alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Hingga Kini, Dosis Dua Masih Nol Persen

Pemerintah daerah terus menggenjot vaksinasi kepada warganya. Termasuk bagi remaja dan pelajar yang saat ini tengah digalakkan. Namun, upaya itu tak berjalan mulus. Sebab, ada sebagian dari mereka yang enggan mengikutinya. Kenapa hal itu bisa terjadi?

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Capaian vaksinasi untuk remaja masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Bondowoso. Pasalnya, capaian vaksinasi untuk remaja masih berada dalam persentase nol persen. Dengan total sasaran kurang lebih 66.340 orang.

Berdasarkan data perkembangan Covid-19 di Bondowoso per 29 Juli 2021, dari total sasaran tersebut, hanya ada lima orang yang sudah menerima vaksin dosis dua. Kemudian, baru tiga persen atau sejumlah 2.135 remaja yang sudah mendapatkan vaksin tahap pertama.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rachmat mengatakan, rendahnya capaian vaksinasi tersebut karena keterbatasan vaksin yang dikirimkan oleh pemerintah pusat. Bukan karena faktor yang lain, semisal ketakutan remaja atau larangan orang tua. “Nanti kami akan melayangkan surat usulan kepada pusat. Kepada Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi,” katanya, kemarin (30/7).

Mobile_AP_Rectangle 2

Surat usulan tersebut, menurut dia, tujuannya untuk meminta tambahan kuota vaksin. Sebab, selama ini pemkab masih bergantung pada pusat. “Yang kami vaksinkan ke warga, ke masyarakat, itu kan tergantung dari pusat,” paparnya seusai memantau vaksinasi untuk pelajar di SMP Negeri 2 Tamanan.

Pihaknya akan segera mengajukan kuota tambahan. Terutama diprioritaskan untuk remaja atau pelajar. “Supaya pembelajaran tatap muka segera berlangsung. Nanti sasarannya murid dan guru,” terangnya.

Namun demikian, kata dia, untuk pembelajaran tatap muka (PTM) tetap menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Bahkan, meski pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diperpanjang, tapi sudah diperbolehkan untuk melakukan PTM, maka pihaknya siap melaksanakan PTM diseluruh lembaga sekolah di Bondowoso. “Kalau belum tervaksin semua (pelajar, Red), maka butuh pembatasan-pembatasan. Memperketat protokol kesehatan,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Capaian vaksinasi untuk remaja masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Bondowoso. Pasalnya, capaian vaksinasi untuk remaja masih berada dalam persentase nol persen. Dengan total sasaran kurang lebih 66.340 orang.

Berdasarkan data perkembangan Covid-19 di Bondowoso per 29 Juli 2021, dari total sasaran tersebut, hanya ada lima orang yang sudah menerima vaksin dosis dua. Kemudian, baru tiga persen atau sejumlah 2.135 remaja yang sudah mendapatkan vaksin tahap pertama.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rachmat mengatakan, rendahnya capaian vaksinasi tersebut karena keterbatasan vaksin yang dikirimkan oleh pemerintah pusat. Bukan karena faktor yang lain, semisal ketakutan remaja atau larangan orang tua. “Nanti kami akan melayangkan surat usulan kepada pusat. Kepada Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi,” katanya, kemarin (30/7).

Surat usulan tersebut, menurut dia, tujuannya untuk meminta tambahan kuota vaksin. Sebab, selama ini pemkab masih bergantung pada pusat. “Yang kami vaksinkan ke warga, ke masyarakat, itu kan tergantung dari pusat,” paparnya seusai memantau vaksinasi untuk pelajar di SMP Negeri 2 Tamanan.

Pihaknya akan segera mengajukan kuota tambahan. Terutama diprioritaskan untuk remaja atau pelajar. “Supaya pembelajaran tatap muka segera berlangsung. Nanti sasarannya murid dan guru,” terangnya.

Namun demikian, kata dia, untuk pembelajaran tatap muka (PTM) tetap menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Bahkan, meski pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diperpanjang, tapi sudah diperbolehkan untuk melakukan PTM, maka pihaknya siap melaksanakan PTM diseluruh lembaga sekolah di Bondowoso. “Kalau belum tervaksin semua (pelajar, Red), maka butuh pembatasan-pembatasan. Memperketat protokol kesehatan,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Capaian vaksinasi untuk remaja masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Bondowoso. Pasalnya, capaian vaksinasi untuk remaja masih berada dalam persentase nol persen. Dengan total sasaran kurang lebih 66.340 orang.

Berdasarkan data perkembangan Covid-19 di Bondowoso per 29 Juli 2021, dari total sasaran tersebut, hanya ada lima orang yang sudah menerima vaksin dosis dua. Kemudian, baru tiga persen atau sejumlah 2.135 remaja yang sudah mendapatkan vaksin tahap pertama.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rachmat mengatakan, rendahnya capaian vaksinasi tersebut karena keterbatasan vaksin yang dikirimkan oleh pemerintah pusat. Bukan karena faktor yang lain, semisal ketakutan remaja atau larangan orang tua. “Nanti kami akan melayangkan surat usulan kepada pusat. Kepada Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi,” katanya, kemarin (30/7).

Surat usulan tersebut, menurut dia, tujuannya untuk meminta tambahan kuota vaksin. Sebab, selama ini pemkab masih bergantung pada pusat. “Yang kami vaksinkan ke warga, ke masyarakat, itu kan tergantung dari pusat,” paparnya seusai memantau vaksinasi untuk pelajar di SMP Negeri 2 Tamanan.

Pihaknya akan segera mengajukan kuota tambahan. Terutama diprioritaskan untuk remaja atau pelajar. “Supaya pembelajaran tatap muka segera berlangsung. Nanti sasarannya murid dan guru,” terangnya.

Namun demikian, kata dia, untuk pembelajaran tatap muka (PTM) tetap menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Bahkan, meski pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diperpanjang, tapi sudah diperbolehkan untuk melakukan PTM, maka pihaknya siap melaksanakan PTM diseluruh lembaga sekolah di Bondowoso. “Kalau belum tervaksin semua (pelajar, Red), maka butuh pembatasan-pembatasan. Memperketat protokol kesehatan,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/