alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Musrenbangkab, 2022 Percepatan Pemulihan Ekonomi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Bondowoso tahun 2022 digelar di pendapa kabupaten, kemarin. Musrenbang kali ini dibuka secara simbolis oleh Bupati KH Salwa Arifin. Tema besar yang diusung dalam musrenbang adalah peningkatan inovasi sistem pemerintahan berbasis teknologi informasi, mendorong kemandirian dan percepatan pemulihan ekonomi.
Musrembang sendiri merupakan tahapan penyelenggaraan perencanaan pembangunan daerah yang diawali dari tingkat desa, kecamatan, hingga forum perangkat daerah (forum PD). Dalam pidatonya, KH Salwa mengutarakan, perencanaan pembangunan daerah tahun 2022 akan didasarkan pada visi dan misi pemerintahan, yang juga telah masuk dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bondowoso Tahun 2018 hingga 2023. Yaitu terwujudnya Bondowoso mandiri ekonomi, lestari, sejahtera, adil, dan terdepan dalam bingkai iman dan taqwa.
“Misinya di antaranya membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat,” jelas bupati.
KH Salwa Arifin juga mempertimbangkan isu strategis regional hingga nasional dalam merencanakan pembangunan guna meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Sehingga dengan program dan kegiatan yang akan dimusrembangkan akan menjadi rujukan jitu dalam perencanaan penganggaran pada APBD 2022. “Isu strategis baik regional hingga global juga kami jadikan rujukan,” terangnya.
Dalam penjabarannya, tahun 2022 mendatang ditargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 3 persen, persentase penduduk miskin 14.00 persen. Selain itu, indeks pembangunan manusia (IPM) mencapai 67.00 persen.
Target tersebut akan ditempuh dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik, meningkatkan keberadaan masyarakat, hingga peningkatan pelayanan kesehatan. Diprediksikan belanja daerah 2022 mencapai Rp 2,1 triliun. “Kekurangan pendanaan akan diusulkan kepada pemerintah pusat, provinsi, maupun kepada pihak donor,” pungkasnya.
Di sisi lain, Farida, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) menyebut bahwa Musrembang RKPD dilakukan secara virtual diikuti oleh 300 peserta dari seluruh jenjang pemerintahan. Mulai dari tingkat desa atau kelurahan hingga tingkat kabupaten. “Sementara yang hadir di pendapa ini hanya 50 orang,” pungkasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Bondowoso tahun 2022 digelar di pendapa kabupaten, kemarin. Musrenbang kali ini dibuka secara simbolis oleh Bupati KH Salwa Arifin. Tema besar yang diusung dalam musrenbang adalah peningkatan inovasi sistem pemerintahan berbasis teknologi informasi, mendorong kemandirian dan percepatan pemulihan ekonomi.
Musrembang sendiri merupakan tahapan penyelenggaraan perencanaan pembangunan daerah yang diawali dari tingkat desa, kecamatan, hingga forum perangkat daerah (forum PD). Dalam pidatonya, KH Salwa mengutarakan, perencanaan pembangunan daerah tahun 2022 akan didasarkan pada visi dan misi pemerintahan, yang juga telah masuk dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bondowoso Tahun 2018 hingga 2023. Yaitu terwujudnya Bondowoso mandiri ekonomi, lestari, sejahtera, adil, dan terdepan dalam bingkai iman dan taqwa.
“Misinya di antaranya membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat,” jelas bupati.
KH Salwa Arifin juga mempertimbangkan isu strategis regional hingga nasional dalam merencanakan pembangunan guna meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Sehingga dengan program dan kegiatan yang akan dimusrembangkan akan menjadi rujukan jitu dalam perencanaan penganggaran pada APBD 2022. “Isu strategis baik regional hingga global juga kami jadikan rujukan,” terangnya.
Dalam penjabarannya, tahun 2022 mendatang ditargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 3 persen, persentase penduduk miskin 14.00 persen. Selain itu, indeks pembangunan manusia (IPM) mencapai 67.00 persen.
Target tersebut akan ditempuh dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik, meningkatkan keberadaan masyarakat, hingga peningkatan pelayanan kesehatan. Diprediksikan belanja daerah 2022 mencapai Rp 2,1 triliun. “Kekurangan pendanaan akan diusulkan kepada pemerintah pusat, provinsi, maupun kepada pihak donor,” pungkasnya.
Di sisi lain, Farida, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) menyebut bahwa Musrembang RKPD dilakukan secara virtual diikuti oleh 300 peserta dari seluruh jenjang pemerintahan. Mulai dari tingkat desa atau kelurahan hingga tingkat kabupaten. “Sementara yang hadir di pendapa ini hanya 50 orang,” pungkasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Bondowoso tahun 2022 digelar di pendapa kabupaten, kemarin. Musrenbang kali ini dibuka secara simbolis oleh Bupati KH Salwa Arifin. Tema besar yang diusung dalam musrenbang adalah peningkatan inovasi sistem pemerintahan berbasis teknologi informasi, mendorong kemandirian dan percepatan pemulihan ekonomi.
Musrembang sendiri merupakan tahapan penyelenggaraan perencanaan pembangunan daerah yang diawali dari tingkat desa, kecamatan, hingga forum perangkat daerah (forum PD). Dalam pidatonya, KH Salwa mengutarakan, perencanaan pembangunan daerah tahun 2022 akan didasarkan pada visi dan misi pemerintahan, yang juga telah masuk dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bondowoso Tahun 2018 hingga 2023. Yaitu terwujudnya Bondowoso mandiri ekonomi, lestari, sejahtera, adil, dan terdepan dalam bingkai iman dan taqwa.
“Misinya di antaranya membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat,” jelas bupati.
KH Salwa Arifin juga mempertimbangkan isu strategis regional hingga nasional dalam merencanakan pembangunan guna meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Sehingga dengan program dan kegiatan yang akan dimusrembangkan akan menjadi rujukan jitu dalam perencanaan penganggaran pada APBD 2022. “Isu strategis baik regional hingga global juga kami jadikan rujukan,” terangnya.
Dalam penjabarannya, tahun 2022 mendatang ditargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 3 persen, persentase penduduk miskin 14.00 persen. Selain itu, indeks pembangunan manusia (IPM) mencapai 67.00 persen.
Target tersebut akan ditempuh dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik, meningkatkan keberadaan masyarakat, hingga peningkatan pelayanan kesehatan. Diprediksikan belanja daerah 2022 mencapai Rp 2,1 triliun. “Kekurangan pendanaan akan diusulkan kepada pemerintah pusat, provinsi, maupun kepada pihak donor,” pungkasnya.
Di sisi lain, Farida, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) menyebut bahwa Musrembang RKPD dilakukan secara virtual diikuti oleh 300 peserta dari seluruh jenjang pemerintahan. Mulai dari tingkat desa atau kelurahan hingga tingkat kabupaten. “Sementara yang hadir di pendapa ini hanya 50 orang,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/