alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Pertimbangkan Kekuatan Tenaga Medis

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ketua Komisi IV DPRD Bondowoso Ady Kriesna menilai BIAS harus tetap dilaksanakan walau pada saat korona. Untuk teknisnya, lebih baik sekolah memilih imunisasi digelar di sekolah, karena mempertimbangkan kekuatan medis.

Sebagai komisi yang salah satunya membidangi kesehatan, Ady Kriesna menjelaskan, kondisi petugas medis saat ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Di mana petugas medis juga sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19. “Artinya, tenaganya petugas medis juga tercurahkan dalam penanganan korona,” terangnya.

Karena itu, dari tiga pilihan tata cara lakukan BIAS, alangkah bijaknya sekolah memilih imunisasi di sekolah. Namun, menurut Kriesna, yang perlu diperhatikan tidak hanya masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Lebih penting pengaturan jumlah siswa yang diimunisasi. “Jadi, tidak semua menumpuk di satu kelas,” terangnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ketua Komisi IV DPRD Bondowoso Ady Kriesna menilai BIAS harus tetap dilaksanakan walau pada saat korona. Untuk teknisnya, lebih baik sekolah memilih imunisasi digelar di sekolah, karena mempertimbangkan kekuatan medis.

Sebagai komisi yang salah satunya membidangi kesehatan, Ady Kriesna menjelaskan, kondisi petugas medis saat ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Di mana petugas medis juga sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19. “Artinya, tenaganya petugas medis juga tercurahkan dalam penanganan korona,” terangnya.

Karena itu, dari tiga pilihan tata cara lakukan BIAS, alangkah bijaknya sekolah memilih imunisasi di sekolah. Namun, menurut Kriesna, yang perlu diperhatikan tidak hanya masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Lebih penting pengaturan jumlah siswa yang diimunisasi. “Jadi, tidak semua menumpuk di satu kelas,” terangnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ketua Komisi IV DPRD Bondowoso Ady Kriesna menilai BIAS harus tetap dilaksanakan walau pada saat korona. Untuk teknisnya, lebih baik sekolah memilih imunisasi digelar di sekolah, karena mempertimbangkan kekuatan medis.

Sebagai komisi yang salah satunya membidangi kesehatan, Ady Kriesna menjelaskan, kondisi petugas medis saat ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Di mana petugas medis juga sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19. “Artinya, tenaganya petugas medis juga tercurahkan dalam penanganan korona,” terangnya.

Karena itu, dari tiga pilihan tata cara lakukan BIAS, alangkah bijaknya sekolah memilih imunisasi di sekolah. Namun, menurut Kriesna, yang perlu diperhatikan tidak hanya masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Lebih penting pengaturan jumlah siswa yang diimunisasi. “Jadi, tidak semua menumpuk di satu kelas,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/