alexametrics
22.6 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Tanam Padi di Depan Rumah, Kenapa Tidak?

Memakai Polybag, 1000 Meter Sama dengan 1 Hektare

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pekerja kantoran menanam padi? Kenapa tidak! Sebab, di era modern saat ini, menanam padi tidak harus di sawah. Bisa di depan rumah. Inilah yang dilakukan Wijaya, PNS asal Kelurahan Nangkaan. Dia membuat terobosan menanam padi di polybag di depan rumahnya.

Pria kelahiran 27 Mei 1982 ini berpikir bagaimana cara warga perkotaan dapat berkontribusi menciptakan ketahanan pangan dalam situasi keterbatasan lahan. Salah satunya dengan menanam padi di polybag. “Saya berpikir bagaimana caranya lahan yang minimalis dapat menghasilkan hasil maksimal. Maka, dipilihlah media tanam polybag ini,” ucap Wijaya di sela-sela merawat padi pada polybag-nya.

Wijaya membudidayakan padi HRD 700 ciptaan Prof Dr Ir Hariyadi MP, Direktur Pusat Kajian Pertanian Organik di Malang. Tak tanggung-tanggung, padi yang dipilihnya itu dalam 1 polybag-nya dapat menghasilkan sekitar 1 hingga 2 kilogram gabah kering sawah. Dalam 1 malai dengan panjang 40 cm, bisa menghasilkan sebanyak 700 butir padi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jumlah itu tentu jauh lebih banyak dibanding padi pada umumnya yang hanya dapat menghasilkan 200 bulir dalam satu malainya. “Ukuran polybag ini 40×40 cm. Satu meter persegi lahan berisi 9 polybag, yang mana potensi hasil panennya bisa sampai 14 hingga 18 kilogram gabah kering sawah,” ujarnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pekerja kantoran menanam padi? Kenapa tidak! Sebab, di era modern saat ini, menanam padi tidak harus di sawah. Bisa di depan rumah. Inilah yang dilakukan Wijaya, PNS asal Kelurahan Nangkaan. Dia membuat terobosan menanam padi di polybag di depan rumahnya.

Pria kelahiran 27 Mei 1982 ini berpikir bagaimana cara warga perkotaan dapat berkontribusi menciptakan ketahanan pangan dalam situasi keterbatasan lahan. Salah satunya dengan menanam padi di polybag. “Saya berpikir bagaimana caranya lahan yang minimalis dapat menghasilkan hasil maksimal. Maka, dipilihlah media tanam polybag ini,” ucap Wijaya di sela-sela merawat padi pada polybag-nya.

Wijaya membudidayakan padi HRD 700 ciptaan Prof Dr Ir Hariyadi MP, Direktur Pusat Kajian Pertanian Organik di Malang. Tak tanggung-tanggung, padi yang dipilihnya itu dalam 1 polybag-nya dapat menghasilkan sekitar 1 hingga 2 kilogram gabah kering sawah. Dalam 1 malai dengan panjang 40 cm, bisa menghasilkan sebanyak 700 butir padi.

Jumlah itu tentu jauh lebih banyak dibanding padi pada umumnya yang hanya dapat menghasilkan 200 bulir dalam satu malainya. “Ukuran polybag ini 40×40 cm. Satu meter persegi lahan berisi 9 polybag, yang mana potensi hasil panennya bisa sampai 14 hingga 18 kilogram gabah kering sawah,” ujarnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pekerja kantoran menanam padi? Kenapa tidak! Sebab, di era modern saat ini, menanam padi tidak harus di sawah. Bisa di depan rumah. Inilah yang dilakukan Wijaya, PNS asal Kelurahan Nangkaan. Dia membuat terobosan menanam padi di polybag di depan rumahnya.

Pria kelahiran 27 Mei 1982 ini berpikir bagaimana cara warga perkotaan dapat berkontribusi menciptakan ketahanan pangan dalam situasi keterbatasan lahan. Salah satunya dengan menanam padi di polybag. “Saya berpikir bagaimana caranya lahan yang minimalis dapat menghasilkan hasil maksimal. Maka, dipilihlah media tanam polybag ini,” ucap Wijaya di sela-sela merawat padi pada polybag-nya.

Wijaya membudidayakan padi HRD 700 ciptaan Prof Dr Ir Hariyadi MP, Direktur Pusat Kajian Pertanian Organik di Malang. Tak tanggung-tanggung, padi yang dipilihnya itu dalam 1 polybag-nya dapat menghasilkan sekitar 1 hingga 2 kilogram gabah kering sawah. Dalam 1 malai dengan panjang 40 cm, bisa menghasilkan sebanyak 700 butir padi.

Jumlah itu tentu jauh lebih banyak dibanding padi pada umumnya yang hanya dapat menghasilkan 200 bulir dalam satu malainya. “Ukuran polybag ini 40×40 cm. Satu meter persegi lahan berisi 9 polybag, yang mana potensi hasil panennya bisa sampai 14 hingga 18 kilogram gabah kering sawah,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/