23.3 C
Jember
Monday, 30 January 2023

The Highland Paradise, Wisata Air Terjun Gentongan Bondowoso

Akan Segera Dikelola

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIANYAR, Radar Ijen – Bondowoso merupakan wilayah yang tidak kekurangan destinasi wisata. Maka tak heran jika kabupaten di sisi timur Jatim ini juga memiliki julukan The Highland Paradise. Apalagi yang berada di sekitar wilayah Ijen, ada Air Terjun Gentongan. Tempat tersebut rencananya akan dikelola dengan baik oleh dinas terkait.

BACA JUGA : Harga Tiket Papuma Dinilai Masih Terlalu Mahal bagi Wisatawan

Oleh sebab itu, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D), Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora), serta Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso, melakukan survei di tempat itu, Sabtu (24/9) lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, air terjun di tempat tersebut mengalir cukup deras. Serta menyuguhkan pemandangan cukup estetis. Ternyata airnya juga memiliki kandungan asam yang tinggi, mengalir ke sungai di bawahnya. Sehingga tampak seperti salju, karena berbusa dan mengandung belerang.

Selain itu, Air Terjun Gentongan masuk menjadi salah satu situs Ijen Geopark, yang beberapa pekan lalu, dinyatakan lulus atau memenuhi syarat dalam sidang council di Thailand, untuk menjadi anggota UNESCO Global Geopark. Kabid Pariwisata Disparbudpora Bondowoso Yuni Dwi Srihandayani menjelaskan, Air Terjun Gentongan merupakan salah satu situs geologi Ijen Geopark yang memiliki signifikansi geologi. Baik dari struktur batuan maupun air belerang yang mengalirinya.

Selain itu, Air Terjun Gentongan sudah lama dikenal wisatawan karena keindahannya. Sayangnya, belum ada pengelolaan wisata secara resmi di kawasan ini. Maka dari itu, lanjut Dwi Srihandayani, tim bergerak untuk melakukan studi terkait kelayakan pengembangan pariwisata di lokasi Air Terjun Gentongan.

Melihat hal itu, pihaknya melakukan survei kelayakan menjadi destinasi wisata. Dia menjelaskan, tidak semua tempat yang indah layak dijadikan atau dikelola sebagai tempat wisata. Melainkan, harus melihat daya dukung alam sekitar dengan mempertimbangkan dampak lingkungannya. “Saat ini pemerintah desa bersama pemerintah kabupaten dan stakeholder terkait masih mengkaji kelayakan pengembangan pariwisata di lokasi tersebut,” pungkasnya. (Ham/c2/dwi)

- Advertisement -

KALIANYAR, Radar Ijen – Bondowoso merupakan wilayah yang tidak kekurangan destinasi wisata. Maka tak heran jika kabupaten di sisi timur Jatim ini juga memiliki julukan The Highland Paradise. Apalagi yang berada di sekitar wilayah Ijen, ada Air Terjun Gentongan. Tempat tersebut rencananya akan dikelola dengan baik oleh dinas terkait.

BACA JUGA : Harga Tiket Papuma Dinilai Masih Terlalu Mahal bagi Wisatawan

Oleh sebab itu, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D), Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora), serta Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso, melakukan survei di tempat itu, Sabtu (24/9) lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, air terjun di tempat tersebut mengalir cukup deras. Serta menyuguhkan pemandangan cukup estetis. Ternyata airnya juga memiliki kandungan asam yang tinggi, mengalir ke sungai di bawahnya. Sehingga tampak seperti salju, karena berbusa dan mengandung belerang.

Selain itu, Air Terjun Gentongan masuk menjadi salah satu situs Ijen Geopark, yang beberapa pekan lalu, dinyatakan lulus atau memenuhi syarat dalam sidang council di Thailand, untuk menjadi anggota UNESCO Global Geopark. Kabid Pariwisata Disparbudpora Bondowoso Yuni Dwi Srihandayani menjelaskan, Air Terjun Gentongan merupakan salah satu situs geologi Ijen Geopark yang memiliki signifikansi geologi. Baik dari struktur batuan maupun air belerang yang mengalirinya.

Selain itu, Air Terjun Gentongan sudah lama dikenal wisatawan karena keindahannya. Sayangnya, belum ada pengelolaan wisata secara resmi di kawasan ini. Maka dari itu, lanjut Dwi Srihandayani, tim bergerak untuk melakukan studi terkait kelayakan pengembangan pariwisata di lokasi Air Terjun Gentongan.

Melihat hal itu, pihaknya melakukan survei kelayakan menjadi destinasi wisata. Dia menjelaskan, tidak semua tempat yang indah layak dijadikan atau dikelola sebagai tempat wisata. Melainkan, harus melihat daya dukung alam sekitar dengan mempertimbangkan dampak lingkungannya. “Saat ini pemerintah desa bersama pemerintah kabupaten dan stakeholder terkait masih mengkaji kelayakan pengembangan pariwisata di lokasi tersebut,” pungkasnya. (Ham/c2/dwi)

KALIANYAR, Radar Ijen – Bondowoso merupakan wilayah yang tidak kekurangan destinasi wisata. Maka tak heran jika kabupaten di sisi timur Jatim ini juga memiliki julukan The Highland Paradise. Apalagi yang berada di sekitar wilayah Ijen, ada Air Terjun Gentongan. Tempat tersebut rencananya akan dikelola dengan baik oleh dinas terkait.

BACA JUGA : Harga Tiket Papuma Dinilai Masih Terlalu Mahal bagi Wisatawan

Oleh sebab itu, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D), Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora), serta Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso, melakukan survei di tempat itu, Sabtu (24/9) lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, air terjun di tempat tersebut mengalir cukup deras. Serta menyuguhkan pemandangan cukup estetis. Ternyata airnya juga memiliki kandungan asam yang tinggi, mengalir ke sungai di bawahnya. Sehingga tampak seperti salju, karena berbusa dan mengandung belerang.

Selain itu, Air Terjun Gentongan masuk menjadi salah satu situs Ijen Geopark, yang beberapa pekan lalu, dinyatakan lulus atau memenuhi syarat dalam sidang council di Thailand, untuk menjadi anggota UNESCO Global Geopark. Kabid Pariwisata Disparbudpora Bondowoso Yuni Dwi Srihandayani menjelaskan, Air Terjun Gentongan merupakan salah satu situs geologi Ijen Geopark yang memiliki signifikansi geologi. Baik dari struktur batuan maupun air belerang yang mengalirinya.

Selain itu, Air Terjun Gentongan sudah lama dikenal wisatawan karena keindahannya. Sayangnya, belum ada pengelolaan wisata secara resmi di kawasan ini. Maka dari itu, lanjut Dwi Srihandayani, tim bergerak untuk melakukan studi terkait kelayakan pengembangan pariwisata di lokasi Air Terjun Gentongan.

Melihat hal itu, pihaknya melakukan survei kelayakan menjadi destinasi wisata. Dia menjelaskan, tidak semua tempat yang indah layak dijadikan atau dikelola sebagai tempat wisata. Melainkan, harus melihat daya dukung alam sekitar dengan mempertimbangkan dampak lingkungannya. “Saat ini pemerintah desa bersama pemerintah kabupaten dan stakeholder terkait masih mengkaji kelayakan pengembangan pariwisata di lokasi tersebut,” pungkasnya. (Ham/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca