alexametrics
23.6 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Pemuda Lintas Agama Bersatu Mendoakan Korban Tragedi Bom Bunuh Diri

Gelar Doa Bersama untuk Tragedi Bom

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah pemuda menggelar doa bersama, Minggu (28/3) lalu. Dalam rangka mendoakan korban tragedi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, beberapa hari lalu.
Para pemuda itu tergabung dalam forum Pemuda Kerukunan Umat Beragama Bondowoso. Mereka gabungan anggota Gusdurian alias komunitas pecinta Gus Dur, komunitas Bondowoso Tempo Doeloe, dan pemuda dari umat kristiani.
Doa bersama yang diselenggarakan di gereja Pastori GKI Bondowoso itu juga merupakan bukti bahwa aksi bom bunuh diri yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab tak akan memengaruhi kerukunan antara warga muslim dan umat Kristen di Bondowoso.
Muhammad Afifi, salah satu perwakilan pemuda muslim di Bondowoso, mengatakan, selain doa bersama, kegiatan ini juga untuk merajut kebersamaan antarumat beragama. “Sudah seharusnya sebagai umat beragama menebar kasih sayang sesama umat beragama,” jelas Koordinator Gusdurian Bondowoso tersebut.
Pihaknya bersama sejumlah pemuda lintas agama mendoakan agar kejadian kemarin tidak terulang kembali. Menurut dia, aksi bom bunuh diri di Makassar adalah efek dari pemahaman keberagamaan yang sempit dan tak mau menerima perbedaan.
“Agama tak mengajarkan intoleransi. Agama mengajarkan kerukunan antarsesama manusia dari semua suku, bangsa, dan semua agama,” jelasnya.
Lebih jauh, menurutnya, dalam agama tak ada yang namanya fanatik buta. Menyakiti atau melukai kemanusiaan dan kerukunan bukan ajaran agama.
“Tak ada lagi caci maki. Kita harus tebar kasih sayang pada semesta,” tegas owner Padepokan Nyai Surti tersebut.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah pemuda menggelar doa bersama, Minggu (28/3) lalu. Dalam rangka mendoakan korban tragedi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, beberapa hari lalu.
Para pemuda itu tergabung dalam forum Pemuda Kerukunan Umat Beragama Bondowoso. Mereka gabungan anggota Gusdurian alias komunitas pecinta Gus Dur, komunitas Bondowoso Tempo Doeloe, dan pemuda dari umat kristiani.
Doa bersama yang diselenggarakan di gereja Pastori GKI Bondowoso itu juga merupakan bukti bahwa aksi bom bunuh diri yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab tak akan memengaruhi kerukunan antara warga muslim dan umat Kristen di Bondowoso.
Muhammad Afifi, salah satu perwakilan pemuda muslim di Bondowoso, mengatakan, selain doa bersama, kegiatan ini juga untuk merajut kebersamaan antarumat beragama. “Sudah seharusnya sebagai umat beragama menebar kasih sayang sesama umat beragama,” jelas Koordinator Gusdurian Bondowoso tersebut.
Pihaknya bersama sejumlah pemuda lintas agama mendoakan agar kejadian kemarin tidak terulang kembali. Menurut dia, aksi bom bunuh diri di Makassar adalah efek dari pemahaman keberagamaan yang sempit dan tak mau menerima perbedaan.
“Agama tak mengajarkan intoleransi. Agama mengajarkan kerukunan antarsesama manusia dari semua suku, bangsa, dan semua agama,” jelasnya.
Lebih jauh, menurutnya, dalam agama tak ada yang namanya fanatik buta. Menyakiti atau melukai kemanusiaan dan kerukunan bukan ajaran agama.
“Tak ada lagi caci maki. Kita harus tebar kasih sayang pada semesta,” tegas owner Padepokan Nyai Surti tersebut.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah pemuda menggelar doa bersama, Minggu (28/3) lalu. Dalam rangka mendoakan korban tragedi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, beberapa hari lalu.
Para pemuda itu tergabung dalam forum Pemuda Kerukunan Umat Beragama Bondowoso. Mereka gabungan anggota Gusdurian alias komunitas pecinta Gus Dur, komunitas Bondowoso Tempo Doeloe, dan pemuda dari umat kristiani.
Doa bersama yang diselenggarakan di gereja Pastori GKI Bondowoso itu juga merupakan bukti bahwa aksi bom bunuh diri yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab tak akan memengaruhi kerukunan antara warga muslim dan umat Kristen di Bondowoso.
Muhammad Afifi, salah satu perwakilan pemuda muslim di Bondowoso, mengatakan, selain doa bersama, kegiatan ini juga untuk merajut kebersamaan antarumat beragama. “Sudah seharusnya sebagai umat beragama menebar kasih sayang sesama umat beragama,” jelas Koordinator Gusdurian Bondowoso tersebut.
Pihaknya bersama sejumlah pemuda lintas agama mendoakan agar kejadian kemarin tidak terulang kembali. Menurut dia, aksi bom bunuh diri di Makassar adalah efek dari pemahaman keberagamaan yang sempit dan tak mau menerima perbedaan.
“Agama tak mengajarkan intoleransi. Agama mengajarkan kerukunan antarsesama manusia dari semua suku, bangsa, dan semua agama,” jelasnya.
Lebih jauh, menurutnya, dalam agama tak ada yang namanya fanatik buta. Menyakiti atau melukai kemanusiaan dan kerukunan bukan ajaran agama.
“Tak ada lagi caci maki. Kita harus tebar kasih sayang pada semesta,” tegas owner Padepokan Nyai Surti tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/