidoarjo. “Kami masih akan terus mengurai jaringannya,” tandas Memo. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)