alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Jadi Lima Terendah, Bondowoso Targetkan 29 Ribu Dosis Habis dalam Sepekan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso diketahui masih memiliki stok vaksin sebanyak 29 ribu vaksin. Namun, penyalurannya masih sangat minim, akibat pencapaian vaksinasi yang belum memenuhi target. Melihat minimnya capaian vaksin di Bondowoso, akhirnya pemerintah setempat membuat keputusan jumlah vaksin yang tersedia itu harus habis dalam jangka waktu sepekan. Karenanya, diharapkan capaian vaksin bisa meningkat drastis.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat seusai melakukan rapat koordinasi dan evaluasi bersama seluruh camat, kemarin (29/9) pagi. “Jadi, setiap stok kami jatah setiap minggu sudah habis. Caranya bagaimana, ya, bagi di kecamatan-kecamatan,” katanya.

Untuk mencapai target itu, pihaknya mengaku sudah menyampaikan kepada beberapa pihak, untuk melakukan vaksinasi. Salah satunya bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Bondowoso. “Semua karyawan toko-toko retail, toko-toko modern, harus wajib vaksin,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, lanjut dia, seluruh karyawan di perusahaan yang ada di Bondowoso juga harus sudah divaksin. Semua orang yang terlibat dalam bidang pariwisata juga sudah harus melakukan vaksin. Mulai dari para pelaku usaha wisata hingga para karyawannya. “Kalau mau buka harus sudah divaksin. Harus punya aplikasi PeduliLindungi, yang memproteksi mereka untuk masuk, entah pengunjung atau lainnya,” tegasnya.

Begitu juga dengan pelayanan publik lainnya. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan administrasi pelayanan publik, baik untuk mengurus catatan kependudukan maupun yang lain, harus sudah divaksin. Jika tidak, maka pelayanannya bisa dihentikan atau ditunda untuk sementara waktu.

Hal lain yang bisa dijadikan cara untuk menghabiskan stok vaksin itu, menurut dia, dengan melakukan jemput bola kepada masyarakat, khususnya yang sudah lanjut usia. Mengingat, capaian vaksin untuk lansia masih tergolong rendah. “Kita tidak boleh menunggu. Kita harus jemput bola bagi lansia,” bebernya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso diketahui masih memiliki stok vaksin sebanyak 29 ribu vaksin. Namun, penyalurannya masih sangat minim, akibat pencapaian vaksinasi yang belum memenuhi target. Melihat minimnya capaian vaksin di Bondowoso, akhirnya pemerintah setempat membuat keputusan jumlah vaksin yang tersedia itu harus habis dalam jangka waktu sepekan. Karenanya, diharapkan capaian vaksin bisa meningkat drastis.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat seusai melakukan rapat koordinasi dan evaluasi bersama seluruh camat, kemarin (29/9) pagi. “Jadi, setiap stok kami jatah setiap minggu sudah habis. Caranya bagaimana, ya, bagi di kecamatan-kecamatan,” katanya.

Untuk mencapai target itu, pihaknya mengaku sudah menyampaikan kepada beberapa pihak, untuk melakukan vaksinasi. Salah satunya bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Bondowoso. “Semua karyawan toko-toko retail, toko-toko modern, harus wajib vaksin,” tegasnya.

Selain itu, lanjut dia, seluruh karyawan di perusahaan yang ada di Bondowoso juga harus sudah divaksin. Semua orang yang terlibat dalam bidang pariwisata juga sudah harus melakukan vaksin. Mulai dari para pelaku usaha wisata hingga para karyawannya. “Kalau mau buka harus sudah divaksin. Harus punya aplikasi PeduliLindungi, yang memproteksi mereka untuk masuk, entah pengunjung atau lainnya,” tegasnya.

Begitu juga dengan pelayanan publik lainnya. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan administrasi pelayanan publik, baik untuk mengurus catatan kependudukan maupun yang lain, harus sudah divaksin. Jika tidak, maka pelayanannya bisa dihentikan atau ditunda untuk sementara waktu.

Hal lain yang bisa dijadikan cara untuk menghabiskan stok vaksin itu, menurut dia, dengan melakukan jemput bola kepada masyarakat, khususnya yang sudah lanjut usia. Mengingat, capaian vaksin untuk lansia masih tergolong rendah. “Kita tidak boleh menunggu. Kita harus jemput bola bagi lansia,” bebernya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso diketahui masih memiliki stok vaksin sebanyak 29 ribu vaksin. Namun, penyalurannya masih sangat minim, akibat pencapaian vaksinasi yang belum memenuhi target. Melihat minimnya capaian vaksin di Bondowoso, akhirnya pemerintah setempat membuat keputusan jumlah vaksin yang tersedia itu harus habis dalam jangka waktu sepekan. Karenanya, diharapkan capaian vaksin bisa meningkat drastis.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat seusai melakukan rapat koordinasi dan evaluasi bersama seluruh camat, kemarin (29/9) pagi. “Jadi, setiap stok kami jatah setiap minggu sudah habis. Caranya bagaimana, ya, bagi di kecamatan-kecamatan,” katanya.

Untuk mencapai target itu, pihaknya mengaku sudah menyampaikan kepada beberapa pihak, untuk melakukan vaksinasi. Salah satunya bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Bondowoso. “Semua karyawan toko-toko retail, toko-toko modern, harus wajib vaksin,” tegasnya.

Selain itu, lanjut dia, seluruh karyawan di perusahaan yang ada di Bondowoso juga harus sudah divaksin. Semua orang yang terlibat dalam bidang pariwisata juga sudah harus melakukan vaksin. Mulai dari para pelaku usaha wisata hingga para karyawannya. “Kalau mau buka harus sudah divaksin. Harus punya aplikasi PeduliLindungi, yang memproteksi mereka untuk masuk, entah pengunjung atau lainnya,” tegasnya.

Begitu juga dengan pelayanan publik lainnya. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan administrasi pelayanan publik, baik untuk mengurus catatan kependudukan maupun yang lain, harus sudah divaksin. Jika tidak, maka pelayanannya bisa dihentikan atau ditunda untuk sementara waktu.

Hal lain yang bisa dijadikan cara untuk menghabiskan stok vaksin itu, menurut dia, dengan melakukan jemput bola kepada masyarakat, khususnya yang sudah lanjut usia. Mengingat, capaian vaksin untuk lansia masih tergolong rendah. “Kita tidak boleh menunggu. Kita harus jemput bola bagi lansia,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/