alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Forkopimda Bondowoso Terus Gemborkan Sosialisasi Vaksinasi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Capaian vaksinasi di Kabupaten Bondowoso hingga kini masih cukup rendah. Bahkan, Kota Tape ini masuk dalam lima wilayah kabupaten/kota dengan capaian vaksin terendah di Jawa Timur. Karena itu, masih diperlukan upaya sosialisasi yang masif kepada masyarakat agar mereka memiliki inisiatif dan kemauan untuk melakukan vaksin.

Kapolres Bondowoso AKBP Herman Priyanto menyampaikan, pihaknya meminta kepada seluruh jajaran tiga pilar yang ada di kecamatan hingga pemerintah desa, untuk bahu-membahu memberikan pemahaman kepada masyarakat. Utamanya dalam bentuk pemahaman bahwa vaksinasi ini tidak membuat orang meninggal, melainkan untuk kekebalan imunitas.

“Teman-teman kecamatan, koramil, Polsek, tak bisa kerja sendiri. Perlu bapak-bapak di pemerintahan desa. Pak Kepala Dusun, Pak Kepala Desa,” ujar Herman saat melakukan sosialisasi di Pendapa Kecamatan Klabang, Selasa (28/9) lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Diterangkan, edukasi kepada masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Misalnya memberikan testimoni kepada warga melalui warga lain yang sudah mendapatkan vaksin.

Selain itu, menurut AKBP Herman, upaya sosialisasi terkait vaksin kepada masyarakat juga bisa dilakukan dengan cara menggandeng tokoh agama setempat. Sebab, baginya masyarakat Bondowoso masih masuk kategori masyarakat paternal. “Yakni menjunjung tinggi tokoh agama sebagai panutan utama,” terangnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Capaian vaksinasi di Kabupaten Bondowoso hingga kini masih cukup rendah. Bahkan, Kota Tape ini masuk dalam lima wilayah kabupaten/kota dengan capaian vaksin terendah di Jawa Timur. Karena itu, masih diperlukan upaya sosialisasi yang masif kepada masyarakat agar mereka memiliki inisiatif dan kemauan untuk melakukan vaksin.

Kapolres Bondowoso AKBP Herman Priyanto menyampaikan, pihaknya meminta kepada seluruh jajaran tiga pilar yang ada di kecamatan hingga pemerintah desa, untuk bahu-membahu memberikan pemahaman kepada masyarakat. Utamanya dalam bentuk pemahaman bahwa vaksinasi ini tidak membuat orang meninggal, melainkan untuk kekebalan imunitas.

“Teman-teman kecamatan, koramil, Polsek, tak bisa kerja sendiri. Perlu bapak-bapak di pemerintahan desa. Pak Kepala Dusun, Pak Kepala Desa,” ujar Herman saat melakukan sosialisasi di Pendapa Kecamatan Klabang, Selasa (28/9) lalu.

Diterangkan, edukasi kepada masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Misalnya memberikan testimoni kepada warga melalui warga lain yang sudah mendapatkan vaksin.

Selain itu, menurut AKBP Herman, upaya sosialisasi terkait vaksin kepada masyarakat juga bisa dilakukan dengan cara menggandeng tokoh agama setempat. Sebab, baginya masyarakat Bondowoso masih masuk kategori masyarakat paternal. “Yakni menjunjung tinggi tokoh agama sebagai panutan utama,” terangnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Capaian vaksinasi di Kabupaten Bondowoso hingga kini masih cukup rendah. Bahkan, Kota Tape ini masuk dalam lima wilayah kabupaten/kota dengan capaian vaksin terendah di Jawa Timur. Karena itu, masih diperlukan upaya sosialisasi yang masif kepada masyarakat agar mereka memiliki inisiatif dan kemauan untuk melakukan vaksin.

Kapolres Bondowoso AKBP Herman Priyanto menyampaikan, pihaknya meminta kepada seluruh jajaran tiga pilar yang ada di kecamatan hingga pemerintah desa, untuk bahu-membahu memberikan pemahaman kepada masyarakat. Utamanya dalam bentuk pemahaman bahwa vaksinasi ini tidak membuat orang meninggal, melainkan untuk kekebalan imunitas.

“Teman-teman kecamatan, koramil, Polsek, tak bisa kerja sendiri. Perlu bapak-bapak di pemerintahan desa. Pak Kepala Dusun, Pak Kepala Desa,” ujar Herman saat melakukan sosialisasi di Pendapa Kecamatan Klabang, Selasa (28/9) lalu.

Diterangkan, edukasi kepada masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Misalnya memberikan testimoni kepada warga melalui warga lain yang sudah mendapatkan vaksin.

Selain itu, menurut AKBP Herman, upaya sosialisasi terkait vaksin kepada masyarakat juga bisa dilakukan dengan cara menggandeng tokoh agama setempat. Sebab, baginya masyarakat Bondowoso masih masuk kategori masyarakat paternal. “Yakni menjunjung tinggi tokoh agama sebagai panutan utama,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/