alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Likuidasi PTBG Tunggu RUPS

Kelanjutan Bondowoso Gemilang ke Depan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Jalan suram masih menghinggapi PT Bondowoso Gemilang (PTBG). Kasus rasuah yang menjerat tubuh perusahaan yang bergerak pada komoditas kopi itu belum juga usai. Namun, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bondowoso itu pun seharusnya juga dipertegas.

Apakah tetap dilanjutkan dengan memberikan modal miliaran rupiah dari dana APBD atau segera dilikuidasi. Atau pembubaran perusahaan BUMD itu. Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Pemkab Bondowoso Aris Wasiyanto mengatakan, untuk menentukan nasib PTBG, harus digelar terlebih dahulu rapat umum pemegang saham (RUPS).

“Yang jelas, untuk saat ini, jajaran direksi harus ada RUPS terlebih dahulu. Tetapi, sekarang mereka masih ada yang sudah ditetapkan tersangka ataupun sudah ditahan karena kasus korupsi,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebab, di dalam tubuh PTBG, menurut Aris, ada beberapa komisaris yang juga mundur. “Otomatis, itu semua harus dibahas dalam RUPS. Langkah pertama direksi ya harus RUPS dulu. Kami juga meminta laporan keuangannya, tetapi sampai sekarang ini belum dikirim kepada kami,” kata Aris.

Dia sempat ditanya, apakah kemungkinan besar PTBG ini bisa dibubarkan. Sebab, selama dua tahun belakangan ini PTBG hanya terfokus kepada jeratan kasus rasuah di tubuh mereka sendiri. Sedangkan pendapatan asli daerah (PAD) yang dihasilkan pun dapat dibilang nihil.

“Jadi, memang di peraturan daerah (perda), salah satu tujuan didirikan PTBG ini ya meningkatkan PAD. Itu juga akan menjadi pembahasan dalam poin utama RUPS,” ungkapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Jalan suram masih menghinggapi PT Bondowoso Gemilang (PTBG). Kasus rasuah yang menjerat tubuh perusahaan yang bergerak pada komoditas kopi itu belum juga usai. Namun, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bondowoso itu pun seharusnya juga dipertegas.

Apakah tetap dilanjutkan dengan memberikan modal miliaran rupiah dari dana APBD atau segera dilikuidasi. Atau pembubaran perusahaan BUMD itu. Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Pemkab Bondowoso Aris Wasiyanto mengatakan, untuk menentukan nasib PTBG, harus digelar terlebih dahulu rapat umum pemegang saham (RUPS).

“Yang jelas, untuk saat ini, jajaran direksi harus ada RUPS terlebih dahulu. Tetapi, sekarang mereka masih ada yang sudah ditetapkan tersangka ataupun sudah ditahan karena kasus korupsi,” ujarnya.

Sebab, di dalam tubuh PTBG, menurut Aris, ada beberapa komisaris yang juga mundur. “Otomatis, itu semua harus dibahas dalam RUPS. Langkah pertama direksi ya harus RUPS dulu. Kami juga meminta laporan keuangannya, tetapi sampai sekarang ini belum dikirim kepada kami,” kata Aris.

Dia sempat ditanya, apakah kemungkinan besar PTBG ini bisa dibubarkan. Sebab, selama dua tahun belakangan ini PTBG hanya terfokus kepada jeratan kasus rasuah di tubuh mereka sendiri. Sedangkan pendapatan asli daerah (PAD) yang dihasilkan pun dapat dibilang nihil.

“Jadi, memang di peraturan daerah (perda), salah satu tujuan didirikan PTBG ini ya meningkatkan PAD. Itu juga akan menjadi pembahasan dalam poin utama RUPS,” ungkapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Jalan suram masih menghinggapi PT Bondowoso Gemilang (PTBG). Kasus rasuah yang menjerat tubuh perusahaan yang bergerak pada komoditas kopi itu belum juga usai. Namun, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bondowoso itu pun seharusnya juga dipertegas.

Apakah tetap dilanjutkan dengan memberikan modal miliaran rupiah dari dana APBD atau segera dilikuidasi. Atau pembubaran perusahaan BUMD itu. Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Pemkab Bondowoso Aris Wasiyanto mengatakan, untuk menentukan nasib PTBG, harus digelar terlebih dahulu rapat umum pemegang saham (RUPS).

“Yang jelas, untuk saat ini, jajaran direksi harus ada RUPS terlebih dahulu. Tetapi, sekarang mereka masih ada yang sudah ditetapkan tersangka ataupun sudah ditahan karena kasus korupsi,” ujarnya.

Sebab, di dalam tubuh PTBG, menurut Aris, ada beberapa komisaris yang juga mundur. “Otomatis, itu semua harus dibahas dalam RUPS. Langkah pertama direksi ya harus RUPS dulu. Kami juga meminta laporan keuangannya, tetapi sampai sekarang ini belum dikirim kepada kami,” kata Aris.

Dia sempat ditanya, apakah kemungkinan besar PTBG ini bisa dibubarkan. Sebab, selama dua tahun belakangan ini PTBG hanya terfokus kepada jeratan kasus rasuah di tubuh mereka sendiri. Sedangkan pendapatan asli daerah (PAD) yang dihasilkan pun dapat dibilang nihil.

“Jadi, memang di peraturan daerah (perda), salah satu tujuan didirikan PTBG ini ya meningkatkan PAD. Itu juga akan menjadi pembahasan dalam poin utama RUPS,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/