Aksi Anarkis, Laga Persebo Muda Bondowoso versus Persid Ditunda

RADARJEMBER.ID – Meski lama dinanti, laga Persid Jember versus Persebo Muda Bondowoso terpaksa ditunda. Musababnya, aksi anarkis sekelompok massa yang diduga supoerter salah satu tim. Aksi anakris tersebut menyebabkan satu pemain Persebo terluka.

IKLAN

“Jadi kita bawa dua mobil. Satu mobil travel yang posisinya di depan, diserang sekelompok orang ketika kami akan menuju JSG Ajung,” tutur salah satu pemain Persebo yang menjadi saksi mata dan enggan disebutkan namanya.

Menurut saksi mata tersebut, saat itu mobil yang ia tumpangi sedang mengisi bensin di POM Bensin Kebonsari. Sedangkan mobil pertama tim Persebo yang berada di depan sedang melaku di sekitar markas Yon Armed, Kebonsari. “Untungnya di depan markas tentara, jadi mereka langsung belok untuk masuk ke markas Yon Armed,” tuturnya.

Namun naas, meski langsung berbelok, aksi anarkis massa yang diduga suporter itu tetap memakan korban. Taufiqianto, striker Persebo mengalami luka di bagian kepala bagian belakang akibat terkena pecahan kaca mobil. “Dia duduk di belakang, lemparannya pas kena kaca bagian belakang. Padahal dia juga anak Jember,” tutur saksi mata.

Taufiqianto diketahui merupakan pemain asal Kalisat, Jember. Setidaknya terdapat tiga anak muda Jember yang kini memperkuat Persebo musim ini.

“Sekarang Taufiqianto sedang di rumah sakit dekat JSG sini. Anak-anak memutuskan tidak mau main, karena masih ada yang dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen Persid masih melakukan negosiasi dengan tim Persebo. “Kita masih nego,” tutur Aries Bawono, media officer Persid Jember.

Pertandingan seharusnya berlangsung pukul 15.00. Namun belum ada tanda-tanda laga akan dimulai. Sedangkan pemain Persid sudah mulai melakukan pemanasan di lapangan. Namun pemain Persebo masih di ruangannya.

Salah seorang tokoh suporter Persid yang enggan disebutkan namanya, mengakui, aksi tersebut dilakukan oleh sebagian rekan-rekannya. “Awalnya hanya ingin kasih sambutan untuk teror mental. Tapi namanya juga anak muda, kebablasan,” tuturya.(*)

Fotograferr : Jumai

Reporter : Adi Faizin

Editor : Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :