alexametrics
24 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Anak Muda Bondowoso Bikin Alat Pembayaran Tidak Berlaku

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tulisan kecil di pojok banner “masih hidup” memantik perhatian. Tulisan itu terpampang di banner Pasar Gratis Bondowoso, yang diadakan komunitas Serambi Warung Kopi, di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, kemarin.

Ternyata, tulisan dibuat karena anggota komunitas yang terdiri atas anak-anak muda ini tidak sepakat dengan slogan “kota mati” yang ditujukan kepada Kabupaten Bondowoso. “Sehingga kami pemuda-pemuda yang hidup di Bondowoso, ingin mengubah slogan itu dengan semangat Bondowoso Masih Hidup,” jelas Affi Agung Rahmadi, salah seorang anggota komunitas.

Semangat tersebut merupakan bukti kepedulian pemuda-pemudi yang ingin membangun Bondowoso menjadi lebih baik lagi ke depannya. Komunitas ini juga membuat gerakan yang mengkritisi semakin berkurangnya kesadaran sosial antarsesama manusia. Yakni dengan membuat gerakan pasar gratis. Pasar yang meniadakan transaksi jual beli. Pasar yang membuat seluruh alat pembayaran tidak berlaku.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pasar itu menyajikan ragam pakaian. Masyarakat hanya perlu mampir, memilah, dan memilih. Selanjutnya, berujar pakaian itu diinginkan. Berikutnya, menjadi hak miliknya secara gratis.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tulisan kecil di pojok banner “masih hidup” memantik perhatian. Tulisan itu terpampang di banner Pasar Gratis Bondowoso, yang diadakan komunitas Serambi Warung Kopi, di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, kemarin.

Ternyata, tulisan dibuat karena anggota komunitas yang terdiri atas anak-anak muda ini tidak sepakat dengan slogan “kota mati” yang ditujukan kepada Kabupaten Bondowoso. “Sehingga kami pemuda-pemuda yang hidup di Bondowoso, ingin mengubah slogan itu dengan semangat Bondowoso Masih Hidup,” jelas Affi Agung Rahmadi, salah seorang anggota komunitas.

Semangat tersebut merupakan bukti kepedulian pemuda-pemudi yang ingin membangun Bondowoso menjadi lebih baik lagi ke depannya. Komunitas ini juga membuat gerakan yang mengkritisi semakin berkurangnya kesadaran sosial antarsesama manusia. Yakni dengan membuat gerakan pasar gratis. Pasar yang meniadakan transaksi jual beli. Pasar yang membuat seluruh alat pembayaran tidak berlaku.

Pasar itu menyajikan ragam pakaian. Masyarakat hanya perlu mampir, memilah, dan memilih. Selanjutnya, berujar pakaian itu diinginkan. Berikutnya, menjadi hak miliknya secara gratis.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tulisan kecil di pojok banner “masih hidup” memantik perhatian. Tulisan itu terpampang di banner Pasar Gratis Bondowoso, yang diadakan komunitas Serambi Warung Kopi, di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, kemarin.

Ternyata, tulisan dibuat karena anggota komunitas yang terdiri atas anak-anak muda ini tidak sepakat dengan slogan “kota mati” yang ditujukan kepada Kabupaten Bondowoso. “Sehingga kami pemuda-pemuda yang hidup di Bondowoso, ingin mengubah slogan itu dengan semangat Bondowoso Masih Hidup,” jelas Affi Agung Rahmadi, salah seorang anggota komunitas.

Semangat tersebut merupakan bukti kepedulian pemuda-pemudi yang ingin membangun Bondowoso menjadi lebih baik lagi ke depannya. Komunitas ini juga membuat gerakan yang mengkritisi semakin berkurangnya kesadaran sosial antarsesama manusia. Yakni dengan membuat gerakan pasar gratis. Pasar yang meniadakan transaksi jual beli. Pasar yang membuat seluruh alat pembayaran tidak berlaku.

Pasar itu menyajikan ragam pakaian. Masyarakat hanya perlu mampir, memilah, dan memilih. Selanjutnya, berujar pakaian itu diinginkan. Berikutnya, menjadi hak miliknya secara gratis.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/