alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Masih Temukan Bak Terbuka Angkut Orang

Dishub Janji Bakal Gencarkan Sosialisasi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kecelakaan tragis beberapa hari lalu di jalan raya menuju Ijen yang dialami mobil pikap bak terbuka menjadi atensi serius kepolisian. Sebab, pikap itu terguling menewaskan lima orang penumpang. Total ada 27 orang, termasuk sang sopir, menjadi korban. Larangan bakal digencarkan karena masih ditemukan bak terbuka mengangkut orang.

Baca Juga : Sopir Pikap Kecelakaan Maut di Bondowoso Ditetapkan Jadi Tersangka

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bondowoso berupaya terus memberikan sosialisasi kepada kelompok-kelompok yang diduga sering menyewa mobil pikap untuk bepergian. “Kalau dari peruntukannya memang tidak benar. Mobil pikap yang seharusnya digunakan mengangkut barang, tetapi untuk penumpang. Apalagi sampai 27 orang. Berarti sudah over,” jelas Agus Suwarjito, Kepala Dishub Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bahkan, hasil olah TKP beberapa hari lalu, cek fisik mobil yang menjadi barang bukti tahun 2019 lalu, termasuk STNK mobil tersebut juga sudah tak berlaku pajaknya.

Ke depannya, Agus mengatakan, Dishub Bondowoso bakal berupaya semaksimal mungkin menyosialisasikan kepada masyarakat. “Masalahnya, kejadian kemarin yang digunakan adalah kendaraan pribadi, bukan perusahaan angkutan barang. Ini sifatnya pribadi, ini yang agak susah. Tetapi, kalau atas nama perusahaan kami bisa memanggil perusahaan tersebut,” jelas Agus.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kecelakaan tragis beberapa hari lalu di jalan raya menuju Ijen yang dialami mobil pikap bak terbuka menjadi atensi serius kepolisian. Sebab, pikap itu terguling menewaskan lima orang penumpang. Total ada 27 orang, termasuk sang sopir, menjadi korban. Larangan bakal digencarkan karena masih ditemukan bak terbuka mengangkut orang.

Baca Juga : Sopir Pikap Kecelakaan Maut di Bondowoso Ditetapkan Jadi Tersangka

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bondowoso berupaya terus memberikan sosialisasi kepada kelompok-kelompok yang diduga sering menyewa mobil pikap untuk bepergian. “Kalau dari peruntukannya memang tidak benar. Mobil pikap yang seharusnya digunakan mengangkut barang, tetapi untuk penumpang. Apalagi sampai 27 orang. Berarti sudah over,” jelas Agus Suwarjito, Kepala Dishub Bondowoso.

Bahkan, hasil olah TKP beberapa hari lalu, cek fisik mobil yang menjadi barang bukti tahun 2019 lalu, termasuk STNK mobil tersebut juga sudah tak berlaku pajaknya.

Ke depannya, Agus mengatakan, Dishub Bondowoso bakal berupaya semaksimal mungkin menyosialisasikan kepada masyarakat. “Masalahnya, kejadian kemarin yang digunakan adalah kendaraan pribadi, bukan perusahaan angkutan barang. Ini sifatnya pribadi, ini yang agak susah. Tetapi, kalau atas nama perusahaan kami bisa memanggil perusahaan tersebut,” jelas Agus.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kecelakaan tragis beberapa hari lalu di jalan raya menuju Ijen yang dialami mobil pikap bak terbuka menjadi atensi serius kepolisian. Sebab, pikap itu terguling menewaskan lima orang penumpang. Total ada 27 orang, termasuk sang sopir, menjadi korban. Larangan bakal digencarkan karena masih ditemukan bak terbuka mengangkut orang.

Baca Juga : Sopir Pikap Kecelakaan Maut di Bondowoso Ditetapkan Jadi Tersangka

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bondowoso berupaya terus memberikan sosialisasi kepada kelompok-kelompok yang diduga sering menyewa mobil pikap untuk bepergian. “Kalau dari peruntukannya memang tidak benar. Mobil pikap yang seharusnya digunakan mengangkut barang, tetapi untuk penumpang. Apalagi sampai 27 orang. Berarti sudah over,” jelas Agus Suwarjito, Kepala Dishub Bondowoso.

Bahkan, hasil olah TKP beberapa hari lalu, cek fisik mobil yang menjadi barang bukti tahun 2019 lalu, termasuk STNK mobil tersebut juga sudah tak berlaku pajaknya.

Ke depannya, Agus mengatakan, Dishub Bondowoso bakal berupaya semaksimal mungkin menyosialisasikan kepada masyarakat. “Masalahnya, kejadian kemarin yang digunakan adalah kendaraan pribadi, bukan perusahaan angkutan barang. Ini sifatnya pribadi, ini yang agak susah. Tetapi, kalau atas nama perusahaan kami bisa memanggil perusahaan tersebut,” jelas Agus.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/