alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Serahkan Bantuan Langsung kepada Pedagang

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 800 pekerja yang terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat atau level empat mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah Bondowoso. Bantuan tersebut diberikan secara simbolis oleh Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin kepada delapan pedagang kaki lima (PKL) di depan Masjid Agung At Taqwa, Alun-Alun Ki Bagus Asra, Jumat (30/7).

Salwa menerangkan, bantuan itu diberikan untuk meringankan beban masyarakat terdampak yang sempat berhenti berjualan atau bekerja selama beberapa pekan. “Mohon dimanfaatkan betul-betul ini sebagai modal kerja. Tadi kan untuk pedagang minuman, cilok, tahu walik. Kalau untuk pedagang besar ini diharapkan bisa jadi stimulan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Bondowoso Syaefuddin Suhri menerangkan, para penerima terdiri atas tukang becak 120 orang, pedagang asongan 146 orang. Kemudian, para PKL dan pekerja 259 orang, angkutan desa 95 orang, serta karyawan kafe sebanyak 179 orang. “Jadi total 800 orang,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nantinya, anggota dari Dinsos yang beranggotakan 15 orang terbagi menjadi lima tim akan menyerahkan langsung kepada para penerima sesuai kelompok secara door to door. Yaitu kelompok PKL dan pekerja, kelompok karyawan kafe, kelompok tukang becak, kelompok pedagang asongan, serta kelompok angkutan desa. “Jangan diserahkan di Dinsos, itu nanti khawatir menumpuk. Tim itu yang mengantarkan door to door,” ujarnya.

Ditanya perihal bertambahnya jumlah penerima dari rencana awal, semula pihaknya mengajukan dua pilihan kepada tim anggaran. Yakni pilihan pertama bantuan Rp 200 ribu diberikan dua kali untuk sekitar 700 orang. Kemudian, pilihan kedua yakni Rp 300 ribu diberikan satu kali, tapi jumlah penerima ditambah. “Tim anggaran memilih Rp 300 ribu diberikan satu kali, tapi jumlah penerimanya ditambah,” ungkapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 800 pekerja yang terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat atau level empat mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah Bondowoso. Bantuan tersebut diberikan secara simbolis oleh Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin kepada delapan pedagang kaki lima (PKL) di depan Masjid Agung At Taqwa, Alun-Alun Ki Bagus Asra, Jumat (30/7).

Salwa menerangkan, bantuan itu diberikan untuk meringankan beban masyarakat terdampak yang sempat berhenti berjualan atau bekerja selama beberapa pekan. “Mohon dimanfaatkan betul-betul ini sebagai modal kerja. Tadi kan untuk pedagang minuman, cilok, tahu walik. Kalau untuk pedagang besar ini diharapkan bisa jadi stimulan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Bondowoso Syaefuddin Suhri menerangkan, para penerima terdiri atas tukang becak 120 orang, pedagang asongan 146 orang. Kemudian, para PKL dan pekerja 259 orang, angkutan desa 95 orang, serta karyawan kafe sebanyak 179 orang. “Jadi total 800 orang,” ujarnya.

Nantinya, anggota dari Dinsos yang beranggotakan 15 orang terbagi menjadi lima tim akan menyerahkan langsung kepada para penerima sesuai kelompok secara door to door. Yaitu kelompok PKL dan pekerja, kelompok karyawan kafe, kelompok tukang becak, kelompok pedagang asongan, serta kelompok angkutan desa. “Jangan diserahkan di Dinsos, itu nanti khawatir menumpuk. Tim itu yang mengantarkan door to door,” ujarnya.

Ditanya perihal bertambahnya jumlah penerima dari rencana awal, semula pihaknya mengajukan dua pilihan kepada tim anggaran. Yakni pilihan pertama bantuan Rp 200 ribu diberikan dua kali untuk sekitar 700 orang. Kemudian, pilihan kedua yakni Rp 300 ribu diberikan satu kali, tapi jumlah penerima ditambah. “Tim anggaran memilih Rp 300 ribu diberikan satu kali, tapi jumlah penerimanya ditambah,” ungkapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 800 pekerja yang terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat atau level empat mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah Bondowoso. Bantuan tersebut diberikan secara simbolis oleh Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin kepada delapan pedagang kaki lima (PKL) di depan Masjid Agung At Taqwa, Alun-Alun Ki Bagus Asra, Jumat (30/7).

Salwa menerangkan, bantuan itu diberikan untuk meringankan beban masyarakat terdampak yang sempat berhenti berjualan atau bekerja selama beberapa pekan. “Mohon dimanfaatkan betul-betul ini sebagai modal kerja. Tadi kan untuk pedagang minuman, cilok, tahu walik. Kalau untuk pedagang besar ini diharapkan bisa jadi stimulan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Bondowoso Syaefuddin Suhri menerangkan, para penerima terdiri atas tukang becak 120 orang, pedagang asongan 146 orang. Kemudian, para PKL dan pekerja 259 orang, angkutan desa 95 orang, serta karyawan kafe sebanyak 179 orang. “Jadi total 800 orang,” ujarnya.

Nantinya, anggota dari Dinsos yang beranggotakan 15 orang terbagi menjadi lima tim akan menyerahkan langsung kepada para penerima sesuai kelompok secara door to door. Yaitu kelompok PKL dan pekerja, kelompok karyawan kafe, kelompok tukang becak, kelompok pedagang asongan, serta kelompok angkutan desa. “Jangan diserahkan di Dinsos, itu nanti khawatir menumpuk. Tim itu yang mengantarkan door to door,” ujarnya.

Ditanya perihal bertambahnya jumlah penerima dari rencana awal, semula pihaknya mengajukan dua pilihan kepada tim anggaran. Yakni pilihan pertama bantuan Rp 200 ribu diberikan dua kali untuk sekitar 700 orang. Kemudian, pilihan kedua yakni Rp 300 ribu diberikan satu kali, tapi jumlah penerima ditambah. “Tim anggaran memilih Rp 300 ribu diberikan satu kali, tapi jumlah penerimanya ditambah,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/