alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Pemilik Akun Bakterijahat Digelandang ke Polres

Telah Buat Unggahan Hina Panglima TNI

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Seorang pemuda berusia 31 tahun digelandang ke Polres Bondowoso karena unggahan di Facebook. Dia adalah pemilik akun Facebook Bakterijahat. Namanya Robbi Sumaryono, warga Desa Penanggungan, Kecamatan Maesan.
Informasi yang didapat Jawa Pos Radar Ijen, pemuda ini digelandang ke Mapolres Bondowoso oleh beberapa anggota TNI. Sebab, sebelumnya dia telah mengunggah foto Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, namun dengan kalimat hinaan. Akhirnya, dia dicari sejumlah anggota TNI. Berikutnya, diserahkan ke Polres Bondowoso untuk ditindak.
Saat di Mapolres Bondowoso, pelaku mengaku selama ini menjadi penjaga parkir di salah satu toko busana di Maesan. Sebelumnya, dia pernah bekerja di Bali. Badan penuh tato didapat ketika bekerja di Bali. “Saya pulang dari Bali karena ibu meninggal,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.
Ketika ditanya alasan membuat unggahan menghina Panglima TNI, dia mengaku karena pengaruh obat. Pengakuannya, dia sering mengonsumsi pil Dextro. Bahkan, jika tidak sanggup membeli, dia menggantinya dengan Komix. “Sekali minum, sepuluh langsung,” ujarnya. Menurutnya, karena pengaruh obat itu, dia lantas membuat postingan.
Dia mengaku memiliki dua akun. Pertama, akun yang sesuai namanya, yakni Robi Sumaryono. Akun kedua adalah Bakterijahat. Unggahan itu saat ini sudah dihapusnya. Sebab, malam sebelum dia digelandang ke polres, kepala dusun setempat sempat menemuinya. Pelaku diperintah untuk menghapus unggahannya. Namun, jejak digitalnya masih tersimpan rapi.
Kemudian, untuk alasan sebenarnya, masih dalam ranah penyidikan pihak berwajib. Pihak kepolisian masih belum bisa memberikan keterangan. Menunggu penyidikan selesai.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Seorang pemuda berusia 31 tahun digelandang ke Polres Bondowoso karena unggahan di Facebook. Dia adalah pemilik akun Facebook Bakterijahat. Namanya Robbi Sumaryono, warga Desa Penanggungan, Kecamatan Maesan.
Informasi yang didapat Jawa Pos Radar Ijen, pemuda ini digelandang ke Mapolres Bondowoso oleh beberapa anggota TNI. Sebab, sebelumnya dia telah mengunggah foto Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, namun dengan kalimat hinaan. Akhirnya, dia dicari sejumlah anggota TNI. Berikutnya, diserahkan ke Polres Bondowoso untuk ditindak.
Saat di Mapolres Bondowoso, pelaku mengaku selama ini menjadi penjaga parkir di salah satu toko busana di Maesan. Sebelumnya, dia pernah bekerja di Bali. Badan penuh tato didapat ketika bekerja di Bali. “Saya pulang dari Bali karena ibu meninggal,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.
Ketika ditanya alasan membuat unggahan menghina Panglima TNI, dia mengaku karena pengaruh obat. Pengakuannya, dia sering mengonsumsi pil Dextro. Bahkan, jika tidak sanggup membeli, dia menggantinya dengan Komix. “Sekali minum, sepuluh langsung,” ujarnya. Menurutnya, karena pengaruh obat itu, dia lantas membuat postingan.
Dia mengaku memiliki dua akun. Pertama, akun yang sesuai namanya, yakni Robi Sumaryono. Akun kedua adalah Bakterijahat. Unggahan itu saat ini sudah dihapusnya. Sebab, malam sebelum dia digelandang ke polres, kepala dusun setempat sempat menemuinya. Pelaku diperintah untuk menghapus unggahannya. Namun, jejak digitalnya masih tersimpan rapi.
Kemudian, untuk alasan sebenarnya, masih dalam ranah penyidikan pihak berwajib. Pihak kepolisian masih belum bisa memberikan keterangan. Menunggu penyidikan selesai.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Seorang pemuda berusia 31 tahun digelandang ke Polres Bondowoso karena unggahan di Facebook. Dia adalah pemilik akun Facebook Bakterijahat. Namanya Robbi Sumaryono, warga Desa Penanggungan, Kecamatan Maesan.
Informasi yang didapat Jawa Pos Radar Ijen, pemuda ini digelandang ke Mapolres Bondowoso oleh beberapa anggota TNI. Sebab, sebelumnya dia telah mengunggah foto Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, namun dengan kalimat hinaan. Akhirnya, dia dicari sejumlah anggota TNI. Berikutnya, diserahkan ke Polres Bondowoso untuk ditindak.
Saat di Mapolres Bondowoso, pelaku mengaku selama ini menjadi penjaga parkir di salah satu toko busana di Maesan. Sebelumnya, dia pernah bekerja di Bali. Badan penuh tato didapat ketika bekerja di Bali. “Saya pulang dari Bali karena ibu meninggal,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.
Ketika ditanya alasan membuat unggahan menghina Panglima TNI, dia mengaku karena pengaruh obat. Pengakuannya, dia sering mengonsumsi pil Dextro. Bahkan, jika tidak sanggup membeli, dia menggantinya dengan Komix. “Sekali minum, sepuluh langsung,” ujarnya. Menurutnya, karena pengaruh obat itu, dia lantas membuat postingan.
Dia mengaku memiliki dua akun. Pertama, akun yang sesuai namanya, yakni Robi Sumaryono. Akun kedua adalah Bakterijahat. Unggahan itu saat ini sudah dihapusnya. Sebab, malam sebelum dia digelandang ke polres, kepala dusun setempat sempat menemuinya. Pelaku diperintah untuk menghapus unggahannya. Namun, jejak digitalnya masih tersimpan rapi.
Kemudian, untuk alasan sebenarnya, masih dalam ranah penyidikan pihak berwajib. Pihak kepolisian masih belum bisa memberikan keterangan. Menunggu penyidikan selesai.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/