alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 2 December 2021

Imbau Tetap Jaga Prokes

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rachmat memantau langsung proses vaksinasi Covid-19 untuk pelajar di SMP Negeri 2 Tamanan, kemarin (30/7). Dalam agenda tersebut, total ada 50 siswa kelas IX yang menerima vaksin dosis pertama. Mereka tampak melakukan registrasi dan proses screening. Kemudian, mereka divaksin di ruangan yang disediakan khusus. Selain siswa, di SMP itu juga dilaksanakan vaksinasi untuk 50 warga umum dari desa sekitar sekolah.

Di depan para siswa, Irwan mengatakan, masyarakat dan siswa tak perlu takut untuk menerima vaksin Covid-19. Menurutnya, jika sudah menerima vaksin, maka ketika terpapar, gejala yang dirasakan tidak terlalu berat. Ia pun menceritakan pengalamannya terpapar Covid-19 dan cepat sembuh karena sudah menerima vaksin. “Gejalanya masih ringan. Hanya greges,” katanya.

Sementara itu, warga yang belum divaksin, kata dia, maka saat terpapar akan mengalami gejala berat. “Ada yang seperti tipes, DB (demam berdarah, Red), sampai tingkat kematian,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Wabup berharap masyarakat yang mendapatkan kesempatan vaksin tidak menunda-nunda. Mengingat jumlah vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat sangat terbatas. “Semuanya akan dilakukan vaksinasi. Tapi, saat ini pengiriman vaksin dari pusat sangat terbatas,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso tersebut.

Wabup juga mengingatkan, meski siswa dan masyarakat telah menerima vaksin, namun mereka tetap tidak boleh lalai menerapkan protokol kesehatan. “Pakai masker. Masker ini sangat membantu. Menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” imbaunya.

Mohammad Gazi, 15, salah seorang siswa di sekolah setempat, mengatakan, ia mengikuti vaksinasi atas keinginan sendiri. “Saya daftar sendiri. Tahu informasinya dari guru-guru yang ada di sini,” jelasnya saat dikonfirmasi seusai vaksin.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rachmat memantau langsung proses vaksinasi Covid-19 untuk pelajar di SMP Negeri 2 Tamanan, kemarin (30/7). Dalam agenda tersebut, total ada 50 siswa kelas IX yang menerima vaksin dosis pertama. Mereka tampak melakukan registrasi dan proses screening. Kemudian, mereka divaksin di ruangan yang disediakan khusus. Selain siswa, di SMP itu juga dilaksanakan vaksinasi untuk 50 warga umum dari desa sekitar sekolah.

Di depan para siswa, Irwan mengatakan, masyarakat dan siswa tak perlu takut untuk menerima vaksin Covid-19. Menurutnya, jika sudah menerima vaksin, maka ketika terpapar, gejala yang dirasakan tidak terlalu berat. Ia pun menceritakan pengalamannya terpapar Covid-19 dan cepat sembuh karena sudah menerima vaksin. “Gejalanya masih ringan. Hanya greges,” katanya.

Sementara itu, warga yang belum divaksin, kata dia, maka saat terpapar akan mengalami gejala berat. “Ada yang seperti tipes, DB (demam berdarah, Red), sampai tingkat kematian,” paparnya.

Wabup berharap masyarakat yang mendapatkan kesempatan vaksin tidak menunda-nunda. Mengingat jumlah vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat sangat terbatas. “Semuanya akan dilakukan vaksinasi. Tapi, saat ini pengiriman vaksin dari pusat sangat terbatas,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso tersebut.

Wabup juga mengingatkan, meski siswa dan masyarakat telah menerima vaksin, namun mereka tetap tidak boleh lalai menerapkan protokol kesehatan. “Pakai masker. Masker ini sangat membantu. Menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” imbaunya.

Mohammad Gazi, 15, salah seorang siswa di sekolah setempat, mengatakan, ia mengikuti vaksinasi atas keinginan sendiri. “Saya daftar sendiri. Tahu informasinya dari guru-guru yang ada di sini,” jelasnya saat dikonfirmasi seusai vaksin.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rachmat memantau langsung proses vaksinasi Covid-19 untuk pelajar di SMP Negeri 2 Tamanan, kemarin (30/7). Dalam agenda tersebut, total ada 50 siswa kelas IX yang menerima vaksin dosis pertama. Mereka tampak melakukan registrasi dan proses screening. Kemudian, mereka divaksin di ruangan yang disediakan khusus. Selain siswa, di SMP itu juga dilaksanakan vaksinasi untuk 50 warga umum dari desa sekitar sekolah.

Di depan para siswa, Irwan mengatakan, masyarakat dan siswa tak perlu takut untuk menerima vaksin Covid-19. Menurutnya, jika sudah menerima vaksin, maka ketika terpapar, gejala yang dirasakan tidak terlalu berat. Ia pun menceritakan pengalamannya terpapar Covid-19 dan cepat sembuh karena sudah menerima vaksin. “Gejalanya masih ringan. Hanya greges,” katanya.

Sementara itu, warga yang belum divaksin, kata dia, maka saat terpapar akan mengalami gejala berat. “Ada yang seperti tipes, DB (demam berdarah, Red), sampai tingkat kematian,” paparnya.

Wabup berharap masyarakat yang mendapatkan kesempatan vaksin tidak menunda-nunda. Mengingat jumlah vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat sangat terbatas. “Semuanya akan dilakukan vaksinasi. Tapi, saat ini pengiriman vaksin dari pusat sangat terbatas,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso tersebut.

Wabup juga mengingatkan, meski siswa dan masyarakat telah menerima vaksin, namun mereka tetap tidak boleh lalai menerapkan protokol kesehatan. “Pakai masker. Masker ini sangat membantu. Menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” imbaunya.

Mohammad Gazi, 15, salah seorang siswa di sekolah setempat, mengatakan, ia mengikuti vaksinasi atas keinginan sendiri. “Saya daftar sendiri. Tahu informasinya dari guru-guru yang ada di sini,” jelasnya saat dikonfirmasi seusai vaksin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca