alexametrics
28.3 C
Jember
Saturday, 22 January 2022

Momen Nataru, Tempat Wisata Bondowoso Harus Tutup Total

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kalau biasanya pada perayaan pergantian tahun tempat wisata selalu ramai dikunjungi wisatawan, tahun ini harus diredam. Berdasarkan hasil rapat koordinasi persiapan menghadapi Natal dan tahun baru 2022, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berencana akan menutup seluruh destinasi wisata yang ada.

Penutupan destinasi wisata itu rencananya akan hanya berlangsung selama dua hari. Yakni pada 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022. Tujuannya mengantisipasi munculnya klaster baru penularan Covid-19 di Bondowoso. Mengingat, biasanya pada momentum tersebut, sejumlah destinasi wisata akan dibanjiri oleh pengunjung. Baik dari dalam ataupun luar daerah Bondowoso. “Khawatir orang yang datang dari luar tidak terdeteksi apakah dia terpapar atau tidak. Sehingga membuat penularan di sini,” ungkap Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso Soekaryo.

Walaupun demikian, para pelaku usaha yang berada di sekitar tempat wisata tetap diizinkan untuk beroperasi. Dengan syarat wajib menerapkan protokol kesehatan ketat. “Untuk pelaku usaha ekonomi wisata tetap boleh beroperasi. Seperti restoran, rumah makan, dan hotel,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, Soekaryo juga menyebut, Pemkab Bondowoso melalui satpol PP setempat juga akan melakukan pengecekan di setiap perbatasan melalui posko check point yang akan didirikan di berbagai titik. “Di titik tertentu yang disebutkan oleh satpol PP, orang yang mau masuk dicek. Kalau tidak punya vaksin, tidak boleh masuk Bondowoso kalau yang dari luar,” tuturnya.

Sementara itu, ratusan personel yang terdiri atas unsur Polres, TNI, hingga Satpol PP Bondowoso akan diterjunkan untuk mengamankan perayaan Nataru. Kapolres Bondowoso AKBP Herman Priyanto menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan dan rakor terkait persiapan pengamanan tahun baru. Termasuk bagaimana teknis penempatan pos pengamanan, pelibatan personel, dan bagaimana cara bertindak di lapangan sudah dirumuskan. “Sesuai dengan arahan Kapolda, kita juga mengaktifkan kembali PPKM, yang mudik-mudik dari luar Bondowoso ke sini,” paparnya.

Mengenai kesiapan personel, Herman menyebut, sekitar 550 telah disiapkan dari unsur TNI, Polri, maupun instansi terkait. Bahkan, pihaknya mengaku akan melibatkan ormas-ormas setempat dalam rangka kegiatan pengamanan gereja saat perayaan Natal pada 25 Desember mendatang.

Selain itu, pihaknya juga menyebut sudah menyiapkan sejumlah pos pengamanan. Ada lima titik yang akan didirikan oleh pihaknya di perbatasan. Walaupun demikian, pihaknya belum menyebutkan lokasi mana saja yang akan didirikan pos pengamanan.

Bahkan, fasilitas umum seperti alun-alun juga akan ditutup saat malam pergantian tahun. “Alun-alun sesuai dengan Inmendagri tutup. Tanggal 31 Desember 2021 sampai 1 Januari 2022 juga ditutup,” tegasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kalau biasanya pada perayaan pergantian tahun tempat wisata selalu ramai dikunjungi wisatawan, tahun ini harus diredam. Berdasarkan hasil rapat koordinasi persiapan menghadapi Natal dan tahun baru 2022, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berencana akan menutup seluruh destinasi wisata yang ada.

Penutupan destinasi wisata itu rencananya akan hanya berlangsung selama dua hari. Yakni pada 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022. Tujuannya mengantisipasi munculnya klaster baru penularan Covid-19 di Bondowoso. Mengingat, biasanya pada momentum tersebut, sejumlah destinasi wisata akan dibanjiri oleh pengunjung. Baik dari dalam ataupun luar daerah Bondowoso. “Khawatir orang yang datang dari luar tidak terdeteksi apakah dia terpapar atau tidak. Sehingga membuat penularan di sini,” ungkap Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso Soekaryo.

Walaupun demikian, para pelaku usaha yang berada di sekitar tempat wisata tetap diizinkan untuk beroperasi. Dengan syarat wajib menerapkan protokol kesehatan ketat. “Untuk pelaku usaha ekonomi wisata tetap boleh beroperasi. Seperti restoran, rumah makan, dan hotel,” imbuhnya.

Selain itu, Soekaryo juga menyebut, Pemkab Bondowoso melalui satpol PP setempat juga akan melakukan pengecekan di setiap perbatasan melalui posko check point yang akan didirikan di berbagai titik. “Di titik tertentu yang disebutkan oleh satpol PP, orang yang mau masuk dicek. Kalau tidak punya vaksin, tidak boleh masuk Bondowoso kalau yang dari luar,” tuturnya.

Sementara itu, ratusan personel yang terdiri atas unsur Polres, TNI, hingga Satpol PP Bondowoso akan diterjunkan untuk mengamankan perayaan Nataru. Kapolres Bondowoso AKBP Herman Priyanto menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan dan rakor terkait persiapan pengamanan tahun baru. Termasuk bagaimana teknis penempatan pos pengamanan, pelibatan personel, dan bagaimana cara bertindak di lapangan sudah dirumuskan. “Sesuai dengan arahan Kapolda, kita juga mengaktifkan kembali PPKM, yang mudik-mudik dari luar Bondowoso ke sini,” paparnya.

Mengenai kesiapan personel, Herman menyebut, sekitar 550 telah disiapkan dari unsur TNI, Polri, maupun instansi terkait. Bahkan, pihaknya mengaku akan melibatkan ormas-ormas setempat dalam rangka kegiatan pengamanan gereja saat perayaan Natal pada 25 Desember mendatang.

Selain itu, pihaknya juga menyebut sudah menyiapkan sejumlah pos pengamanan. Ada lima titik yang akan didirikan oleh pihaknya di perbatasan. Walaupun demikian, pihaknya belum menyebutkan lokasi mana saja yang akan didirikan pos pengamanan.

Bahkan, fasilitas umum seperti alun-alun juga akan ditutup saat malam pergantian tahun. “Alun-alun sesuai dengan Inmendagri tutup. Tanggal 31 Desember 2021 sampai 1 Januari 2022 juga ditutup,” tegasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kalau biasanya pada perayaan pergantian tahun tempat wisata selalu ramai dikunjungi wisatawan, tahun ini harus diredam. Berdasarkan hasil rapat koordinasi persiapan menghadapi Natal dan tahun baru 2022, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berencana akan menutup seluruh destinasi wisata yang ada.

Penutupan destinasi wisata itu rencananya akan hanya berlangsung selama dua hari. Yakni pada 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022. Tujuannya mengantisipasi munculnya klaster baru penularan Covid-19 di Bondowoso. Mengingat, biasanya pada momentum tersebut, sejumlah destinasi wisata akan dibanjiri oleh pengunjung. Baik dari dalam ataupun luar daerah Bondowoso. “Khawatir orang yang datang dari luar tidak terdeteksi apakah dia terpapar atau tidak. Sehingga membuat penularan di sini,” ungkap Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso Soekaryo.

Walaupun demikian, para pelaku usaha yang berada di sekitar tempat wisata tetap diizinkan untuk beroperasi. Dengan syarat wajib menerapkan protokol kesehatan ketat. “Untuk pelaku usaha ekonomi wisata tetap boleh beroperasi. Seperti restoran, rumah makan, dan hotel,” imbuhnya.

Selain itu, Soekaryo juga menyebut, Pemkab Bondowoso melalui satpol PP setempat juga akan melakukan pengecekan di setiap perbatasan melalui posko check point yang akan didirikan di berbagai titik. “Di titik tertentu yang disebutkan oleh satpol PP, orang yang mau masuk dicek. Kalau tidak punya vaksin, tidak boleh masuk Bondowoso kalau yang dari luar,” tuturnya.

Sementara itu, ratusan personel yang terdiri atas unsur Polres, TNI, hingga Satpol PP Bondowoso akan diterjunkan untuk mengamankan perayaan Nataru. Kapolres Bondowoso AKBP Herman Priyanto menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan dan rakor terkait persiapan pengamanan tahun baru. Termasuk bagaimana teknis penempatan pos pengamanan, pelibatan personel, dan bagaimana cara bertindak di lapangan sudah dirumuskan. “Sesuai dengan arahan Kapolda, kita juga mengaktifkan kembali PPKM, yang mudik-mudik dari luar Bondowoso ke sini,” paparnya.

Mengenai kesiapan personel, Herman menyebut, sekitar 550 telah disiapkan dari unsur TNI, Polri, maupun instansi terkait. Bahkan, pihaknya mengaku akan melibatkan ormas-ormas setempat dalam rangka kegiatan pengamanan gereja saat perayaan Natal pada 25 Desember mendatang.

Selain itu, pihaknya juga menyebut sudah menyiapkan sejumlah pos pengamanan. Ada lima titik yang akan didirikan oleh pihaknya di perbatasan. Walaupun demikian, pihaknya belum menyebutkan lokasi mana saja yang akan didirikan pos pengamanan.

Bahkan, fasilitas umum seperti alun-alun juga akan ditutup saat malam pergantian tahun. “Alun-alun sesuai dengan Inmendagri tutup. Tanggal 31 Desember 2021 sampai 1 Januari 2022 juga ditutup,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca