alexametrics
22.7 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Karena Covid-19, Kesadaran Pembuatan KTP Meningkat

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 membuat banyak sektor mengalami penurunan. Tapi, ada hal yang mengalami peningkatan karena Covid-19. Yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan. Hal itu diketahui karena hampir 600 ribu warga Bondowoso mengurus KTP elektronik.

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Bondowoso Priyono Hadi Siswanto menuturkan, selama Covid-19 mewabah dua tahun terakhir, Dispendukcapil Bondowoso menahan diri untuk tidak melakukan pendataan ke tiap-tiap desa. “Pelayanan perekaman juga dilakukan di tiap-tiap kecamatan,” terangnya. Dirinya menambahkan, karena Covid-19 dua tahun terakhir, pelayanan tak hanya dilakukan secara langsung, namun juga dilakukan via WhatsApp.

Pakai Tanda, Nama Tak Terdeteksi

Mobile_AP_Rectangle 2

Pencatatan kependudukan yaitu pembuatan KTP-el mencapai 594.288 jiwa per April kemarin.  Dia mengaku merasa ada kekhawatiran pengurusan KTP-el terganggu karena Covid-19. Terutama pelayanan di tingkat kecamatan maupun di Kantor Dispendukcapil. Ternyata antusiasme masyarakat dalam pembuatan KTP meningkat. Bahkan, untuk saat ini saja tinggal sekitar 30-an ribu warga yang belum punya KTP. “Target kami adalah 624.660 warga yang wajib punya KTP. Tapi, yang sudah memiliki yang sudah 594.288 jiwa,” paparnya.

Selain itu, Priyono Hadi Siswanto menyampaikan, saat ini pada sektor apa pun tetap membutuhkan identitas diri.  Menurutnya, pandemi juga membantu kesadaran masyarakat dalam pengurusan KTP-el. “Anggapan masyarakat desa, KTP itu tidak penting. Soalnya mereka tidak melakukan perjalanan jauh, maka mereka tak butuh KTP,” tuturnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 membuat banyak sektor mengalami penurunan. Tapi, ada hal yang mengalami peningkatan karena Covid-19. Yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan. Hal itu diketahui karena hampir 600 ribu warga Bondowoso mengurus KTP elektronik.

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Bondowoso Priyono Hadi Siswanto menuturkan, selama Covid-19 mewabah dua tahun terakhir, Dispendukcapil Bondowoso menahan diri untuk tidak melakukan pendataan ke tiap-tiap desa. “Pelayanan perekaman juga dilakukan di tiap-tiap kecamatan,” terangnya. Dirinya menambahkan, karena Covid-19 dua tahun terakhir, pelayanan tak hanya dilakukan secara langsung, namun juga dilakukan via WhatsApp.

Pakai Tanda, Nama Tak Terdeteksi

Pencatatan kependudukan yaitu pembuatan KTP-el mencapai 594.288 jiwa per April kemarin.  Dia mengaku merasa ada kekhawatiran pengurusan KTP-el terganggu karena Covid-19. Terutama pelayanan di tingkat kecamatan maupun di Kantor Dispendukcapil. Ternyata antusiasme masyarakat dalam pembuatan KTP meningkat. Bahkan, untuk saat ini saja tinggal sekitar 30-an ribu warga yang belum punya KTP. “Target kami adalah 624.660 warga yang wajib punya KTP. Tapi, yang sudah memiliki yang sudah 594.288 jiwa,” paparnya.

Selain itu, Priyono Hadi Siswanto menyampaikan, saat ini pada sektor apa pun tetap membutuhkan identitas diri.  Menurutnya, pandemi juga membantu kesadaran masyarakat dalam pengurusan KTP-el. “Anggapan masyarakat desa, KTP itu tidak penting. Soalnya mereka tidak melakukan perjalanan jauh, maka mereka tak butuh KTP,” tuturnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 membuat banyak sektor mengalami penurunan. Tapi, ada hal yang mengalami peningkatan karena Covid-19. Yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan. Hal itu diketahui karena hampir 600 ribu warga Bondowoso mengurus KTP elektronik.

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Bondowoso Priyono Hadi Siswanto menuturkan, selama Covid-19 mewabah dua tahun terakhir, Dispendukcapil Bondowoso menahan diri untuk tidak melakukan pendataan ke tiap-tiap desa. “Pelayanan perekaman juga dilakukan di tiap-tiap kecamatan,” terangnya. Dirinya menambahkan, karena Covid-19 dua tahun terakhir, pelayanan tak hanya dilakukan secara langsung, namun juga dilakukan via WhatsApp.

Pakai Tanda, Nama Tak Terdeteksi

Pencatatan kependudukan yaitu pembuatan KTP-el mencapai 594.288 jiwa per April kemarin.  Dia mengaku merasa ada kekhawatiran pengurusan KTP-el terganggu karena Covid-19. Terutama pelayanan di tingkat kecamatan maupun di Kantor Dispendukcapil. Ternyata antusiasme masyarakat dalam pembuatan KTP meningkat. Bahkan, untuk saat ini saja tinggal sekitar 30-an ribu warga yang belum punya KTP. “Target kami adalah 624.660 warga yang wajib punya KTP. Tapi, yang sudah memiliki yang sudah 594.288 jiwa,” paparnya.

Selain itu, Priyono Hadi Siswanto menyampaikan, saat ini pada sektor apa pun tetap membutuhkan identitas diri.  Menurutnya, pandemi juga membantu kesadaran masyarakat dalam pengurusan KTP-el. “Anggapan masyarakat desa, KTP itu tidak penting. Soalnya mereka tidak melakukan perjalanan jauh, maka mereka tak butuh KTP,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/