alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Kampanyekan Restorative Justice

Ancaman di Bawah Lima Tahun dan Kerugian di Bawah Rp 2,5 Juta

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Guna menegakkan hukum namun dengan mengedepankan hati nurani, Kejaksaan Negeri Bondowoso meresmikan wisma atau rumah restorative justice di Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang, kemarin siang.

Baca Juga : Luar Biasa!!, Siswa SMASGA Lolos SNMPTN Terbanyak di Bondowoso

Desa Koncer Kidul sengaja dipilih sebagai wisma restorative justice karena desa tersebut menjadi salah satu desa dengan tiga pilar yang cukup kompak. Yakni aparat desa/kelurahan, Bhabinkamtibmas, serta babinsa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Peresmian wisma RJ kemarin dihadiri seluruh unsur dari forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) di Bondowoso. Restorative justice adalah upaya penyelesaian perkara di luar jalur hukum atau peradilan, dengan mengedepankan mediasi antara pelaku dengan korban. “Wisma RJ bertujuan untuk lebih memberikan rasa keadilan di tengah masyarakat dan dalam penerapannya dilakukan secara baik dan profesional,” ujar Triasmoro, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso.

Syarat pelaku yang bisa mendapatkan RJ adalah belum pernah dihukum. Kemudian, ancaman hukuman dari perbuatannya itu kurang dari 5 tahun. Contohnya, kasus pencurian yang nilai barang curiannya tak lebih dari Rp 2,5 juta. Puji menambahkan, wisma RJ atau kampung RJ tersebut adalah program Kejaksaan Agung. Di beberapa daerah, kampung RJ ini juga telah diresmikan.

Secara umum, wisma ini pertama kali di-launching di Desa Koncer Kidul. Dan nantinya akan dilakukan di dua kecamatan lain di Kabupaten Bondowoso. “Jadi, wisma RJ ini akan dibentuk di setiap desa atau kelurahan,” imbuh Puji.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Guna menegakkan hukum namun dengan mengedepankan hati nurani, Kejaksaan Negeri Bondowoso meresmikan wisma atau rumah restorative justice di Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang, kemarin siang.

Baca Juga : Luar Biasa!!, Siswa SMASGA Lolos SNMPTN Terbanyak di Bondowoso

Desa Koncer Kidul sengaja dipilih sebagai wisma restorative justice karena desa tersebut menjadi salah satu desa dengan tiga pilar yang cukup kompak. Yakni aparat desa/kelurahan, Bhabinkamtibmas, serta babinsa.

Peresmian wisma RJ kemarin dihadiri seluruh unsur dari forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) di Bondowoso. Restorative justice adalah upaya penyelesaian perkara di luar jalur hukum atau peradilan, dengan mengedepankan mediasi antara pelaku dengan korban. “Wisma RJ bertujuan untuk lebih memberikan rasa keadilan di tengah masyarakat dan dalam penerapannya dilakukan secara baik dan profesional,” ujar Triasmoro, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso.

Syarat pelaku yang bisa mendapatkan RJ adalah belum pernah dihukum. Kemudian, ancaman hukuman dari perbuatannya itu kurang dari 5 tahun. Contohnya, kasus pencurian yang nilai barang curiannya tak lebih dari Rp 2,5 juta. Puji menambahkan, wisma RJ atau kampung RJ tersebut adalah program Kejaksaan Agung. Di beberapa daerah, kampung RJ ini juga telah diresmikan.

Secara umum, wisma ini pertama kali di-launching di Desa Koncer Kidul. Dan nantinya akan dilakukan di dua kecamatan lain di Kabupaten Bondowoso. “Jadi, wisma RJ ini akan dibentuk di setiap desa atau kelurahan,” imbuh Puji.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Guna menegakkan hukum namun dengan mengedepankan hati nurani, Kejaksaan Negeri Bondowoso meresmikan wisma atau rumah restorative justice di Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang, kemarin siang.

Baca Juga : Luar Biasa!!, Siswa SMASGA Lolos SNMPTN Terbanyak di Bondowoso

Desa Koncer Kidul sengaja dipilih sebagai wisma restorative justice karena desa tersebut menjadi salah satu desa dengan tiga pilar yang cukup kompak. Yakni aparat desa/kelurahan, Bhabinkamtibmas, serta babinsa.

Peresmian wisma RJ kemarin dihadiri seluruh unsur dari forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) di Bondowoso. Restorative justice adalah upaya penyelesaian perkara di luar jalur hukum atau peradilan, dengan mengedepankan mediasi antara pelaku dengan korban. “Wisma RJ bertujuan untuk lebih memberikan rasa keadilan di tengah masyarakat dan dalam penerapannya dilakukan secara baik dan profesional,” ujar Triasmoro, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso.

Syarat pelaku yang bisa mendapatkan RJ adalah belum pernah dihukum. Kemudian, ancaman hukuman dari perbuatannya itu kurang dari 5 tahun. Contohnya, kasus pencurian yang nilai barang curiannya tak lebih dari Rp 2,5 juta. Puji menambahkan, wisma RJ atau kampung RJ tersebut adalah program Kejaksaan Agung. Di beberapa daerah, kampung RJ ini juga telah diresmikan.

Secara umum, wisma ini pertama kali di-launching di Desa Koncer Kidul. Dan nantinya akan dilakukan di dua kecamatan lain di Kabupaten Bondowoso. “Jadi, wisma RJ ini akan dibentuk di setiap desa atau kelurahan,” imbuh Puji.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/