alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Turnamen Panahan Lebih Berat kalau Kondisi Hujan

Tantangan Atlet Panahan ketika Bertanding saat Hujan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan atlet muda panahan di klub Handayani Srikandi Archery School (LHSAS) tetap berlatih intensif. Meski kini mereka lebih sering berlatih dalam kondisi cuaca hujan.
Cuaca hujan ketika berlatih maupun bertanding pun menjadi tantangan tersendiri bagi atlet panahan. Sebab, mereka harus cerdik memprediksi arah busur panah diterpa air ataupun angin ketika hujan.
Menurut Nanang, salah satu pelatih LHSAS, tim pelatih tetap menggelar latihan rutin sewaktu hujan. “Masih kami adakan latihan. Asalkan hujannya tidak deras dan tidak disertai petir. Karena, kalau sudah hujan lebat dan petir akan berbahaya juga untuk atlet,” bebernya.
Berlatih di bawah guyuran hujan itu pun harus mereka lakukan. Sebab, saat turnamen ataupun kejuaraan, ada beberapa kondisi cuaca hujan dan tetap berlangsung turnamen tersebut.
“Meskipun turnamen, kalau hujan ya tetap dilanjutkan. Tetapi ya itu tadi, asal tidak hujan ekstrem disertai petir,” imbuhnya.
Menurutnya, tantangan lebih berat dirasakan atlet ketika harus benar-benar fokus dalam kondisi hujan. “Pertama faktor angin. Kedua tentunya anak panah lebih berat dan memengaruhi lajunya. Ketiga, faktor mata atlet yang terganggu karena air hujan,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.
Meski begitu, berlatih rutin saat hujan sangatlah penting. Agar nantinya, walaupun berlaga di sebuah turnamen dan dalam kondisi hujan, para atlet sudah terbiasa.
LHSAS sendiri sejak bulan Agustus 2020 lalu sudah mulai berlatih lagi. Pascavakum pandemi Covid-19 yang ketika itu masih dalam kondisi darurat. Mereka berlatih rutin di lapangan Perumahan Taman Mutiara, Pejaten, tiap hari Rabu, Jumat, dan Minggu.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan atlet muda panahan di klub Handayani Srikandi Archery School (LHSAS) tetap berlatih intensif. Meski kini mereka lebih sering berlatih dalam kondisi cuaca hujan.
Cuaca hujan ketika berlatih maupun bertanding pun menjadi tantangan tersendiri bagi atlet panahan. Sebab, mereka harus cerdik memprediksi arah busur panah diterpa air ataupun angin ketika hujan.
Menurut Nanang, salah satu pelatih LHSAS, tim pelatih tetap menggelar latihan rutin sewaktu hujan. “Masih kami adakan latihan. Asalkan hujannya tidak deras dan tidak disertai petir. Karena, kalau sudah hujan lebat dan petir akan berbahaya juga untuk atlet,” bebernya.
Berlatih di bawah guyuran hujan itu pun harus mereka lakukan. Sebab, saat turnamen ataupun kejuaraan, ada beberapa kondisi cuaca hujan dan tetap berlangsung turnamen tersebut.
“Meskipun turnamen, kalau hujan ya tetap dilanjutkan. Tetapi ya itu tadi, asal tidak hujan ekstrem disertai petir,” imbuhnya.
Menurutnya, tantangan lebih berat dirasakan atlet ketika harus benar-benar fokus dalam kondisi hujan. “Pertama faktor angin. Kedua tentunya anak panah lebih berat dan memengaruhi lajunya. Ketiga, faktor mata atlet yang terganggu karena air hujan,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.
Meski begitu, berlatih rutin saat hujan sangatlah penting. Agar nantinya, walaupun berlaga di sebuah turnamen dan dalam kondisi hujan, para atlet sudah terbiasa.
LHSAS sendiri sejak bulan Agustus 2020 lalu sudah mulai berlatih lagi. Pascavakum pandemi Covid-19 yang ketika itu masih dalam kondisi darurat. Mereka berlatih rutin di lapangan Perumahan Taman Mutiara, Pejaten, tiap hari Rabu, Jumat, dan Minggu.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan atlet muda panahan di klub Handayani Srikandi Archery School (LHSAS) tetap berlatih intensif. Meski kini mereka lebih sering berlatih dalam kondisi cuaca hujan.
Cuaca hujan ketika berlatih maupun bertanding pun menjadi tantangan tersendiri bagi atlet panahan. Sebab, mereka harus cerdik memprediksi arah busur panah diterpa air ataupun angin ketika hujan.
Menurut Nanang, salah satu pelatih LHSAS, tim pelatih tetap menggelar latihan rutin sewaktu hujan. “Masih kami adakan latihan. Asalkan hujannya tidak deras dan tidak disertai petir. Karena, kalau sudah hujan lebat dan petir akan berbahaya juga untuk atlet,” bebernya.
Berlatih di bawah guyuran hujan itu pun harus mereka lakukan. Sebab, saat turnamen ataupun kejuaraan, ada beberapa kondisi cuaca hujan dan tetap berlangsung turnamen tersebut.
“Meskipun turnamen, kalau hujan ya tetap dilanjutkan. Tetapi ya itu tadi, asal tidak hujan ekstrem disertai petir,” imbuhnya.
Menurutnya, tantangan lebih berat dirasakan atlet ketika harus benar-benar fokus dalam kondisi hujan. “Pertama faktor angin. Kedua tentunya anak panah lebih berat dan memengaruhi lajunya. Ketiga, faktor mata atlet yang terganggu karena air hujan,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.
Meski begitu, berlatih rutin saat hujan sangatlah penting. Agar nantinya, walaupun berlaga di sebuah turnamen dan dalam kondisi hujan, para atlet sudah terbiasa.
LHSAS sendiri sejak bulan Agustus 2020 lalu sudah mulai berlatih lagi. Pascavakum pandemi Covid-19 yang ketika itu masih dalam kondisi darurat. Mereka berlatih rutin di lapangan Perumahan Taman Mutiara, Pejaten, tiap hari Rabu, Jumat, dan Minggu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/