alexametrics
23.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Bisnis Benih yang Menggiurkan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 tidak terlalu berpengaruh terhadap bisnis pembibitan benih hortikultura. Para pengusaha bibit hortikultura masih terus memproduksi bibit karena permintaan tetap tinggi. Paling banyak masih permintaan bibit cabai dari Jember, Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, dan tentu Bondowoso sendiri.

Itu disampaikan Alwi Hasan, salah seorang pengusaha bibit hortikultura asal Desa Suger Lor, Maesan. Permintaan bibit hortikultura terus mengalir walau pandemi Covid-19. “Kami terus budi daya bibit hortikultura. Termasuk saat pandemi Covid-19,” kata Alwi Hasan kepada Jawa Pos radar Ijen, kemarin.

Alwi, sapaan karibnya, mengatakan bahwa sudah menggeluti bisnis pembibitan hortikultura sejak tiga tahun lalu. “Selama tiga tahun sampai sekarang, proses pembibitan jalan terus,” imbuhnya. Bahkan, lahan pembibitan menggunakan mini green house terbuka juga bertambah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Alwi menjelaskan, rata-rata petani pesan bibit dulu. Barulah pihaknya membuat penyemaian. “Setelah ada pesanan, baru saya budi dayakan,” imbuhnya. Petani yang datang ke lahan pembibitannya tidak banyak. Kalaupun ada, sambungnya, petani yang membutuhkan tambahan bibit.

Khusus untuk bibit cabai, sambungnya, pemesan akan datang saat usia bibit antara 25 sampai 30 hari. Pemesan biasanya datang dengan kendaraan pengangkut, kebanyakan berupa pikap. “Kalau sudah usia 25 sampai 30 hari, pemesan pasti datang untuk ambil bibit cabainya,” terangnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 tidak terlalu berpengaruh terhadap bisnis pembibitan benih hortikultura. Para pengusaha bibit hortikultura masih terus memproduksi bibit karena permintaan tetap tinggi. Paling banyak masih permintaan bibit cabai dari Jember, Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, dan tentu Bondowoso sendiri.

Itu disampaikan Alwi Hasan, salah seorang pengusaha bibit hortikultura asal Desa Suger Lor, Maesan. Permintaan bibit hortikultura terus mengalir walau pandemi Covid-19. “Kami terus budi daya bibit hortikultura. Termasuk saat pandemi Covid-19,” kata Alwi Hasan kepada Jawa Pos radar Ijen, kemarin.

Alwi, sapaan karibnya, mengatakan bahwa sudah menggeluti bisnis pembibitan hortikultura sejak tiga tahun lalu. “Selama tiga tahun sampai sekarang, proses pembibitan jalan terus,” imbuhnya. Bahkan, lahan pembibitan menggunakan mini green house terbuka juga bertambah.

Alwi menjelaskan, rata-rata petani pesan bibit dulu. Barulah pihaknya membuat penyemaian. “Setelah ada pesanan, baru saya budi dayakan,” imbuhnya. Petani yang datang ke lahan pembibitannya tidak banyak. Kalaupun ada, sambungnya, petani yang membutuhkan tambahan bibit.

Khusus untuk bibit cabai, sambungnya, pemesan akan datang saat usia bibit antara 25 sampai 30 hari. Pemesan biasanya datang dengan kendaraan pengangkut, kebanyakan berupa pikap. “Kalau sudah usia 25 sampai 30 hari, pemesan pasti datang untuk ambil bibit cabainya,” terangnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 tidak terlalu berpengaruh terhadap bisnis pembibitan benih hortikultura. Para pengusaha bibit hortikultura masih terus memproduksi bibit karena permintaan tetap tinggi. Paling banyak masih permintaan bibit cabai dari Jember, Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, dan tentu Bondowoso sendiri.

Itu disampaikan Alwi Hasan, salah seorang pengusaha bibit hortikultura asal Desa Suger Lor, Maesan. Permintaan bibit hortikultura terus mengalir walau pandemi Covid-19. “Kami terus budi daya bibit hortikultura. Termasuk saat pandemi Covid-19,” kata Alwi Hasan kepada Jawa Pos radar Ijen, kemarin.

Alwi, sapaan karibnya, mengatakan bahwa sudah menggeluti bisnis pembibitan hortikultura sejak tiga tahun lalu. “Selama tiga tahun sampai sekarang, proses pembibitan jalan terus,” imbuhnya. Bahkan, lahan pembibitan menggunakan mini green house terbuka juga bertambah.

Alwi menjelaskan, rata-rata petani pesan bibit dulu. Barulah pihaknya membuat penyemaian. “Setelah ada pesanan, baru saya budi dayakan,” imbuhnya. Petani yang datang ke lahan pembibitannya tidak banyak. Kalaupun ada, sambungnya, petani yang membutuhkan tambahan bibit.

Khusus untuk bibit cabai, sambungnya, pemesan akan datang saat usia bibit antara 25 sampai 30 hari. Pemesan biasanya datang dengan kendaraan pengangkut, kebanyakan berupa pikap. “Kalau sudah usia 25 sampai 30 hari, pemesan pasti datang untuk ambil bibit cabainya,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/