29.3 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Ketua DPRD Bondowoso Tegaskan Tak Mau Minta Maaf

Kuasa Hukum Bupati Minta Proses Hukum Tetap Berlanjut

Mobile_AP_Rectangle 1

TENGGARANG, Radar Ijen – Kasus pelaporan Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir oleh Bupati Bondowoso Salwa Arifin ternyata masih terus berlanjut. Salah satu penyebabnya adalah terlapor enggan meminta maaf atas pernyataannya. Sesuai dengan permintaan pelapor, jika ingin perkara ini dapat diselesaikan, terlapor harus meminta maaf.

BACA JUGA : Harga Tiket Papuma Dinilai Masih Terlalu Mahal bagi Wisatawan

Ahmad Dhafir, Ketua DPRD Bondowoso, dalam pernyataan resminya menegaskan tidak akan pernah meminta maaf. Sebab, ketika dirinya menyampaikan pernyataannya terkait dugaan jual beli jabatan, beberapa waktu lalu, pihaknya menganggap sedang melakukan fungsinya sebagai anggota dewan. Yaitu dalam melakukan pengawasan jalannya pemerintahan. “Fungsi pengawasan tersebut dijalankan karena anggota DPRD adalah kerangka representasi rakyat di daerah,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam melaksanakan fungsi tersebut, menurutnya, para wakil rakyat memiliki hak imunitas, sesuai dengan regulasi yang ada pada undang-undang. Oleh karena itu, jika dirinya meminta maaf, sesuai keinginan pelapor, dianggap sudah berkhianat pada negara serta amanat rakyat. “Bila sampai meminta maaf, berarti saya juga menghina dan merendahkan martabat para kolega saya,” imbuhnya.

- Advertisement -

TENGGARANG, Radar Ijen – Kasus pelaporan Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir oleh Bupati Bondowoso Salwa Arifin ternyata masih terus berlanjut. Salah satu penyebabnya adalah terlapor enggan meminta maaf atas pernyataannya. Sesuai dengan permintaan pelapor, jika ingin perkara ini dapat diselesaikan, terlapor harus meminta maaf.

BACA JUGA : Harga Tiket Papuma Dinilai Masih Terlalu Mahal bagi Wisatawan

Ahmad Dhafir, Ketua DPRD Bondowoso, dalam pernyataan resminya menegaskan tidak akan pernah meminta maaf. Sebab, ketika dirinya menyampaikan pernyataannya terkait dugaan jual beli jabatan, beberapa waktu lalu, pihaknya menganggap sedang melakukan fungsinya sebagai anggota dewan. Yaitu dalam melakukan pengawasan jalannya pemerintahan. “Fungsi pengawasan tersebut dijalankan karena anggota DPRD adalah kerangka representasi rakyat di daerah,” tegasnya.

Dalam melaksanakan fungsi tersebut, menurutnya, para wakil rakyat memiliki hak imunitas, sesuai dengan regulasi yang ada pada undang-undang. Oleh karena itu, jika dirinya meminta maaf, sesuai keinginan pelapor, dianggap sudah berkhianat pada negara serta amanat rakyat. “Bila sampai meminta maaf, berarti saya juga menghina dan merendahkan martabat para kolega saya,” imbuhnya.

TENGGARANG, Radar Ijen – Kasus pelaporan Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir oleh Bupati Bondowoso Salwa Arifin ternyata masih terus berlanjut. Salah satu penyebabnya adalah terlapor enggan meminta maaf atas pernyataannya. Sesuai dengan permintaan pelapor, jika ingin perkara ini dapat diselesaikan, terlapor harus meminta maaf.

BACA JUGA : Harga Tiket Papuma Dinilai Masih Terlalu Mahal bagi Wisatawan

Ahmad Dhafir, Ketua DPRD Bondowoso, dalam pernyataan resminya menegaskan tidak akan pernah meminta maaf. Sebab, ketika dirinya menyampaikan pernyataannya terkait dugaan jual beli jabatan, beberapa waktu lalu, pihaknya menganggap sedang melakukan fungsinya sebagai anggota dewan. Yaitu dalam melakukan pengawasan jalannya pemerintahan. “Fungsi pengawasan tersebut dijalankan karena anggota DPRD adalah kerangka representasi rakyat di daerah,” tegasnya.

Dalam melaksanakan fungsi tersebut, menurutnya, para wakil rakyat memiliki hak imunitas, sesuai dengan regulasi yang ada pada undang-undang. Oleh karena itu, jika dirinya meminta maaf, sesuai keinginan pelapor, dianggap sudah berkhianat pada negara serta amanat rakyat. “Bila sampai meminta maaf, berarti saya juga menghina dan merendahkan martabat para kolega saya,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/