alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Parah Sehari Sampah Numpuk 60 Ton Ini Yang Harus Dilakukan

Mobile_AP_Rectangle 1

BADEAN, Radar Ijen – Sampah masih menjadi permasalahan yang komplek. Untuk mengatasi permasalah tersebut tentunya membutuhkan peran serta semua pihak agar terselesaikan. Hal itu, menjadi salah satu diselenggarakan-nya lokakarya analisis masalah dan rencana tindak nyata perbaikan pelayanan pengelolaan sampah di Kabupaten Bondowoso, di aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), kemarin (29/12).

Berbagai permasalahan sampah, termasuk semakin meningkatnya jumlah sampah setiap waktu, hingga masalah pemilahan jenis sampah, turut dibahas dalam acara tersebut. Selain itu, untuk berbagai cara untuk menyelesaikannya juga menjadi pembahasan oleh puluhan peserta yang hadir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, Agung Aris Sungkowo, menyamapaikan, jumlah sampah harian di Bondowoso mencapai 60 ton setiap harinya. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 40 ton saja. Berdasarkan hal itu, tempat pembuangan akhir (TPA) di Taman Krocok, dinilai tidak akan sanggup untuk menampung sampah, selama 10 tahun mendatang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dari hal itu, Agung menyebut, salah satu cara untuk mengurangi jumlah sampah, dengan melakukan pemilahan terhadap jenis-jenis sampah organik dan organik, serta sampah yang dapat didaur ulang atau tidak. Ia meyakini setelah proses pemilihan dilakukan dengan baik, maka akan berdampak pada pengurangan jumlah sampah yang dibuang.

Artinya hanya sampah yabg tidak dapat di daur ulang saja yang akan dibuang ke tempat sampah. Sementara, sampah yang dapat didaur ulang, akan dikelola baik perorangan, organisasi atau pihak lain, untuk menjadi barang bernilai ekonomis. “Timbunan sampah yang ada disana tidak akan terus,” ujarnya.

Sejauh ini, Agung menyebut sudah ada 39 bank sampah yang mengelola sampah menjadi barang bernilai ekonomis. Dari jumlah tersebut dinilai membantu dalam mengatasi jumlah sampah yang semakin meningkat setiap waktunya. Walaupun demikian, ia masih mengharapkan ada bank sampah lain yang akan bermunculan, sehingga lebih banyak sampah yang dapat dimanfaatkan. “Semoga nanti bertambah,” katanya.

- Advertisement -

BADEAN, Radar Ijen – Sampah masih menjadi permasalahan yang komplek. Untuk mengatasi permasalah tersebut tentunya membutuhkan peran serta semua pihak agar terselesaikan. Hal itu, menjadi salah satu diselenggarakan-nya lokakarya analisis masalah dan rencana tindak nyata perbaikan pelayanan pengelolaan sampah di Kabupaten Bondowoso, di aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), kemarin (29/12).

Berbagai permasalahan sampah, termasuk semakin meningkatnya jumlah sampah setiap waktu, hingga masalah pemilahan jenis sampah, turut dibahas dalam acara tersebut. Selain itu, untuk berbagai cara untuk menyelesaikannya juga menjadi pembahasan oleh puluhan peserta yang hadir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, Agung Aris Sungkowo, menyamapaikan, jumlah sampah harian di Bondowoso mencapai 60 ton setiap harinya. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 40 ton saja. Berdasarkan hal itu, tempat pembuangan akhir (TPA) di Taman Krocok, dinilai tidak akan sanggup untuk menampung sampah, selama 10 tahun mendatang.

Dari hal itu, Agung menyebut, salah satu cara untuk mengurangi jumlah sampah, dengan melakukan pemilahan terhadap jenis-jenis sampah organik dan organik, serta sampah yang dapat didaur ulang atau tidak. Ia meyakini setelah proses pemilihan dilakukan dengan baik, maka akan berdampak pada pengurangan jumlah sampah yang dibuang.

Artinya hanya sampah yabg tidak dapat di daur ulang saja yang akan dibuang ke tempat sampah. Sementara, sampah yang dapat didaur ulang, akan dikelola baik perorangan, organisasi atau pihak lain, untuk menjadi barang bernilai ekonomis. “Timbunan sampah yang ada disana tidak akan terus,” ujarnya.

Sejauh ini, Agung menyebut sudah ada 39 bank sampah yang mengelola sampah menjadi barang bernilai ekonomis. Dari jumlah tersebut dinilai membantu dalam mengatasi jumlah sampah yang semakin meningkat setiap waktunya. Walaupun demikian, ia masih mengharapkan ada bank sampah lain yang akan bermunculan, sehingga lebih banyak sampah yang dapat dimanfaatkan. “Semoga nanti bertambah,” katanya.

BADEAN, Radar Ijen – Sampah masih menjadi permasalahan yang komplek. Untuk mengatasi permasalah tersebut tentunya membutuhkan peran serta semua pihak agar terselesaikan. Hal itu, menjadi salah satu diselenggarakan-nya lokakarya analisis masalah dan rencana tindak nyata perbaikan pelayanan pengelolaan sampah di Kabupaten Bondowoso, di aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), kemarin (29/12).

Berbagai permasalahan sampah, termasuk semakin meningkatnya jumlah sampah setiap waktu, hingga masalah pemilahan jenis sampah, turut dibahas dalam acara tersebut. Selain itu, untuk berbagai cara untuk menyelesaikannya juga menjadi pembahasan oleh puluhan peserta yang hadir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, Agung Aris Sungkowo, menyamapaikan, jumlah sampah harian di Bondowoso mencapai 60 ton setiap harinya. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 40 ton saja. Berdasarkan hal itu, tempat pembuangan akhir (TPA) di Taman Krocok, dinilai tidak akan sanggup untuk menampung sampah, selama 10 tahun mendatang.

Dari hal itu, Agung menyebut, salah satu cara untuk mengurangi jumlah sampah, dengan melakukan pemilahan terhadap jenis-jenis sampah organik dan organik, serta sampah yang dapat didaur ulang atau tidak. Ia meyakini setelah proses pemilihan dilakukan dengan baik, maka akan berdampak pada pengurangan jumlah sampah yang dibuang.

Artinya hanya sampah yabg tidak dapat di daur ulang saja yang akan dibuang ke tempat sampah. Sementara, sampah yang dapat didaur ulang, akan dikelola baik perorangan, organisasi atau pihak lain, untuk menjadi barang bernilai ekonomis. “Timbunan sampah yang ada disana tidak akan terus,” ujarnya.

Sejauh ini, Agung menyebut sudah ada 39 bank sampah yang mengelola sampah menjadi barang bernilai ekonomis. Dari jumlah tersebut dinilai membantu dalam mengatasi jumlah sampah yang semakin meningkat setiap waktunya. Walaupun demikian, ia masih mengharapkan ada bank sampah lain yang akan bermunculan, sehingga lebih banyak sampah yang dapat dimanfaatkan. “Semoga nanti bertambah,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/