alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Wacana Nama Klub Baru Persebo 1964

Tepis Anggapan Ada Dualisme Persebo

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Rencana pembentukan klub baru berstatus amatir di Bondowoso terus bergulir. Sebelumnya, niatan buat klub baru itu datang dari Askab PSSI Bondowoso. Mereka berkeinginan membuat klub amatir, yang menjadi wadah para pemain belia putra daerah berlaga di kompetisi amatir Liga 3.
Rencana itu sedikit demi sedikit terus dikomunikasikan Askab PSSI kepada Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur. Seperti yang diutarakan Subangkit, Ketua Umum PSSI Bondowoso. Setelah mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI Jatim tanggal 27 Maret lalu, dalam pemilihan ketua dan Exco Asprov, dirinya sudah menyampaikan niatan pembentukan klub baru itu.
“Saya sampaikan ke Ketua Asprov terkait dengan pendaftaran klub baru. Di mana moratorium sampai tahun 2021 dan ini akan dibahas dalam kongres tahunan Asprov PSSI Jatim,” ujarnya.
Kongres tahunan Asprov sendiri rencananya akan dilangsungkan setelah Hari Raya Idul Fitri mendatang. Sementara itu, ketika ditanya apa nama untuk klub baru ini, Subangkit belum dapat memastikan.
“Beberapa hari lalu kami share ke pengurus Askab mengenai nama. Rekan-rekan memilih Persebo 1964, karena tidak ingin sejarah Persebo hilang yang merupakan milik masyarakat Bondowoso,” bebernya.
Namun, nama Persebo 1964 itu masih sebatas wacana saja. Belum pasti mengusung nama Persebo itu ke depannya. Subangkit menambahkan, mengapa ada tahun 1964? Sebab, tahun itu adalah berdirinya Persebo Bondowoso.
Ketika disinggung apakah nama Persebo 1964 itu tidak terkesan dualisme dengan Persebo Muda Bondowoso yang terlebih dahulu berlaga di Liga 3 tahun 2017. Meskipun, Persebo Muda notabenenya klub baru. Pihaknya menegaskan tidak ada dualisme. “Jadi, di sini tidak ada dualisme. Seperti yang saya sampaikan, kami Askab PSSI Bondowoso malah senang bilamana di Bondowoso banyak klub yang mengikuti Liga 3. Sehingga potensi pemain muda putra daerah semakin terakomodasi,” jelas pria yang juga menjadi anggota DPRD Bondowoso ini.
Lebih jauh, Subangkit menjabarkan bahwa Askab PSSI Bondowoso bermaksud mengelola klub amatir. Dengan begitu, mereka berniat mendaftarkan klub baru. “Jadi, kami tidak bermaksud untuk mengambil alih Persebo Muda Bondowoso. Intinya kami bersama-sama memajukan sepak bola Bondowoso,” pungkasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Rencana pembentukan klub baru berstatus amatir di Bondowoso terus bergulir. Sebelumnya, niatan buat klub baru itu datang dari Askab PSSI Bondowoso. Mereka berkeinginan membuat klub amatir, yang menjadi wadah para pemain belia putra daerah berlaga di kompetisi amatir Liga 3.
Rencana itu sedikit demi sedikit terus dikomunikasikan Askab PSSI kepada Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur. Seperti yang diutarakan Subangkit, Ketua Umum PSSI Bondowoso. Setelah mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI Jatim tanggal 27 Maret lalu, dalam pemilihan ketua dan Exco Asprov, dirinya sudah menyampaikan niatan pembentukan klub baru itu.
“Saya sampaikan ke Ketua Asprov terkait dengan pendaftaran klub baru. Di mana moratorium sampai tahun 2021 dan ini akan dibahas dalam kongres tahunan Asprov PSSI Jatim,” ujarnya.
Kongres tahunan Asprov sendiri rencananya akan dilangsungkan setelah Hari Raya Idul Fitri mendatang. Sementara itu, ketika ditanya apa nama untuk klub baru ini, Subangkit belum dapat memastikan.
“Beberapa hari lalu kami share ke pengurus Askab mengenai nama. Rekan-rekan memilih Persebo 1964, karena tidak ingin sejarah Persebo hilang yang merupakan milik masyarakat Bondowoso,” bebernya.
Namun, nama Persebo 1964 itu masih sebatas wacana saja. Belum pasti mengusung nama Persebo itu ke depannya. Subangkit menambahkan, mengapa ada tahun 1964? Sebab, tahun itu adalah berdirinya Persebo Bondowoso.
Ketika disinggung apakah nama Persebo 1964 itu tidak terkesan dualisme dengan Persebo Muda Bondowoso yang terlebih dahulu berlaga di Liga 3 tahun 2017. Meskipun, Persebo Muda notabenenya klub baru. Pihaknya menegaskan tidak ada dualisme. “Jadi, di sini tidak ada dualisme. Seperti yang saya sampaikan, kami Askab PSSI Bondowoso malah senang bilamana di Bondowoso banyak klub yang mengikuti Liga 3. Sehingga potensi pemain muda putra daerah semakin terakomodasi,” jelas pria yang juga menjadi anggota DPRD Bondowoso ini.
Lebih jauh, Subangkit menjabarkan bahwa Askab PSSI Bondowoso bermaksud mengelola klub amatir. Dengan begitu, mereka berniat mendaftarkan klub baru. “Jadi, kami tidak bermaksud untuk mengambil alih Persebo Muda Bondowoso. Intinya kami bersama-sama memajukan sepak bola Bondowoso,” pungkasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Rencana pembentukan klub baru berstatus amatir di Bondowoso terus bergulir. Sebelumnya, niatan buat klub baru itu datang dari Askab PSSI Bondowoso. Mereka berkeinginan membuat klub amatir, yang menjadi wadah para pemain belia putra daerah berlaga di kompetisi amatir Liga 3.
Rencana itu sedikit demi sedikit terus dikomunikasikan Askab PSSI kepada Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur. Seperti yang diutarakan Subangkit, Ketua Umum PSSI Bondowoso. Setelah mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI Jatim tanggal 27 Maret lalu, dalam pemilihan ketua dan Exco Asprov, dirinya sudah menyampaikan niatan pembentukan klub baru itu.
“Saya sampaikan ke Ketua Asprov terkait dengan pendaftaran klub baru. Di mana moratorium sampai tahun 2021 dan ini akan dibahas dalam kongres tahunan Asprov PSSI Jatim,” ujarnya.
Kongres tahunan Asprov sendiri rencananya akan dilangsungkan setelah Hari Raya Idul Fitri mendatang. Sementara itu, ketika ditanya apa nama untuk klub baru ini, Subangkit belum dapat memastikan.
“Beberapa hari lalu kami share ke pengurus Askab mengenai nama. Rekan-rekan memilih Persebo 1964, karena tidak ingin sejarah Persebo hilang yang merupakan milik masyarakat Bondowoso,” bebernya.
Namun, nama Persebo 1964 itu masih sebatas wacana saja. Belum pasti mengusung nama Persebo itu ke depannya. Subangkit menambahkan, mengapa ada tahun 1964? Sebab, tahun itu adalah berdirinya Persebo Bondowoso.
Ketika disinggung apakah nama Persebo 1964 itu tidak terkesan dualisme dengan Persebo Muda Bondowoso yang terlebih dahulu berlaga di Liga 3 tahun 2017. Meskipun, Persebo Muda notabenenya klub baru. Pihaknya menegaskan tidak ada dualisme. “Jadi, di sini tidak ada dualisme. Seperti yang saya sampaikan, kami Askab PSSI Bondowoso malah senang bilamana di Bondowoso banyak klub yang mengikuti Liga 3. Sehingga potensi pemain muda putra daerah semakin terakomodasi,” jelas pria yang juga menjadi anggota DPRD Bondowoso ini.
Lebih jauh, Subangkit menjabarkan bahwa Askab PSSI Bondowoso bermaksud mengelola klub amatir. Dengan begitu, mereka berniat mendaftarkan klub baru. “Jadi, kami tidak bermaksud untuk mengambil alih Persebo Muda Bondowoso. Intinya kami bersama-sama memajukan sepak bola Bondowoso,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/